Doa sesudah sa'i di Bukit Marwah dibaca setelah jemaah menyelesaikan rangkaian sa'i sebagai bentuk harapan agar ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT. Doa ini juga menjadi momen untuk memohon ampunan serta kebaikan di dunia dan akhirat.
Apa Itu Sa'i?
Mengacu pada buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji dan Umrah, secara bahasa, sa'i berarti "berjalan" atau "berusaha".
Sementara secara istilah, sa'i adalah aktivitas berjalan bolak-balik dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah, dengan ketentuan serta tata cara tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pandangan mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, sa'i termasuk rukun haji dan umrah yang wajib dilaksanakan. Jika ditinggalkan, maka ibadah haji maupun umrah menjadi tidak sah. Adapun menurut Imam Abu Hanifah, sa'i tergolong wajib haji, sehingga jika tidak dikerjakan, jemaah tetap sah hajinya tetapi wajib membayar dam.
Sementara itu, sebagian ulama seperti Ibnu Mas'ud, Ubay bin Ka'ab, Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, dan Ibnu Sirin berpendapat bahwa sa'i hukumnya sunnah, sehingga tidak ada kewajiban dam bagi yang meninggalkannya.
Syarat Sa'i
Berikut beberapa syarat dalam pelaksanaan sa'i:
- Dilakukan setelah melaksanakan tawaf;
- Dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah;
- Menyempurnakan tujuh kali perjalanan, di mana perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali dan sebaliknya juga satu kali;
- Dilaksanakan di area khusus sa'i.
Doa Sesudah Sa'i di Bukit Marwah
اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allahumma rabbanaa taqabbal minna wa'aafinaa wa'fu 'anna, wa 'alaa tha'atika wa syukrika a'inna, wa 'alaa ghairika laa takilnaa wa 'alaal iimani wal islaamil kaamili jamii'an tawaffanaa wa anta raadhin 'annaa. Allahummarhamnii bitarkil ma'aasii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maa laa ya'niinii warzuqnii khusnan nadhori fiimaa yurdhiika 'annaa yaa arhamar raahimiin.
Artinya: Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau ridha. Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandangan yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu ridha terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026