Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca doa ketika hujan. Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon hujan yang berkah dan bermanfaat.
Turunnya hujan merupakan suatu keberkahan dari langit, sebagaimana Allah SWT berfirman,
ÙÙÙ٠اÙÙÙØ°ÙÙÙ٠اÙÙÙØ²ÙÙÙ Ù ÙÙÙ Ø§ÙØ³ÙÙÙ ÙØ§Û€Ø¡Ù Ù ÙØ§Û€Ø¡Ù ÙÙÙÙÙÙ Ù Ù ÙÙÙÙÙÙ ØŽÙØ±Ùاؚ٠ÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙ ØŽÙØ¬Ùر٠ÙÙÙÙÙÙ ØªÙØ³ÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙ Ù¡Ù
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu. Sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan yang dengannya kamu menggembalakan ternakmu." (QS An Nahl: 10)
Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan, ayat tersebut menjelaskan nikmat Allah SWT yang dilimpahkan kepada umat-Nya, yaitu penurunan hujan. Ulama tafsir ini menyebut, hujan dapat memberikan bekal hidup dan kesenangan bagi manusia juga para pemilik ternak.
Dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman,
اÙÙ ÙÙÙÙ Ø®ÙÙÙÙÙ Ø§ÙØ³ÙÙÙ Ù°Ùٰت٠ÙÙØ§ÙÙØ§ÙØ±ÙØ¶Ù ÙÙØ§ÙÙÙØ²ÙÙÙ ÙÙÙÙÙ Ù Ù ÙÙÙÙ Ø§ÙØ³ÙÙÙ ÙØ§Û€Ø¡Ù Ù ÙØ§Û€Ø¡Ù ÙÙØ§ÙÙÙÛ¢ØšÙØªÙÙÙØ§ ØšÙÙÙ ØÙØ¯ÙØ§Û€ÙÙÙÙÙ Ø°ÙØ§ØªÙ ØšÙÙÙØ¬ÙØ©ÙÛ Ù ÙØ§ ÙÙØ§ÙÙ ÙÙÙÙ٠٠اÙÙ٠تÙÙÙÛ¢ØšÙØªÙÙÙØ§ ØŽÙØ¬ÙرÙÙÙØ§Û Ø¡ÙØ§ÙÙÙ°ÙÙ Ù ÙÙØ¹Ù اÙÙÙÙ°ÙÙ ÛØšÙÙÙ ÙÙÙ Ù ÙÙÙÙÙ Ù ÙÙÙØ¹ÙدÙÙÙÙÙÙÙ Û ÙŠÙ
Artinya: "Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang menciptakan langit dan bumi serta yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami menumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah (yang) kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)." (QS An Naml: 60)
Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menulis tentang sejumlah doa yang berkaitan dengan hujan. Ia menukil riwayat dalam Shahih Bukhari dari Aisyah RA tentang doa ketika hujan sebagaimana diucapkan Rasulullah SAW. Berikut bacaan selengkapnya.
Doa ketika Hujan
اÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØµÙÙÙÙØšØ§ÙÙÙØ§ÙÙØ¹Ø§Ù
'Allahumma shoyyiban nafi'an'
Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.
Doa ketika hujan tersebut juga diriwayatkan dalam Kitab Sunan Ibnu Majah. Imam An-Nawawi mengatakan, doa tersebut dapat diucapkan sebanyak dua atau tiga kali.
Imam Syafi'i dalam Kitab Al-Umm meriwayatkan dengan sanad hadits mursal mengenai keutamaan memanjatkan doa ketika hujan. Rasulullah SAW bersabda,
Ø§ÙØ·ÙÙÙØšÙÙØ§ Ø§Ø³ÙØªÙØ¬ÙØ§ØšÙØ©Ù Ø§ÙØ¯ÙÙØ¹Ùاء٠عÙÙÙØ¯Ù Ø«ÙÙÙØ§Ø«Ù : عÙÙÙØ¯Ù اÙÙØªÙÙÙØ§Ø¡Ù اÙÙØ¬ÙÙÙÙØŽÙ Ø ÙÙØ¥ÙÙÙØ§Ù ÙØ©Ù Ø§ÙØµÙÙÙÙØ§Ø©Ù Ø ÙÙÙÙØ²ÙÙÙ٠اÙÙØºÙÙÙØ«Ù
Artinya: "Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika sholat diiqamahkan, dan ketika hujan turun."
Imam Syafi'i mengatakan, "Masalah memohon dikabulkan doa ketika hujan turun dan ketika sholat diiqamahkan, aku benar-benar telah hafal bukan hanya dari satu orang."
Selain membaca doa ketika hujan, umat Islam juga disunnahkan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat turunnya hujan.
(kri/erd)












































Komentar Terbanyak
MUI: Nikah Siri Sah tapi Haram
Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Ulama Malam Ini Tanpa Rais Aam
Gus Yahya Kumpulkan Alim Ulama di PBNU Malam Ini, Rais Aam & Sekjen Tak Diundang