Doa Nabi Adam AS merupakan salah satu doa paling masyhur dalam Islam. Doa ini dikenal sebagai ungkapan taubat pertama manusia kepada Allah SWT setelah melakukan kesalahan.
Mengutip buku Jangan Lelah Berdoa! karya Nasrudin Abd. Rohim, para nabi dan rasul sejak zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW memiliki doa-doa khusus yang dibaca agar mendapat ampunan Allah SWT.
Baca juga: Tanda-tanda Taubat Diterima Menurut Islam |
Kisah Nabi Adam AS dan doanya menjadi pelajaran penting tentang pengakuan dosa, penyesalan yang tulus, serta harapan akan ampunan Allah Yang Maha Pengasih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Nabi Adam AS diabadikan dalam Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya doa tersebut sebagai pedoman bagi umat manusia dalam bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar.
Bacaan Doa Nabi Adam AS
Doa Nabi Adam AS tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf 23.
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
Adapun kisah Nabi Adam AS melakukan kesalahan dijelaskan dalam surah Al-A'raf ayat 22.
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Artinya: "Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"
Doa Nabi Adam AS menjadi contoh sempurna bagaimana seorang hamba seharusnya bersikap ketika melakukan kesalahan di hadapan Allah SWT.
Makna Doa Nabi Adam AS
Merujuk buku Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud karya Acmad Al-Firdaus, doa Nabi Adam AS memiliki makna yang sangat dalam dan menyentuh. Setiap kalimatnya mengandung nilai akidah dan akhlak yang luhur.
Pertama, pengakuan dosa secara jujur. Nabi Adam AS dengan tegas mengatakan "kami telah menzalimi diri kami sendiri." Ini menunjukkan kesadaran bahwa dosa pada hakikatnya merugikan diri sendiri, bukan Allah SWT.
Kedua, permohonan ampun dan rahmat. Nabi Adam AS tidak hanya memohon ampunan, tetapi juga rahmat Allah SWT. Hal ini menandakan bahwa manusia tidak cukup hanya diampuni, melainkan juga membutuhkan kasih sayang Allah SWT agar tetap berada di jalan yang lurus.
Ketiga, kesadaran akan kerugian tanpa ampunan Allah SWT. Dalam doa tersebut, Nabi Adam AS mengakui bahwa tanpa ampunan dan rahmat Allah SWT, manusia akan termasuk golongan orang-orang yang merugi, baik di dunia maupun di akhirat.
Keutamaan Doa Nabi Adam AS
Dikutip dari buku Mukjizat Cinta yang ditulis Uztaz Cinta, doa Nabi Adam AS memiliki banyak keutamaan yang dapat dijadikan pegangan oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu keutamaannya adalah sebagai contoh doa taubat yang paling utama. Doa ini mengajarkan bahwa taubat harus diawali dengan pengakuan dosa, disertai penyesalan, dan diakhiri dengan harapan akan rahmat Allah SWT.
Selain itu, doa Nabi Adam AS menunjukkan bahwa pintu taubat selalu terbuka. Meskipun Nabi Adam AS melakukan kesalahan besar, Allah SWT tetap menerima taubatnya. Hal ini menjadi penguat bagi umat Islam agar tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT, sebesar apa pun dosa yang pernah dilakukan.
Doa ini juga mengajarkan adab berdoa, yaitu merendahkan diri di hadapan Allah SWT, tidak menyalahkan pihak lain, serta sepenuhnya bergantung kepada kasih sayang-Nya.
Waktu dan Cara Mengamalkan Doa Nabi Adam AS
Doa Nabi Adam AS dapat diamalkan kapan saja, terutama ketika seorang muslim merasa bersalah atau ingin bertaubat kepada Allah SWT. Doa ini sangat baik dibaca setelah melakukan kesalahan, baik kesalahan kecil maupun besar.
Selain itu, doa Nabi Adam AS juga dianjurkan dibaca setelah salat, atau pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir.
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, MUI: Kehancuran bagi AS-Israel
Kisah Turunnya Malaikat yang Menjabat Tangan Manusia di Malam Lailatul Qadar
Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG dan BRIN