Cara Mengamalkan Bacaan Sayyidul Istighfar di Pagi dan Sore Hari

Cara Mengamalkan Bacaan Sayyidul Istighfar di Pagi dan Sore Hari

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 19 Jun 2026 14:00 WIB
Ilustrasi muslim berdoa di malam tahun baru Islam 1 Muharram.
Ilustrasi mengamalkan Sayyidul Istighfar. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Sayyidul Istighfar merupakan salah satu zikir yang dianjurkan untuk diamalkan setiap hari. Bacaan ini dikenal sebagai penghulu istighfar karena mengandung pengakuan atas nikmat Allah SWT, pengakuan dosa seorang hamba, serta permohonan ampun kepada Sang Pencipta.

Keutamaan Sayyidul Istighfar tidak hanya terletak pada kandungan maknanya yang mendalam, tetapi juga karena Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umatnya untuk membacanya pada waktu pagi dan sore.

Dikutip dari buku Tiket Ke Surga: Doa-doa Mustajab karya Abdul Majid dan Isfa'udin menjelaskan, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang membacanya dengan penuh keyakinan lalu meninggal dunia pada hari itu, akan termasuk penghuni surga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Sayyidul Istighfar?

Mengutip buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky El-Syafa, doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam hadits shahih.

Rasulullah SAW bersabda, "Penghulu istighfar adalah seorang hamba mengucapkan: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu..." (HR Bukhari)

ADVERTISEMENT

Bacaan Sayyidul Istighfar

Berikut bacaan lengkap Sayyidul Istighfar dalam tulisan Arab, latin dan artinya:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Arab latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu." (HR Bukhari)

Cara Mengamalkan Sayyidul Istighfar

Mengamalkan Sayyidul Istighfar pada pagi dan sore hari termasuk bagian dari zikir pagi yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Para ulama menjelaskan bahwa waktu yang paling utama untuk mengamalkan Sayyidul Istighfar adalah pada pagi dan sore hari. Kedua waktu tersebut termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Imam Nawawi menerangkan bahwa seseorang yang membaca Sayyidul Istighfar pada sore hari dengan penuh keimanan, lalu meninggal dunia sebelum memasuki malam, maka ia memperoleh kabar gembira sebagai penghuni surga. Demikian pula orang yang membacanya pada pagi hari kemudian meninggal sebelum petang tiba, ia juga mendapatkan janji yang sama dari Allah SWT.

Besarnya keutamaan tersebut membuat Sayyidul Istighfar dikenal sebagai salah satu zikir paling utama yang dianjurkan untuk dibaca secara rutin setiap pagi dan petang.

Tidak hanya dibaca pada pagi dan sore hari, Sayyidul Istighfar juga dapat diamalkan setelah salat fardhu. Dalam buku Tiket Ke Surga (Doa-doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa'udin dijelaskan bahwa doa ini dapat dibaca setiap selesai melaksanakan salat wajib sebagai bentuk permohonan ampun dan ikhtiar untuk menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar

Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan luar biasa bagi orang yang mengamalkan doa ini pada pagi dan sore hari.

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan, "Barang siapa membacanya pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa membacanya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga." (HR Bukhari)



(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads