Doa yang Dibaca Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup

Doa yang Dibaca Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 12 Mar 2023 19:00 WIB
Doa yang Dibaca Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup
Ilustrasi Nabi Ibrahim (Foto: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Terdapat sebuah doa yang dibacakan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau dibakar hidup-hidup seusai menghancurkan berhala-berhala. Kala itu, berhala tersebut dijadikan sembahan oleh masyarakat Babilonia.

Melihat berhala-berhala mereka hancur berantakan, sang raja yang bernama Namrud sangat murka. Ia lantas meminta prajurit membawa Nabi Ibrahim ke pengadilan, seperti dikisahkan dalam buku Kisah Teladan & Menakjubkan 25 Nabi oleh Ariany Syurfah M Hum M Ag.

Sidang tersebut dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh banyak orang. Raja Namrud lalu bertanya kepada Nabi Ibrahim, "Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap Tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nabi Ibrahim menjawab dengan tenang, "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya. Tanyalah kepadanya jika ia dapat berbicara,"

Jawaban Nabi Ibrahim menyinggung Namrud. Ia lalu semakin murka dan berkata, "Bagaimana mungkin kami bertanya kepada berhala itu. Ia tidak dapat berbicara!"

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, Nabi Ibrahim menimpali Namrud dengan jawaban yang membuat semua orang terdiam, "Maka, mengapa kalian menyembah berhala yang bisu dan tidak dapat memberikan sesuatu apa pun?"

Namrud yang murka segera meminta prajuritnya menghukum Nabi Ibrahim dengan cara dibakar. Kemudian, dibakarlah hidup-hidup Nabi Ibrahim.

Terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa pada saat itu. Api yang membakar Nabi Ibrahim mendadak jadi dingin, ini menjadi mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada beliau.

Doa yang Dibaca Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ada doa yang dilafalkan Nabi Ibrahim saat dilemparkan ke dalam api secara hidup-hidup. Berikut bunyi haditsnya:

"Kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api adalah, 'Hasbunallahu wa nikmal wakil'," (HR Bukhari).

īēŖīē´īē’īģ¨īēŽ Ø§īģŸīģ īģĒ īģ­īģ§īģŒīģĸ اīģŸīģŽīģ›īģ´īģž

Arab latin: Hasbunallahu wa nikmal wakil

Artinya: "Cukuplah Allah bagi kami, karena Dia sebaik-baiknya penolong,"

Dalam buku Doa Ajaran Rasul tulisan Anis Masykhur, doa tersebut dibaca Nabi Ibrahim karena pasrah dan yakin kepada Allah. Karena, tidak ada lagi yang bisa dimintai pertolongan selain Allah, setelahnya api tersebut mendadak berubah menjadi dingin.

Merangkum arsip detikcom, kisah mengenai pembakaran Nabi Ibrahim secara hidup-hidup ini diabadikan dalam surat Al Anbiya ayat 69.

Ų‚ŲŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ŲŠŲ°Ų†ŲŽØ§ØąŲ ŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŲŠŲ’ Ø¨ŲŽØąŲ’Ø¯Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØŗŲŽŲ„Ų°Ų…Ų‹Ø§ ØšŲŽŲ„Ų°Ų“Ų‰ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲ°Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ۙ

Arab latin: Qulnā yā nāru káģĨnÄĢ bardaw wa salāman 'alā ibrāhÄĢm

Artinya: "Kami (Allah) berfirman, "Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!"

Dalam riwayat lain yang dikutip dari tulisan Syaikh Muhammad Al-Utsaimin pada Syarah Riyadush Shalihin, kalimat hasbunallah wanikmal wakil ternyata juga pernah dilafalkan oleh Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya saat berhadapan dengan kaum kafir Quraisy hingga memenangkan Perang Uhud.

Ibnu Abbas RA berkata,

"Hasbunallah wanikmal wakil, kalimat ini pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau dilemparkan ke dalam api dan juga dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang kafir mengatakan,

'Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Oleh karena itu, takutlah kalian kepada mereka,'

Akan tetapi, perkataan itu malah menambah keimanan mereka serta mengucapkan hasbunallah wanikmal wakil," (HR Bukhari).

Doa yang dilafalkan Nabi Ibrahim tersebut juga terdapat dalam potongan surat Ali Imran ayat 173, berikut bunyinya:

ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲŽ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŦŲŽŲ…ŲŽØšŲŲˆØ§ÛŸ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲąØŽŲ’Ø´ŲŽŲˆŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽØ˛ŲŽØ§Ø¯ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØĨŲŲŠŲ…ŲŽŲ°Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆØ§ÛŸ Ø­ŲŽØŗŲ’Ø¨ŲŲ†ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲØšŲ’Ų…ŲŽ ŲąŲ„Ų’ŲˆŲŽŲƒŲŲŠŲ„Ų

Arab latin: AllaÅŧÄĢna qāla lahumun-nāsu innan-nāsa qad jama'áģĨ lakum fakhsyauhum fa zādahum ÄĢmānaw wa qāláģĨ á¸Ĩasbunallāhu wa ni'mal-wakÄĢl

Artinya: "(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung,"




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads