Doa Ziarah Kubur Hari Raya Idul Fitri untuk Orang Tua

Doa Ziarah Kubur Hari Raya Idul Fitri untuk Orang Tua

Annisa Dayana Salsabilla - detikHikmah
Rabu, 10 Apr 2024 07:00 WIB
Warga berziarah ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2024).
Warga berziarah ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2024). Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Salah satu tradisi Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan umat Islam di Indonesia adalah ziarah kubur. Sembari berziarah, umat Islam dianjurkan membaca doa ziarah kubur.

Selain bersilaturahmi dan berkumpul dengan sanak saudara, hari Raya Idul Fitri banyak dijadikan umat Islam yang tinggal jauh dari tempat asal sebagai kesempatan untuk melakukan ziarah kubur.

Hukum Ziarah Kubur saat Hari Raya Idul Fitri

Mengutip buku Gaya Selingkung Beda Mazhab karya Mukhlis Lubis, ziarah kubur di bulan Ramadan ataupun di Hari Raya Idul Fitri telah menjadi tradisi. Perlu dipahami bahwa tidak ada perintah yang menganjurkannya secara eksplisit, tetapi tidak ada pula dalil yang melarangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun hukum ziarah kubur bagi laki-laki adalah sunah atau dianjurkan, seperti dijelaskan Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq.

Hal tersebut bersandar pada hadits. Diriwayatkan dari Abdulah bin Buraidah, Rasulullah SAW bersabda,

ADVERTISEMENT

"Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, (adapun sekarang) berziarahlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR Muslim dan Ashabus Sunan)

Terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hukum ziarah kubur bagi wanita. Imam Malik dan sebagian pengikut mazhab Hanafi membolehkan ziarah kubur bagi wanita.

Terdapat pula riwayat dari Ahmad dan mayoritas ulama mengenai ziarah kubur bagi wanita, berdasarkan hadits Aisyah RA ketika beliau bertanya pada Rasulullah SAW, "Bagaimana aku mengatakan kepadanya (penghuni kubur), wahai Rasulullah?"

Dari hadits tersebut, jika Aisyah RA bertanya mengenai ucapan saat ziarah kubur, berarti beliau (sebagai wanita) diperbolehkan ziarah kubur.

Adapun ulama yang memakruhkan ziarah kubur bagi wanita berpendapat wanita biasanya kurang sabar dan gampang sedih. Ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW, "Allah melaknat para wanita yang suka berziarah kubur." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua

Menukil kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, berikut beberapa doa ziarah kubur yang dapat dipanjatkan.

Doa Ziarah Kubur Riwayat Muslim

Telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Aisyah RA, ia berkata, "Jika pada malam gilirannya bersama, Rasulullah SAW keluar pada akhir malam menuju Baqi' dan berkata,

Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¯ŲŽØ§ØąŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ، ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŲˆØšŲŽØ¯ŲŲˆŲ†ŲŽ ØēŲŽØ¯Ø§Ų‹ Ų…ŲØ¤ŲŽØŦŲŽŲ‘Ų„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØĨŲ†Ų’ Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§Ø­ŲŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø¨ŲŽŲ‚ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽØąŲ’Ų‚ŲŽØ¯Ų

Assalaamu 'alaikum daara qaumin mu'miniina wa ataakum maa tuu'aduuna ghadan muajjaluuna wa innaa in syaa allaahu bikum laa-hiquun, Allaahummagh fir liahli baqii'il gharqad.

Artinya: "Keselamatan semoga atas kalian wahai kaum Mukminin, telah datang apa yang telah dijanjikan kepada kalian. Esok nasib kalian telah ditentukan. Sesungguhnya kami apabila Allah menghendaki akan bertemu dengan kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi'ul Ghardaq."

