Berdoa merupakan amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Salah satunya adalah doa akhir tahun, yang dapat diamalkan menjelang berakhirnya satu tahun. Doa akhir tahun ini dapat dijadikan sebagai bentuk muhasabah atas perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun.
Perintah untuk berdoa sendiri telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Gafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latin: Wa qāla rabbukumud'ūnī astajib lakum, innal-lażīna yastakbirūna 'an 'ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn(a).
Artinya: Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina." (Gāfir: 60)
Dikutip dari Tafsir Kemenag, ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan supaya manusia berdoa kepada-Nya. Apabila mereka berdoa niscaya Allah SWT akan memperkenankan doa itu.
Berdoa Akhir Tahun Sebaiknya pada Pergantian Tahun Hijriah
Pada dasarnya, umat Islam dianjurkan berdoa pada akhir tahun Hijriah sebab kalender Hijriah merupakan pedoman penanggalan umat Islam.
Dikutip dari buku Majmu Syarif Kamil: Surah Yasin & Al-Kahfi, Doa-doa, Dzikir, Surah-surah dalam Al-Qur'an, Tahlil, dan Al-Asma-ul Husna karya Tim Shahih, dijelaskan bahwa doa akhir tahun dibaca pada waktu akhir sholat Asar pada tanggal 29 atau 30 bulan Zulhijjah sebanyak tiga kali.
Dengan izin Allah SWT, orang yang mengamalkan doa akhir tahun tersebut akan memperoleh perlindungan dari berbagai fitnah dan tipu daya setan, serta mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan sepanjang tahun yang telah berlalu.
Adapun berdoa pada pergantian tahun baru Masehi tidak mengapa selama tidak diniatkan sebagai ibadah sunnah khusus, melainkan sebatas sarana muhasabah dan diposisikan sebagaimana berdoa pada hari-hari biasa.
Mengutip tulisan Ustaz Alhafiz Kurniawan pada laman NU Online Jatim, ia berkata "Selain itu, hendaknya juga tidak meyakininya secara khusus sebagai kesunnahan saat tahun baru Masehi. Membacanya juga dengan dasar kesunnahan berdoa secara umum di waktu kapan pun. Wallahu a'lam."
Doa Akhir Tahun
Berikut ini bacaan doa akhir tahun yang dikutip dari buku Majmu Syarif Kamil sebelumnya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَمِلْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Latin:
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā wa maulānā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Allāhumma mā 'amiltu fī hādhihis-sanati mimmā nahaitanī 'anhu falam atub minhu wa lam tarḍahu wa lam tansahu wa ḥamalta 'alayya ba'da qudratika 'alā 'uqūbatī wa da'autanī ilat-taubati minhu ba'da jur'atī 'alā ma'ṣiyatika, fa innī astaghfiruka faghfir lī. Wa mā 'amiltu fīhā mimmā tarḍāhu wa wa'adtanī 'alaihis-tsawāba fa as'aluka Allāhumma yā Karīmu yā Dzāl-Jalāli wal-Ikrām an tataqabbalahu minnī wa lā taqṭa' rajā'ī minka yā Karīm. Wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan dan pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan pada tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang, sementara aku belum bertobat darinya, dan perbuatan itu tidak Engkau ridhai serta tidak Engkau lupakan, padahal Engkau mampu untuk menghukumku, namun Engkau tetap memanggilku untuk bertobat setelah keberanianku bermaksiat kepada-Mu; maka sungguh aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku lakukan pada tahun ini dari hal-hal yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu, wahai Allah Yang Maha Mulia, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Doa Akhir Tahun Versi Lain
Berikut lafaz doa akhir tahun lainnya yang dikutip dari sumber sebelumnya.
اللَّهُمَّ مَا عَمِلَتْ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فيها على بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَ تي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلْكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ
Latin: Allāhumma mā 'amilat min 'amalin fī hādhihis-sanati mā nahaitanī 'anhu wa lam atub minhu, wa ḥalimta fīhā bi faḍlika ba'da qudratika 'alā 'uqūbatī, wa da'autanī ilat-taubati min ba'di jarā'atī 'alā ma'ṣiyatika. Fa innī istaghfartuka faghfir lī. Wa mā 'amiltu fīhā mimmā tarḍā wa wa'adtanī 'alaihis-tsawāba fa as'aluka an tataqabbala minnī wa lā taqṭa' rajā'ī minka yā Karīm.
Artinya: Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatan ku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahalaMu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
Doa Awal Tahun
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَريمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامُ جَدِيدُ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْاشْتِغَالَ بِمَا يُقْرِبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allāhumma anta al-abadiyyul-qadīmul-awwalu, wa 'alā faḍlikal-'aẓīmi wa karīmi jūdikal-mu'awwal.
Wa hādhā 'āmun jadīdun qad aqbala. As'alukal-'iṣmata fīhi minas-syaiṭāni wa awliyā'ih, wal-'awna 'alā hādhihin-nafsil-ammārati bis-sū', wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfa, yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām.
Artinya: Ya Allah, Kaulah yang Abadi, Qadim, dan Awal. Dan atas karunia-Mu yang besar dan mulia kemurahan-Mu, Kau menjadi pintu harapan. Tuhun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para penolongnya di tahun ini. Aku pun meminta tolong-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku meminta aktivitas keseharian yang mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"