4 Doa Penutup Acara Hari Guru yang Bisa Diamalkan Muslim

4 Doa Penutup Acara Hari Guru yang Bisa Diamalkan Muslim

Anisa Febriani - detikHikmah
Senin, 25 Nov 2024 13:15 WIB
4 Doa Penutup Acara Hari Guru yang Bisa Diamalkan Muslim
Foto: Getty Images/Zuraisham Salleh
Jakarta -

Doa penutup acara Hari Guru dibaca agar kegiatan yang telah diselenggarakan diberkahi oleh Allah SWT. Selain itu, sebagai umat Islam sudah sepantasnya kita berdoa ketika memulai dan menutup suatu acara.

Allah SWT memerintahkan setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya, Dia berfirman dalam surah Gafir ayat 60:

ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ…Ų Ø§Ø¯Ų’ØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Û—Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØŗŲŽŲŠŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØŦŲŽŲ‡ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø¯ŲŽØ§ØŽŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ āŖ–āŖ–āŖ– ŲĻŲ 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina."

Selain itu, doa penutup acara juga didasarkan pada hadits dari Abu Barzah Al Aslami RA. Diriwayatkan,

ADVERTISEMENT

"Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis, beliau membaca Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaiik. Kemudian seorang sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah, Engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca.' Rasulullah menjawab, 'Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis'." (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi)

Berikut beberapa doa penutup acara Hari Guru yang bisa diamalkan muslim seperti dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-hari karya Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI dan kitab Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa'id bin Wahf Al-Qahthani yang diterjemahkan Qosdi Ridlwanullah.

4 Doa Penutup Acara Hari Guru

1. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Pertama

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲŠ ŲˆŲŽØ¨ŲØ­ŲŽŲ…Ų’Ø¯ŲŲƒŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ

Subá¸Ĩānakallahumma rabbÄĢ wa biá¸Ĩamdika lā ilaha illa anta astagfiruka wa atÅĢbu ilaik.

Artinya: "Maha Suci Engkau, Ya Allah wahai Rabbku, dan dengan memuji-Mu, tiada Ilah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."

2. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Kedua

ØąŲŽØ¨Ų‘Ų اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽØĒŲØ¨Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ.

RabbigfirlÄĢ wa tub 'alayya innaka antat-tawwābul-gafÅĢr

Artinya: "Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun." (HR Tirmidzi no 3/153 dan Ibnu Majah no 2/321)

3. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Ketiga

Doa penutup acara Hari Guru versi selanjutnya dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H Hamdan Hamedan. Doa tersebut berasal dari hadits Ibnu Umar RA,

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§Ų‚Ų’ØŗŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØŽŲŽØ´Ų’ŲŠŲŽØĒŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§ØĒŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØšŲ’ØĩŲŲŠŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØˇŲŽØ§ØšŲŽØĒŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØĒŲØ¨ŲŽŲ„ŲŲ‘ØēŲŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØĒŲŽŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲŽØ§ØĒŲŲ‡ŲŽŲˆŲŲ‘Ų†Ų Ø¨ŲŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØĩŲŽØ§ØĻŲØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘Ų†Ų’ŲŠŲŽØ§. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ų…ŲŽØĒŲŲ‘ØšŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲØŖŲŽØŗŲ’Ų…ŲŽØ§ØšŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨Ų’ØĩŲŽØ§ØąŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲˆŲŽŲ‘ØĒŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ§ØąŲØĢŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų‡Ų ØĢŲŽØŖŲ’ØąŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØšŲŽØ§Ø¯Ø§ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ Ų…ŲØĩŲŲŠŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲ†ŲŽØ§ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘Ų†Ų’ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲŽ Ų‡ŲŽŲ…ŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ Ų…ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽØēŲŽ ØšŲŲ„Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ØĒŲØŗŲŽŲ„ŲŲ‘ØˇŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ų„Ø§ŲŽ ŲŠŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽØ§

Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma'shiyyatik, wa min thaa'atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi 'alaina mashaaibad dunya.

Allahumma matti'naa bi asmaa'inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj'alhul waaritsa minna waj'alhu tsa'ranaa 'alaa man 'aadanaa wa laa taj'al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj'alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha 'ilminaa wa laa tusallith 'alainaa man laa yarhamunaa.

Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami." (HR Tirmidzi)

4. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Keempat

Doa penutup acara lainnya juga bisa diamalkan dari ayat suci Al-Qur'an, yaitu pada surah As Saffat ayat 180-182,

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ˛ŲŽŲ‘ØŠŲ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ŲŠŲŽØĩŲŲŲŲˆŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Subhaana rabbikaa rabbil 'izzati 'ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil 'aalamiin

Artinya: "Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Kedudukan Guru dalam Islam

Diterangkan dalam buku Konsep Pendidik Menurut KH. M. Hasyim Asy'ari dalam Kitab Al Adab Al-'Alim Wa Al-Muta'alim dan Relevansinya terhadap Kompetensi Guru PAI yang disusun oleh Zulfaizah Fitri, guru memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Kedudukan ini tidak diukur dari aspek materi, melainkan apa yang Allah SWT persiapkan di akhirat kelak bagi mereka.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

"Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak." (HR Bukhari)

Selain itu, Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa guru dituntut melaksanakan tugas untuk menyampaikan ilmu. Oleh karenanya, mereka harus beradab dan mengikut ajaran Nabi Muhammad SAW.




(aeb/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads