- 1. Doa Nabi Musa Saat Tidak Punya Makanan dan Minuman
- 2. Doa Nabi Musa Mohon Kelapangan Hati dan Kefasihan Lidah
- 3. Doa Nabi Musa Mohon Ampunan Saat Salah
- 4. Doa Nabi Musa Mohon Pertolongan Allah SWT
- 5. Doa Nabi Musa AS Mohon Kesabaran dalam Mempertahankan Keimanan
- 6. Doa Nabi Musa AS Saat Dikejar Firaun
- 7. Doa Nabi Musa AS Mohon Kekuatan Hadapi Penguasa Zalim
Doa Nabi Musa AS merupakan bagian dari kisah para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Nabi Musa AS dikenal sebagai salah satu nabi yang menghadapi banyak tantangan berat dalam dakwahnya.
Doa-doa yang dipanjatkan Nabi Musa AS ini tercantum dalam beberapa ayat Al-Qur'an dan sering dijadikan sebagai amalan oleh umat Islam ketika menghadapi kesulitan, rasa takut, atau kondisi yang membutuhkan pertolongan Allah SWT.
1. Doa Nabi Musa Saat Tidak Punya Makanan dan Minuman
Dalam kisah yang disebutkan dalam buku Setiap Doa Pasti Allah Kabulkan karya Abu Ezza, Nabi Musa AS pernah berada dalam kondisi kelelahan dan tanpa bekal setelah menolong dua perempuan memberi minum ternak di sebuah sumur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai membantu, beliau beristirahat di bawah pohon, lalu memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut dikabulkan, melalui perantara salah satu perempuan yang ditolongnya, Nabi Musa AS kemudian diajak menemui ayahnya, Nabi Syu'aib AS, disambut dengan baik, hingga akhirnya dinikahkan dengan salah satu putrinya.
Adapun doa yang dipanjatkan Nabi Musa AS adalah sebagai berikut:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Arab latin: Rabbi innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS Al-Qashash: 24)
2. Doa Nabi Musa Mohon Kelapangan Hati dan Kefasihan Lidah
Merujuk pada buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, Nabi Musa AS kemudian diangkat sebagai nabi dan diberi mukjizat sebagai bukti kebenaran risalahnya.
Dalam menjalankan tugas dakwah, beliau diperintahkan untuk mendatangi Firaun dan mengajaknya menyembah Allah SWT. Karena merasa amanah tersebut sangat berat, Nabi Musa AS pun memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan memanjatkan doa berikut:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي هَارُونَ أَخِي اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا إِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيرًا
Arab latin: Rabbisyrah lii shadrii wa yassir lii amrii wahlul 'uqdatam min lisaanii yafqahuu qaulii waj'al lii waziiran min ahlii Haaruuna akhii usydud bihii uzrii wa asyrikhu fii amrii kay nusabbihaka katsiiran wa nadzkuraka katsiiran innaka kunta binaa bashiiran
Artinya: "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami." (QS Thaha: 25-35)
3. Doa Nabi Musa Mohon Ampunan Saat Salah
Suatu ketika, Nabi Musa AS tanpa sengaja memukul seorang dari Bani Israil hingga meninggal saat sedang berjalan di Kota Memphis. Menyadari kejadian tersebut, Nabi Musa AS segera bertaubat dan menengadahkan tangan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Adapun bunyi doanya sebagai berikut:
رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي
Arab latin: Rabbī innī ẓalamtu nafsī faghfir lī
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku." (QS Al-Qashash: 16)
Setelah mendapat ampunan dari Allah SWT, Nabi Musa AS berdoa lagi kepada Allah SWT:
رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيراً لِلْمُجْرِمِينَ
Arab latin: Rabbī bimā an'amta 'alayya falan akūna ẓahīran lil-mujrimīn
Artinya: "Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa." (QS Al-Qashash: 17)
4. Doa Nabi Musa Mohon Pertolongan Allah SWT
Sejak peristiwa pembunuhan, Nabi Musa AS diliputi rasa takut karena kabar bahwa ia sedang dicari untuk dibalas. Dengan penuh kewaspadaan, beliau meninggalkan kota dan memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon perlindungan dan pertolongan. Berikut doanya:
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Arab latin: Rabbii najjinii minal qaumizh zhaalimiin
Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu." (QS Al-Qashash: 21)
5. Doa Nabi Musa AS Mohon Kesabaran dalam Mempertahankan Keimanan
رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَࣖ
Arab latin: Rabbanâ afrigh 'alainâ shabraw wa tawaffanâ muslimîn
Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." (QS Al A'raaf: 126)
6. Doa Nabi Musa AS Saat Dikejar Firaun
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Arab latin: Rabbanā lā taj'alnā fitnatal lil-qaumiẓ-ẓālimīn. Wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn
Artinya: "Hanya kepada Allah kami berserah diri. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir." (QS Yunus: 85-86)
7. Doa Nabi Musa AS Mohon Kekuatan Hadapi Penguasa Zalim
رَبَّنَا لِيُضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِكَ ۚرَبَّنَا اطْمِسْ عَلٰٓى اَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
Arab latin: Rabbanā liyuḍillū 'an sabīlik, rabbanaṭmis 'alā amwālihim wasydud 'alā qulūbihim falā yu'minū ḥattā yarawul-'ażābal-alīm.
Artinya: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (QS Yunus: 88)
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026