Doa Berkendara Sesuai Sunnah Rasulullah yang Bisa Diamalkan

Doa Berkendara Sesuai Sunnah Rasulullah yang Bisa Diamalkan

Rahma Ambar Nabilah, Kristina - detikHikmah
Senin, 21 Agu 2023 08:00 WIB
Doa Berkendara Sesuai Sunnah Rasulullah yang Bisa Diamalkan
Ilustrasi membaca doa berkendara sesuai ajaran Rasulullah SAW. Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto
Jakarta -

Di antara sunnah dalam berkendara adalah membaca doa. Rasulullah SAW juga telah mengajarkan beberapa doa berkendara yang bisa dipanjatkan umat Islam.

Doa berkendara umumnya termuat dalam kumpulan doa safar. Para ulama menyandarkan anjuran membaca doa ketika berkendara dengan firman Allah SWT dalam surah Az Zukhruf ayat 12-14.

ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽØ§ØŦŲŽ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŲ„Ų’ŲƒŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲ†Ų’ØšŲŽØ§Ų…Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲ’ŲƒŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™ ŲĄŲĸ ؄ؐØĒŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲˆŲ—Ø§ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ø¸ŲŲ‡ŲŲˆŲ’ØąŲŲ‡Ų– ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĒŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ø§ Ų†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØŠŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ ØŗŲØ¨Ų’Ø­Ų°Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ØŗŲŽØŽŲ‘ŲŽØąŲŽ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡Ų— Ų…ŲŲ‚Ų’ØąŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ™ ŲĄŲŖ ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲØ¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲĄŲ¤

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "(Dialah) yang menciptakan semua makhluk berpasang-pasangan dan menjadikan kapal laut untukmu serta hewan ternak untuk kamu tunggangi agar kamu dapat duduk di atas punggungnya. Kemudian jika kamu sudah duduk (di atas punggung)-nya, kamu akan mengingat nikmat Tuhanmu dan mengucapkan, "Mahasuci Zat yang telah menundukkan (semua) ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami."

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam kitab adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah menjelaskan, ayat tersebut mengandung pengertian bahwa sarana transportasi berasal dari kelembutan Allah SWT, penundukan-Nya, pemuliaan-Nya, dan pemberian nikmat dari-Nya. Sehingga, sudah sepatutnya ketika menaikinya untuk berdzikir kepada Sang Pemberi Nikmat.

ADVERTISEMENT

Dalam Mukhtashar Riyaadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi terdapat hadits yang menyebut bahwa jika sudah berada di atas kendaraannya ketika hendak bepergian, Rasulullah SAW bertakbir tiga kali lalu membaca doa berkendara. Berikut bacaannya.

Doa Berkendara

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŗŲŽØŽŲ‘ŲŽØąŲŽ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲ‚Ų’ØąŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲØ¨ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ؁ؐ؊ ØŗŲŽŲŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲØąŲ‘ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų‡ŲŽŲˆŲ‘ŲŲ†Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ØŗŲŽŲŲŽØąŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØˇŲ’ŲˆŲ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲØ¨Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲŲŽØŠŲ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽØšŲ’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ø¨ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų’Ø¸ŲŽØąŲ ŲˆŲŽØŗŲŲˆØĄŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲŽØ¨Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ¯Ų

Subhaanal ladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun. Allohumma innaa nas'aluka fii safarinaa haadzal birro wat taqwaa wa minal 'amali maa tardhoo. Alloohumma hawwin 'alainaa safaronaa haadzaa wathwi 'annaa bu'dah. Allohumma antash shoohibu fis safari wal kholiifatu fil ahl. Alloohumma innii a'uudzu bika min wa'tsaa'is safari wa ka'aabatil manzhori wa suu'il munqolabi fil maali wal ahli wal walad

Artinya: "Mahasuci Dzat yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak kmampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah, sungguh kami memohon kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai dalam safar ini. Ya Allah, aku mohon Engkau berkenan memudahkan safar ini dan mendekatkan jarak jauhnya. Ya Allah, Engkaulah pelindung dalam safar ini dan penjaga bagi keluarga yang kutinggalkan. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kepayahan dan kesedihan dalam safar ini, dan kejadian yang tidak diharapkan, baik dalam harta, istri, maupun anak, saat aku kembali nanti."

Doa berkendara tersebut diriwayatkan Muslim dari Ibnu Umar RA. Masih disebutkan dalam riwayat yang sama, ketika Rasulullah SAW hendak pulang, beliau juga membaca doa tersebut dengan ditambah: aaayiibun, taa'ibuun, 'aabiduun, lirobbinaa haamduun (Kami kembali, bertobat, beribadah, dan memuji kepada Rabb kami)

Dalam Syarah Riyadhus Shalihin turut dijelaskan, ketika berkendara juga dianjurkan membaca basmalah. Dianjurkan pula memperbanyak memuji Allah SWT, mengagungkan-Nya, dan menyucikan-Nya.

Adab-adab Berkendara

Mengutip buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana, berikut adab berkendara yang bisa diperhatikan seorang muslim:

  • Mengucapkan niat bahwa berkendara ini adalah untuk kebaikan dan semata-mata untuk Allah SWT.
  • Bersyukur dengan kendaraan yang ada dan meyakini bahwa Allah SWT akan memberikan perlindungan terhadap kita.
  • Memperhatikan kelengkapan dan keamanan kendaraan.
  • Membaca basmalah dan berdoa ketika akan mengendarai kendaraan.
  • Mengucapkan takbir ketika menemui jalanan yang terjal.
  • Mematuhi peraturan lalu lintas dan menghormati pengendara lain.



(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads