Mendoakan orang yang memberi makan merupakan sunnah Rasulullah SAW. Doa untuk orang yang memberi makan ini disebutkan dalam sejumlah hadits.
Memberi makan orang lain memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya seperti dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Iman bab "Memberi makan"
ŲŲØšŲŲŲ ØšŲØ¨Ųد اŲŲŲ Ø¨Ų ØšŲŲ ŲØąŲŲ Ø¨ŲŲ Ø§ŲŲØšŲاØĩŲ ØąŲØļŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲŲ ØąŲØŦŲŲØ§Ų ØŗŲØŖŲŲŲ ØąŲØŗŲŲŲ Ø§ŲŲŲ : ØŖŲŲ Ø§ŲØĨØŗŲØ§Ų ØŽŲŲŲØąŲØ ŲŲØ§ŲŲ: ÂĢØĒŲØˇŲØšŲŲ Ų Ø§ŲØˇŲŲØšŲØ§Ų Ų ŲŲØĒŲŲŲØąŲØŖŲ Ø§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšØąŲØĒ ŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ Ų ØĒŲØšØąŲ Ų ØĒŲŲ ØšŲŲŲ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dari Abdullah bin Amr bin ibnul Ash RA bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah SAW. "Amalan Islam apa yang paling baik?" Beliau bersabda, "Engkau memberikan makanan, serta mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal." (Muttafaq'alaih)
ŲŲØšŲŲŲ ØŖŲŲ Ų ØšŲŲ ŲŲØ§ØąŲØŠŲ Ø§ŲŲØŖŲŲŲØĩŲØ§ØąŲŲŲØŠŲ ØąŲØļŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲ Ø§ŲŲØ¨Ų īˇē Ø¯ŲØŽŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲØ§Ø ŲŲŲŲØ¯ŲŲŲ ŲØĒŲ ØĨŲŲŲŲŲŲŲ ØˇŲØšŲØ§Ų ŲØ§Ø ŲŲŲŲØ§ŲŲ: ÂĢŲŲŲŲÂģ ŲŲŲŲØ§ŲŲØĒŲ: ØĨŲŲŲŲŲ ØĩŲØ§ŲŲŲ ŲØŠŲØ ŲŲŲŲØ§ŲŲ ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ īˇē ÂĢØĨŲŲ Ø§ŲØĩŲŲØ§ŲŲŲ Ų ØĒŲØĩŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲØ§ØĻŲŲŲØŠŲ ØĨذا ØŖŲŲ ØšŲŲŲØ¯ŲŲŲ ØŲØĒŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲØšŲŲØ§
Artinya: Dari Ummu Umarah al-Anshariyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke rumah Ummu Umarah lalu ia menghidangkan makanan untuk beliau. kemudian beliau bersabda, "Makanlah, ya Ummu Umarah." Ia menjawab, "Aku sedang berpuasa." Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang berpuasa itu didoakan oleh malaikat, jika ada orang makan di tempatnya sampai selesai makan." Atau beliau bersabda, "Sampai orang yang makan itu merasa kenyang." (HR At-Tirmidzi. Dan menurutnya hadits ini hasan shahih)
Doa untuk Orang yang Memberi Makan
Mengutip Kitab adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr, di antara doa-doa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, dari Al-Miqdad RA dia berkata, "Aku datang bersama dua orang sahabatku, sementara pendengaran dan penglihatan kami telah hilang karena kelelahan, maka kami datang kepada Nabi Muhammad SAW, disebutkan hadits lengkapnya, dan di dalamnya dikatakan, "Sungguh Nabi SAW berdoa:
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØŖŲØˇŲØšŲŲ Ų Ų ŲŲŲ ØŖŲØˇŲØšŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ØŗŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŗŲŲŲØ§ŲŲŲ
Arab latin: Allahumma ath'im man ath'amanii wasqi man saqaa-nii
Artinya: 'Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan, dan berilah minum orang yang memberiku minum.'" (Shahih Muslim, no 2055)
Di antaranya pula apa yang diriwayatkan Abdullah bin Busr RA beliau berkata, "Rasulullah SAW singgah pada bapakku..." Beliau berkata, "Kami mendekatkan kepadanya makanan dan wathbah (yakni sejenis makanan yang terbuat dari kurma, keju, dan samin), lalu beliau memakan sebagian di antaranya. Kemudian didatangkan kurma, maka beliau memakannya dan membuang bijinya di antara kedua jarinya seraya mengumpulkan jari telunjuk dan jari tengah. Setelah itu didatangkan minuman dan beliau meminumnya. Kemudian beliau memberikan kepada orang yang ada di kamarnya." Beliau berkata, "Bapakku berkata sambil memegang kekang hewan tunggangannya, 'Doakanlah kepada Allah SWT untuk kami.' Beliau berdoa:
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø¨ŲØ§ØąŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ų ŲØ§ ØąŲØ˛ŲŲŲØĒŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ØēŲŲŲØąŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲŲ Ų
Arab latin: Allahumma baarik lahum fii maa razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum
Artinya: 'Ya Allah, berkahilah untuk mereka pada apa yang Engkau karuniakan bagi mereka, dan ampunilah mereka, serta rahmatilah mereka.'" (Shahih Muslim, No 2042)
Riwayat tentang mendoakan orang yang memberi makan turut disebutkan dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi. Ulama Syafi'iyah ini menukil riwayat dalam Kitab Sunan Abi Dawud dengan sanad shahih mengenai hadits tentang doa untuk orang yang memberi makan. Dari Anas RA, ia berkata,
ØŖŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØŦŲØ§ØĄŲ ØĨŲŲŲŲ ØŗŲØšŲØ¯Ų Ø¨ŲŲŲ ØšŲØ¨ŲØ§Ø¯ŲØŠŲ ØąŲØļŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲØ ŲŲØŦŲØ§ØĄŲ Ø¨ŲØŽŲŲŲØąŲ ŲŲØ˛ŲŲŲØĒŲ ŲŲØŖŲŲŲŲŲØ ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų: ØŖŲŲŲØˇŲØąŲ ØšŲŲŲØ¯ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØĩŲŲØ§ØĻŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲŲŲŲŲ ØˇŲØšŲØ§Ų ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØŖŲØ¨ŲØąŲØ§ØąŲØ ŲŲØĩŲŲŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲ ŲŲŲØ§ØĻŲŲŲØŠŲ
Artinya: "Nabi SAW datang kepada Sa'd ibn Ubadah RA, lalu Sa'd menghidangkan roti dan minyak. Maka beliau makan, kemudian bersabda, "Telah berbuka pada kalian orang-orang yang puasa, dan telah memakan makanan kalian orang-orang yang bertakwa, serta telah mendoakan kalian para malaikat."
Bukan hanya itu, di dalam Kitab Sunan Abi Dawud melalui seorang lelaki dari Jabir RA yang menceritakan:
ØĩŲŲŲØšŲ ØŖŲØ¨ŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲØĢŲŲ Ų Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲØĒŲŲŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØˇŲØšŲØ§Ų Ø§ŲØ ŲŲØ¯ŲØšŲØ§ اŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØŖŲØĩŲØŲØ§Ø¨ŲŲŲØ ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØąŲØēŲŲØ§Ø ŲŲØ§ŲŲ: ØŖŲŲŲØ¨ŲŲØ§ ØŖŲØŽŲاŲŲŲ Ų. ŲŲØ§ŲŲŲØ§: ŲŲØ§ ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ ØĨŲØĢŲØ§Ø¨ŲØĒŲŲŲØ ŲŲØ§ŲŲ: ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŦŲŲŲ ØĨŲØ°Ųا Ø¯ŲØŽŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲØŖŲŲŲŲŲ ØˇŲØšŲØ§Ų ŲŲŲ ŲŲØ´ŲØąŲØ¨Ų Ø´ŲØąŲابŲŲŲØ ŲŲØ¯ŲØšŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØ ŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ØĨŲØĢŲØ§Ø¨ŲØĒŲŲ
Artinya: Abu Haitsam ibnu Taihan membuat jamuan makan untuk Nabi Muhammad SAW. Lalu ia mengundang Nabi SAW dan para sahabatnya. Ketika mereka selesai makan, Nabi SAW bersabda, "Balaslah jasa saudara kalian!" Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah SAW, bagaimana cara membalasnya?" Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang lelaki apabila rumahnya dikunjungi, lalu makanannya dimakan dan minumannya diminum, kemudian mereka mendoakan untuknya, maka itulah balasan jasanya."
Sementara itu, Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Bulughul Maram menjelaskan mengenai hadits yang berkaitan dengan hal tersebut.
Dituturkan dari Abu Sa'id Al-Khudri RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
ØŖŲŲŲŲŲ ŲØ§ Ų ŲØŗŲŲŲŲ Ų ŲŲØŗŲا Ų ŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ ØĒŲŲŲØ¨Ųا ØšŲŲŲŲ ØšŲØąŲŲŲ ŲŲØŗŲاŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŽŲØļŲØąŲ Ø§ŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØŖŲŲŲŲŲ ŲØ§ Ų ŲØŗŲŲŲŲ Ų ØŖŲØˇŲØšŲŲ Ų Ų ŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ ØšŲŲŲŲ ØŦŲŲŲØšŲ ØŖŲØˇŲØšŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØĢŲŲ ŲØ§ØąŲ اŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØŖŲŲŲŲŲ ŲØ§ Ų ŲØŗŲŲŲŲ Ų ØŗŲŲŲŲ Ų ŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ ØšŲŲŲŲ Ø¸ŲŲ ŲØ§ ØŗŲŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲŲ Ø§ŲŲ ØŽØĒŲŲ
Artinya: "Siapa saja Muslim yang memberi pakaian Muslim lainnya yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah SWT akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Siapa saja Muslim yang memberi makan Muslim lainnya yang kelaparan, niscaya Allah SWT akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Dan siapa saja Muslim yang memberi minum Muslim lainnya yang kehausan, niscaya Allah akan memberi minuman dari minuman suci yang tertutup." (HR Abu Daud dan dalam sanadnya ada kelemahan).
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik
Bule Protes Suara Tadarusan, Kemenag Tegaskan Aturan Toa Masjid