Salah satu tradisi Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan umat Islam di Indonesia adalah ziarah kubur. Sembari berziarah, umat Islam dianjurkan membaca doa ziarah kubur.
Selain bersilaturahmi dan berkumpul dengan sanak saudara, hari Raya Idul Fitri banyak dijadikan umat Islam yang tinggal jauh dari tempat asal sebagai kesempatan untuk melakukan ziarah kubur.
Baca juga: Tahlil Ziarah Kubur Doa Arwah Arab dan Latin |
Hukum Ziarah Kubur saat Hari Raya Idul Fitri
Mengutip buku Gaya Selingkung Beda Mazhab karya Mukhlis Lubis, ziarah kubur di bulan Ramadan ataupun di Hari Raya Idul Fitri telah menjadi tradisi. Perlu dipahami bahwa tidak ada perintah yang menganjurkannya secara eksplisit, tetapi tidak ada pula dalil yang melarangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun hukum ziarah kubur bagi laki-laki adalah sunah atau dianjurkan, seperti dijelaskan Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq.
Hal tersebut bersandar pada hadits. Diriwayatkan dari Abdulah bin Buraidah, Rasulullah SAW bersabda,
"Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, (adapun sekarang) berziarahlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR Muslim dan Ashabus Sunan)
Terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hukum ziarah kubur bagi wanita. Imam Malik dan sebagian pengikut mazhab Hanafi membolehkan ziarah kubur bagi wanita.
Terdapat pula riwayat dari Ahmad dan mayoritas ulama mengenai ziarah kubur bagi wanita, berdasarkan hadits Aisyah RA ketika beliau bertanya pada Rasulullah SAW, "Bagaimana aku mengatakan kepadanya (penghuni kubur), wahai Rasulullah?"
Dari hadits tersebut, jika Aisyah RA bertanya mengenai ucapan saat ziarah kubur, berarti beliau (sebagai wanita) diperbolehkan ziarah kubur.
Adapun ulama yang memakruhkan ziarah kubur bagi wanita berpendapat wanita biasanya kurang sabar dan gampang sedih. Ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW, "Allah melaknat para wanita yang suka berziarah kubur." (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua
Menukil kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, berikut beberapa doa ziarah kubur yang dapat dipanjatkan.
Doa Ziarah Kubur Riwayat Muslim
Telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Aisyah RA, ia berkata, "Jika pada malam gilirannya bersama, Rasulullah SAW keluar pada akhir malam menuju Baqi' dan berkata,
Ø§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø¯ŲØ§ØąŲ ŲŲŲŲŲ Ų Ų ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ø ŲŲØŖŲØĒŲØ§ŲŲŲ Ų Ų ŲØ§ ØĒŲŲØšŲدŲŲŲŲ ØēŲØ¯Ø§Ų Ų ŲØ¤ŲØŦŲŲŲŲŲŲŲŲØ ŲŲØĨŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲ Ø´ŲØ§ØĄŲ اŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ØŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲØŖŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲØšŲ اŲŲØēŲØąŲŲŲØ¯Ų
Assalaamu 'alaikum daara qaumin mu'miniina wa ataakum maa tuu'aduuna ghadan muajjaluuna wa innaa in syaa allaahu bikum laa-hiquun, Allaahummagh fir liahli baqii'il gharqad.
Artinya: "Keselamatan semoga atas kalian wahai kaum Mukminin, telah datang apa yang telah dijanjikan kepada kalian. Esok nasib kalian telah ditentukan. Sesungguhnya kami apabila Allah menghendaki akan bertemu dengan kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi'ul Ghardaq."
Doa Ziarah Kubur dalam Shahih Muslim
Telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim, sungguh dia mengatakan, "Ya Rasulullah, yaitu ketika ziarah kubur." Beliau bersabda, "Bacalah,
Ø§ŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØ§ØąŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲŲŲØąŲØŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØŗŲØĒŲŲŲØ¯ŲŲ ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŗŲØĒŲØŖŲØŽŲØąŲŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲ Ø´ŲØ§ØĄŲ اŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ØŲŲŲŲŲŲ
Assalaamu 'alaa ahlid diyaar minal mu'miniina wal muslimiin wa yarhamul laahul mustaqdimiin minkum wa minnaa wal musta'khiriina. Wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun.
Artinya: "Keselamatan semoga atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu kalian dan juga kepada kami yang akan datang berikutnya, dan kami jika Allah berkehendak akan bertemu dengan kalian."
Doa Ziarah Kubur Riwayat At Tirmidzi
Telah diriwayatkan dalam kitab At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Rasulullah SAW melewati pekuburan penduduk Madinah, kemudian beliau menghadapkan mukanya dan mengucap,
Ø§ŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ¨ŲŲØąŲØ ŲŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲØĒŲŲ Ų ØŗŲŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØŖŲØĢŲØąŲ
Assalaamu'alaukum yaa ahlal qubuur, yaghfirullaahu lanaa wala-kum antum salafunaa wanahnu bil atsar.
Artinya: "Keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah terdahulu kami dan kami akan menyusul."
Doa Ziarah Kubur Riwayat Muslim
Imam Muslim mengeluarkan hadits dengan redaksi yang lebih panjang tentang bacaan doa ziarah kubur. Berikut lafaznya.
اŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲ ŲŲØšŲاŲŲŲŲ ŲŲØ§ØšŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲŲŲØąŲŲ Ų ŲŲØ˛ŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲØŗŲŲØšŲ Ų ŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲØ ŲŲØ§ØēŲØŗŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲ ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲØĢŲŲŲŲØŦŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØąŲØ¯ŲØ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ°ŲŲŲŲŲØ¨Ų ŲØ§ŲŲØŽŲØˇŲØ§ŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĢŲŲŲŲØ¨Ų اŲŲØŖŲبŲŲŲØļŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØŗŲ
ŲŲØŖŲØ¨ŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲا ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲŲŲØ ŲŲØ˛ŲŲŲØŦŲØ§ ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø˛ŲŲŲØŦŲŲŲØ ŲŲØŖŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲØ ŲŲØŖŲØšŲØ°ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲØąŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§Øą, ŲŲØ§ŲŲØŗŲØŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØąŲŲŲØ ŲŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
AllahummaghfÃŦrlahu war hamhu wa 'aafÃŦhÃŦÃŦ wa'fu anhu, wa akrÃŦm nuzuulahu wawassÃŦ' madholahu, waghsÃŦlhu bÃŦl maa'ÃŦ watssaljÃŦ walbaradÃŦ, wa naqqÃŦhÃŦ, mÃŦnaddzzunubÃŦ wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mÃŦnad danasÃŦ
WabdÃŦlhu daaran khaÃŦran mÃŦn daarÃŦhÃŦ wa zaujan khaÃŦran mÃŦn zaujÃŦhÃŦ. Wa adkhÃŦlhul jannata wa aÃŦdzhu mÃŦn adzabÃŦl qabrÃŦ wa mÃŦn adzabÃŦnnaarÃŦ wafsah lahu fÃŦ qabrÃŦhÃŦ wa nawwÃŦr lahu fÃŦhÃŦ
Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.
Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)
(kri/kri)
Komentar Terbanyak
Ketum PBNU Gus Yahya Minta Maaf Undang Peter Berkowitz Akademisi Pro-Israel
Kelaparan di Gaza Kian Memburuk, Korban Anak Meningkat
Turki Desak Negara Islam Kompak Boikot Israel di Sidang PBB