Seorang muslim tidak pernah lepas dari kebutuhan akan kebaikan, baik kebaikan di dunia maupun di akhirat. Islam mengajarkan bahwa salah satu cara terbaik untuk meraih kebaikan tersebut adalah dengan berdoa, sebagaimana dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW bukan hanya singkat dan padat makna, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
Dikutip dari buku Ilmu Akhlak karya Drs. H. Samsul Munir Amin, kebaikan (al-khair) dalam Islam mencakup segala hal yang mendatangkan manfaat dan mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT. Kebaikan tidak hanya terbatas pada rezeki atau kesehatan, tetapi juga meliputi iman, amal saleh, keselamatan dari keburukan, serta kebahagiaan akhirat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak hanya meminta satu bentuk kebaikan tertentu, melainkan memohon seluruh kebaikan yang Allah SWT ketahui, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Mengutip buku Sapu Jagat Keberuntungan karya Ahmad Mudzakir, salah satu doa paling masyhur dan sering dibaca oleh Rasulullah SAW adalah doa yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat sekaligus. Doa ini dikenal dengan doa sapu jagat, doa untuk kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan meminta agar dijauhkan dari api neraka.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Arab latin: Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Dalam redaksi lain sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, doa berikut juga bisa diamalkan untuk memohon kebaikan,
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
Arab latin: Allâhumma ashliḫ lî dînî alladzî huwa 'ishmatu amrî, wa ashliḫ lî dunyâya allatî fîhâ ma'âsyî, wa ashliḫ lî âkhiratî allatî fîhâ ma'âdî, waj'alil ḫayâta ziyâdatan lî fî kulli khairin, waj'alil mawta râḫatan lî min kulli syarr.
Artinya: "Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi pelindung urusanku, perbaikilah duniaku yang di dalamnya ada kehidupanku, dan perbaikilah akhiratku yang di sana tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat dari segala keburukan." (HR Muslim)
Doa Memohon Seluruh Kebaikan dan Perlindungan dari Keburukan
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang sangat komprehensif untuk meminta semua kebaikan dan perlindungan dari segala keburukan.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ
Arab latin: Allahumma inni as'aluka min kulli khairin 'aajilihi wa aajilihi maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam, wa a'uudzu bika min kulli syarrin 'aajilihi wa aajilihi maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, yang segera maupun yang akan datang, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, yang segera maupun yang akan datang, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui."
Doa Memohon Kebaikan Akhlak
Kebaikan sejati tidak hanya berupa materi, tetapi juga kebaikan akhlak dan petunjuk hidup. Merujuk buku Zikir Lengkap Pagi-Sore karya Ahmad Rasyid, berikut bacaan doa memohon kebaikan akhlak:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ
Arab latin: Allahummahdinii li-ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, washrif 'anni sayyi'ahaa, laa yashrifu 'anni sayyi'ahaa illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, tunjukilah aku kepada akhlak yang paling baik, karena tidak ada yang dapat menunjukkannya selain Engkau. Dan jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, karena tidak ada yang dapat menjauhkannya selain Engkau."
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Bolehkah Umat Islam Meniup Terompet saat Malam Tahun Baru?
Pertama Kali! Kemenag Gelar Natal Bersama Kristen-Katolik di TMII
Hati-hati, Muslim yang Pelihara Anjing Pahalanya Akan Berkurang Tiap Hari