Doa Ziarah Kubur dalam Shahih Muslim

Telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim, sungguh dia mengatakan, "Ya Rasulullah, yaitu ketika ziarah kubur." Beliau bersabda, "Bacalah,

Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘ŲŠŲŽØ§ØąŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽØŒ ŲˆŲŽŲŠŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¯ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽØŖŲ’ØŽŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØĨؐ؆ؒ Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§Ø­ŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ

Assalaamu 'alaa ahlid diyaar minal mu'miniina wal muslimiin wa yarhamul laahul mustaqdimiin minkum wa minnaa wal musta'khiriina. Wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun.

Artinya: "Keselamatan semoga atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu kalian dan juga kepada kami yang akan datang berikutnya, dan kami jika Allah berkehendak akan bertemu dengan kalian."

Doa Ziarah Kubur Riwayat At Tirmidzi

Telah diriwayatkan dalam kitab At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Rasulullah SAW melewati pekuburan penduduk Madinah, kemudian beliau menghadapkan mukanya dan mengucap,

Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų‚ŲØ¨ŲŲˆØąŲØŒ ŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØŗŲŽŲ„ŲŽŲŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØ­Ų’Ų†Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŖŲŽØĢŲŽØąŲ

Assalaamu'alaukum yaa ahlal qubuur, yaghfirullaahu lanaa wala-kum antum salafunaa wanahnu bil atsar.

Artinya: "Keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah terdahulu kami dan kami akan menyusul."

Doa Ziarah Kubur Riwayat Muslim

Imam Muslim mengeluarkan hadits dengan redaksi yang lebih panjang tentang bacaan doa ziarah kubur. Berikut lafaznya.

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽØšŲŽØ§ŲŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØšŲ’ŲŲ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŲ…Ų’ Ų†ŲØ˛ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲˆŲŽØŗŲŲ‘ØšŲ’ Ų…ŲŽØ¯Ų’ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ§ØēŲ’ØŗŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĢŲŽŲ‘Ų„Ų’ØŦؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØąŲŽØ¯ŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲ‚ŲŲ‘Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø°ŲŲ‘Ų†ŲŲˆØ¨Ų ŲˆØ§Ų„Ų’ØŽŲŽØˇŲŽØ§ŲŠŲŽØ§ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŲ†ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„ØĢŲŽŲ‘ŲˆŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ¨Ų’ŲŠŲŽØļŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø¯ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØŗŲ

ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø¯ŲŽØ§ØąŲ‹Ø§ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŽØ§ØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲ‹Ø§ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲØ°Ų’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§Øą, ŲˆŲŽØ§ŲŲ’ØŗŲŽØ­Ų’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ؁ؐ؊ Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲ†ŲŽŲˆŲŲ‘ØąŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲŲŲŠŲ‡Ų

AllahummaghfÃŦrlahu war hamhu wa 'aafÃŦhÃŦÃŦ wa'fu anhu, wa akrÃŦm nuzuulahu wawassÃŦ' madholahu, waghsÃŦlhu bÃŦl maa'ÃŦ watssaljÃŦ walbaradÃŦ, wa naqqÃŦhÃŦ, mÃŦnaddzzunubÃŦ wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mÃŦnad danasÃŦ

WabdÃŦlhu daaran khaÃŦran mÃŦn daarÃŦhÃŦ wa zaujan khaÃŦran mÃŦn zaujÃŦhÃŦ. Wa adkhÃŦlhul jannata wa aÃŦdzhu mÃŦn adzabÃŦl qabrÃŦ wa mÃŦn adzabÃŦnnaarÃŦ wafsah lahu fÃŦ qabrÃŦhÃŦ wa nawwÃŦr lahu fÃŦhÃŦ

Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)




(kri/kri)
Panduan Ziarah Kubur

Panduan Ziarah Kubur

78 konten
Ziarah kubur adalah amalan sunah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW selama sesuai dengan syariat dan tidak mengandung syirik atau kemusyrikan. Tujuan pengerjaan ziarah kubur sendiri sebagai pengingat akan kematian dan akhirat.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads