Rasulullah SAW dalam haditsnya pernah menyebutkan kelompok orang-orang yang enggan masuk ke surga milik Allah SWT. Siapakah orang-orang tersebut?
Hadits yang dimaksud bersumber dari Abu Hurairah RA yang pernah mengutip sabda Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Bukhari dengan sanad shahih dalam Kitab Al I'tisham bil Kitab wa As Sunnah berikut bunyinya.
Ø£ØšÙ ÙØ±Ùرة رض٠اÙÙ٠عÙ٠٠رÙÙØ¹Ø§Ù: «ÙÙ Ø£Ù ØªÙ ÙØ¯Ø®ÙÙÙ Ø§ÙØ¬ÙØ© Ø¥ÙØ§ Ù Ù Ø£ÙØšÙÙ». ÙÙÙ: ÙÙ ÙÙÙ ÙÙØ£ÙØšÙÙ ÙØ§ رسÙ٠اÙÙÙØ ÙØ§Ù: «٠٠أطاعÙÙ Ø¯Ø®Ù Ø§ÙØ¬ÙØ©Ø Ù٠٠عصاÙÙ ÙÙØ¯ Ø£ÙØšÙÙ»
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Seluruh umatku masuk surga, kecuali orang yang enggan." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapa orang yang enggan itu?" Beliau bersabda, "Barang siapa yang taat kepadaku ia pasti masuk surga, dan barang siapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah enggan masuk surga." (HR Bukhari)
Orang-orang yang enggan masuk surga adalah mereka yang enggan menaati perintah rasul. Menurut Kitab Fathul Bari, orang-orang yang enggan masuk surga dalam hadits tersebut dapat terdiri dari golongan kafir maupun muslim.
Golongan kafir yang enggan masuk surga disebutkan tidak akan masuk surga sama sekali. Sementara, bagi muslim disebutkan akan melalui proses yang lama terlebih dahulu sebelum masuk surga.
"Jika dia itu muslim maka maksudnya dia tidak akan masuk surga beserta orang-orang yang pertama memasukinya. Jadi dia bakal masuk tapi ada proses dulu yang membuat masuknya lambat," demikian penjelasannya yang diterjemahkan oleh Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah (PISS) KTB dalam buku Tanya Jawab Islam.
Mengenai perintah taat kepada rasul sejatinya sudah banyak disebutkan dalam Al-Qur'an. Salah satunya dalam surah Ali Imran ayat 32,
ÙÙÙÙ Ø£ÙØ·ÙÙØ¹ÙÙØ§Û Ù±ÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙ±ÙØ±ÙÙØ³ÙÙÙÙ Û ÙÙØ¥Ù٠تÙÙÙÙÙÙÙÙØ§Û ÙÙØ¥ÙÙÙÙ Ù±ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ ÙÙØÙØšÙÙ Ù±ÙÙÙÙÙ°ÙÙØ±ÙÙÙÙ
Artinya: Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
Selain itu, disebutkan pula dalam surah An Nisa ayat 80. Allah SWT berfirman,
Ù ÙÙÙ ÙÙÙØ·ÙØ¹Ù Ø§ÙØ±ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙØ¯Ù Ø§ÙØ·Ùاع٠اÙÙÙÙ°ÙÙ Û ÙÙÙ ÙÙ٠تÙÙÙÙÙÙ°Ù ÙÙÙ ÙØ§Ù Ø§ÙØ±ÙسÙÙÙÙÙ°Ù٠عÙÙÙÙÙÙÙÙ Ù ØÙÙÙÙÙØžÙا Û
Artinya: "Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara mereka."
Disebutkan dalam Tafsir Tahlili terbitan Kemenag, menaati rasul tidak dapat dikatakan sebagai perbuatan syirik atau mempersekutukan Allah SWT. Sebab, rasul adalah utusan Allah SWT yang mengemban perintah-Nya.
Taat kepada Rasulullah SAW
Menurut surat Al Hasyr ayat 7, taat kepada rasul adalah mengikuti apa yang diajarkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya. Allah SWT berfirman,
ÙÙÙ ÙØ§Ù Ø¡ÙØ§ØªÙÙÙ°ÙÙÙ Ù Ù±ÙØ±ÙÙØ³ÙÙÙÙ ÙÙØ®ÙذÙÙÙÙ ÙÙÙ ÙØ§ ÙÙÙÙÙÙ°ÙÙ٠٠عÙÙÙÙÙ ÙÙÙ±ÙØªÙÙÙÙØ§Û
Artinya: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."
Menaati Rasulullah dapat dilakukan dengan menjalankan apa yang menjadi syariatnya. Dalam Islam, ada banyak ibadah yang dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan rasul.
Ibadah ini bisa dilakukan dalam usaha menjadi salah satu umat Rasulullah SAW yang pasti masuk surga. Tentunya saat melakukan ibadah, tiap muslim harus taat pada rukun dan syaratnya.
Berikut beberapa amalan yang diperintahkan Rasulullah SAW adalah salat, puasa, zakat, membaca Al-Qur'an, mengingat Allah SWT baik di waktu lapang maupun sempit, hingga membaca sholawat sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Ahzab ayat 56 sebagai berikut.
Ø¥ÙÙÙÙ Ù±ÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙ ÙÙÙÙ°ÙØŠÙÙÙØªÙÙÙÛ¥ ÙÙØµÙÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙ Ù±ÙÙÙÙØšÙÙÙÙ Û ÙÙÙ°ÙØ£ÙÙÙÙÙÙØ§ Ù±ÙÙÙØ°ÙÙÙÙ Ø¡ÙØ§Ù ÙÙÙÙØ§Û صÙÙÙÙÙØ§Û عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ ÙÙØ§Û ØªÙØ³ÙÙÙÙÙ ÙØ§
Artinya:"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
(rah/lus)












































Komentar Terbanyak
MUI: Nikah Siri Sah tapi Haram
Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Ulama Malam Ini Tanpa Rais Aam
Gus Yahya Kumpulkan Alim Ulama di PBNU Malam Ini, Rais Aam & Sekjen Tak Diundang