- Doa Kamilin Tarawih Panjang: Arab, Latin, dan Artinya
- Doa Kamilin Versi Pendek: Arab, Latin, dan Artinya
- Dalil dan Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan 1. Diampuni Semua Dosa yang Diperbuat 2. Akan Mendapat Ganjaran Pahala yang Besar 3. Menyempurnakan Kekurangan Ibadah Wajib
- Hukum, Waktu, dan Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Melaksanakan salat Tarawih di bulan Ramadan menjadi amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Amalan ini biasa dilanjutkan dengan doa kamilin.
Salat Tarawih adalah salat malam atau qiyamul lail yang hanya dilakukan selama Ramadan. Dinamakan "Tarawih" karena Rasulullah SAW dan para sahabatnya biasa beristirahat sejenak di setiap salamnya. Hal ini dijelaskan dalam buku Pintar Shalat oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaannya, para jemaah dianjurkan membaca doa kamilin Tarawih setelah menunaikan rakaat Tarawih, tepat sebelum memasuki salat witir.
Mengutip buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, terdapat jeda antara salat Tarawih dan salat witir. Pada jeda ini, seorang bilal biasanya memimpin bacaan doa yang diikuti seluruh jamaah.
Doa yang dibacakan ini dikenal dengan sebutan doa kamilin Tarawih. Berikut bacaan doa kamilin lengkap tulisan Arab, Latin, dan artinya agar mudah dipahami dan diamalkan yang dikutip dari buku Doa-doa Mustajabah karya Abu Qalbina,
Doa Kamilin Tarawih Panjang: Arab, Latin, dan Artinya
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ
Arab latin: Allâhummaj'al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddîn wa lishshalâti hâfidzîn wa lizzakâti fâ'ilîn wa limâ 'indaka thâlibîn wa li'afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa 'anillaghwi muʼridhîn wa fid-dunyâ zâhidîn wa fîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ'i râdhîn wa lin-na'mâ'i syâkirîn wa 'alâl balâ'i shâbirîn wa tahta liwâ'i sayyidinâ Muhammadin shallallahu 'alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa 'alâ sarîr al-karâmati qâ'idîn wa min hûrin "în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalabbisin wa min tha'âmil jannati âkilîn wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma'alladzî an'amta 'alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ' wash-shâlihîn wa hasuna ulâ'ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîma. Allâhummaj'alnâ fî laylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu'âdâ'il maqbûlîn wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan salat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan Engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang."
Doa Kamilin Versi Pendek: Arab, Latin, dan Artinya
Mengutip dari Buku Praktis Ibadah karya Irwan dan Ahmad Jafar, ada pula bacaan doa kamilin versi pendek yang bisa dibaca, lengkap tulisan Arab, latin dan artinya,
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا وَوَالِدَيْنَا وَعَنْ جَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ والمُسْلِمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Arab latin: Allahumma inná nas-aluka ridhaka wal jannata wa na'ûdzu bika min sakhathika wan näri, Allahumma innaka 'afuwwun karimun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anná wa walidaina wa 'an jami'il muslimina wal muslimáti birahmatika yá arhamar rahimina.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau suka ampunan, maka ampunilah kami, dan ampunilah ibu bapak kami, serta semua kaum muslimin dan muslimat dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan yang Maha Penyayang."
Dalil dan Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan
Umat Islam dianjurkan melaksanakan salat Tarawih di bulan Ramadan karena memiliki banyak keutamaan. Mengutip buku Panen Pahala dengan Puasa karya Akhmad Iqbal, berikut beberapa keutamaan salat Tarawih:
1. Diampuni Semua Dosa yang Diperbuat
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau." (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain, dijelaskan bahwa orang yang menunaikan salat Tarawih di bulan Ramadan akan mendapatkan ampunan dosa.
"Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata, 'Barang siapa yang melakukan ibadah (salat Tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya diampuni dosa-dosanya yang telah lewat'." (HR Muslim)
2. Akan Mendapat Ganjaran Pahala yang Besar
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh)." (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa'i)
3. Menyempurnakan Kekurangan Ibadah Wajib
Salat Tarawih termasuk ibadah sunnah yang bisa melengkapi kekurangan dalam salat wajib. Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah salatnya. Jika salatnya bagus maka dia beruntung dan selamat. Namun jika salatnya buruk maka dia sengsara dan merugi. Jika ada kekurangan dari salat fardhunya mempunyai pahala salat sunnah untuk melengkapi kekurangan salat fardhu? Kemudian seluruh amalnya seperti itu." (HR at-Tirmidzi)
Hukum, Waktu, dan Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Mengutip buku Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah, hukum melaksanakan salat Tarawih adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa Rasulullah SAW sering melaksanakannya, begitu pula para sahabat seperti Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para pemimpin penerusku." (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
Waktu melaksanakan salat Tarawih adalah setiap malam di bulan Ramadan, tepat setelah salat Isya dan sebelum salat witir, hingga menjelang terbit fajar.
Jumlah rakaat Tarawih dan witir menurut hadits pada zaman nabi dan era Khulafaur Rasyidin adalah sebagai berikut:
- 11 rakaat dengan rincian 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat witir
- 23 rakaat dengan rincian 20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat witir
Jumlah 23 rakaat lahir di era Khalifah Umar bin Khattab RA.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace