Doa Setelah Sholat Gerhana Bulan: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Doa Setelah Sholat Gerhana Bulan: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 03 Mar 2026 17:15 WIB
Doa Setelah Sholat Gerhana Bulan: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Ilustrasi baca doa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic
Jakarta -

Gerhana bulan akan terjadi petang ini di langit Indonesia. Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa setelah selesai melaksanakan sholat gerhana. Lantas, seperti apa bacaan doa sholat gerhana yang benar?

Agar ibadah umat Islam berjalan sesuai dengan tuntunan, berikut detikHikmah sajikan bacaan doa sholat gerhana Arab, latin dan terjemahannya, lengkap dengan tata cara sholatnya.

Anjuran Membaca Doa dan sholat Gerhana

Dijelaskan dalam Buku Induk Doa dan Zikir karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa kepada Allah SWT ketika terjadi gerhana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini bersandar pada sebuah riwayat dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, dari Aisyah RA yang bercerita, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ تَعَالَى وَكَبِّرُوا وَتَصَدَّقُوا

ADVERTISEMENT

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak mengalami gerhana karena, kematian seseorang, tidak pula karena kehidupan seseorang. Apabila kalian melihat hal tersebut, maka berdoalah kalian kepada Allah dan bertakbirlah serta bersedekahlah."

Dalam riwayat lain, dari Ibnu Abbas RA. Imam Bukhari dan Imam Muslim turut meriwayatkan hadits Abu Musa Al-Asy'ari, yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

"Apabila kalian melihat sesuatu dari hal tersebut (gerhana), maka bergegaslah kalian untuk berzikir kepada-Nya dan berdoa kepadaNya serta memohon ampunan-Nya."

Lebih lanjut, umat Islam juga dianjurkan untuk melakukan sholat menurut kesepakatan kaum muslim ketika terjadi gerhana.

Hal ini bersandar pada sebuah hadits dalam kitab Shahih Muslim, dari riwayat Abdurrahman ibnu Samurah dikatakan:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ كَسَفَتِ الشَّمْسُ وَهُوَ قَائِمٌ فِي الصَّلَاةِ رَافِعَ يَدَيْهِ فَجَعَلَ يُسَبِّحُ وَيُهَلِّلُ وَيُكَبِّرُ وَيُحْمَدُ وَيَدْعُو حَتَّى حُسِرَ عَنْهَا فَلَمَّا حُسِرَ عَنْهَا قَرَأَ سُوْرَتَيْنِ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ

Artinya: "Aku datang kepada Nabi SAW ketika terjadi gerhana matahari. Ketika itu Nabi SAW sedang berdiri sholat seraya mengangkat kedua tangannya. Beliau membaca tasbih, tahmid, dan tahlil. Beliau terus bertakbir dan berdoa hingga gerhana terang kembali. Ketika gerhana terang kembali, beliau membaca dua surat dan sholat dua rakaat."

Doa Setelah Sholat Gerhana Bulan

Masih dari sumber sebelumnya, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa ketika terjadi gerhana bulan. Doa dapat dipanjatkan setelah selesai sholat gerhana, berikut bacaan doanya:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا دَائِمًا طَاهِرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ وَ كُنَّا لَكَ عَبْدٌ

Alhamdulillah hamdan daaiman thaahiran thayyiban mubarakan fiih. Mil'ussamawati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa bainahumaa, wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du. Ahaqqa maa qaalal 'abdu, wa kunna laka 'abdun.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi apa yang ada di antara mereka dan mengisi apa pun yang Anda inginkan. (Dia) yang paling berhak memanggil hamba dan kami semua adalah hamba."

Zikir saat Gerhana Bulan

Selain doa di atas, umat Islam juga dapat membaca zikir berikut:

اسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

Astaghfirullaahal 'azhiim

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Dilanjut dengan membaca takbir, berikut bacaannya:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

Adapun, bacaan takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid selengkapnya adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Subhânallâh, walhamdulillâh, wa lâ-ilâha illallâh, wallâhu akbar, walâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyil adzîm.

Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar."

Hukum Sholat Gerhana Bulan

Dijelaskan dalam buku Panduan Sholat Rosulullah karya Imam Abu Wafa, terdapat dua pendapat terkait hukum sholat gerhana bulan.

Pendapat pertama mengatakan, bahwa sholat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkadah. Pendapat ini bersandar pada madzhab as-Syafi'i, Ahmad, Dawud, dan Ibnu Hazm. Ini juga merupakan pendapat 'Atha, an-Nakhai, Ishaq, dan pendapat dari periwayatan Ibnu Abbas.

Sementara itu, pendapat kedua menyatakan bahwa sholat gerhana bulan dilakukan ketika kita melihat gerhana. Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk melakukan sholat, doa, zikir, dan istighfar ketika melihat gerhana dengan penglihatan secara langsung, bukan berdasarkan alat hisab (perhitungan).

Dengan begitu, umat Islam melaksanakan sholat ketika melihat kejadian gerhana secara langsung, bukan berdasarkan berita dari ahli hisab.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Masih dari sumber sebelumnya, sholat gerhana bulan dilakukan sebanyak dua rakaat, dengan bacaan dan gerakan yang sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Berikut tata cara sholat gerhana bulan:

Membaca niat sholat gerhana bulan,

أُصَلَّى سُنَّةَ خُسُوْفِ الْقَمَرِ كُعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal khusuufil qamari rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala."

  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca surah pilihan dalam Al-Qur'an
  • Rukuk yang lama
  • I'tidal
  • Sujud yang lama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua dengan durasi lebih singkat
  • Lakukan rakaat kedua dengan gerakan sama dan bacaan yang lebih singkat
  • Salam
  • Mendengarkan tausiyah




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads