Manusia sudah menjadi hakikatnya sebagai makhluk yang melakukan salah dan dosa. Namun, kasih sayang Allah SWT selalu mengampuni segala kehilafan yang dilakukan oleh hamba-Nya. Dalam syariat Islam, seorang muslim yang tergelincir ke dalam jurang maksiat dianjurkan untuk segera bertaubat dan memohon ampun melalui sholat taubat.
Dalam buku Perbaiki Sholatmu Niscaya Allah Akan Perbaiki Hidupmu karya Idris bin Umar, sholat taubat dikerjakan untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah diperbuat.
Perintah tentang melakukan sholat taubat ini dijelaskan melalui hadits dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, Rasulullah SAW bersabda,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidaklah seorang hamba melakukan suatu perbuatan dosa, lalu ia bersuci dengan baik, kemudian ia berdiri (bangkit) dan mengerjakan sholat dua rakaat, setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Meski bisa dikerjakan kapan saja, ada waktu-waktu yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakannya. Lalu, bolehkah sholat taubat dilakukan setelah Subuh atau Ashar?
Bolehkah Sholat Taubat Dilakukan setelah Subuh atau Ashar?
Rentang waktu setelah Subuh atau Ashar dikenal sebagai waktu yang dilarang untuk melakukan sholat sunnah, salah satunya sholat taubat. Masih dari sumber sebelumnya, dijelaskan bahwa terdapat tiga waktu yang seharusnya berhati-hati melakukan sholat sunnah karena dilarang, yaitu:
- Setelah Sholat Subuh hingga matahari terbit dan meninggi
- Saat matahari tepat di atas kepala (pertengahan hari)
- Setelah Sholat Ashar hingga matahari terbenam sempurna
Sebagian besar ulama justru memberikan waktu terbaik dianjurkan mengerjakan sholat taubat, yaitu pada sepertiga malam terakhir, beriringan dengan waktu sholat tahajud. Waktu tersebut merupakan salah satu waktu mustajab yang diyakini jika berdoa dan bertaubat penuh kekhusyukan akan diterima oleh Allah SWT.
Tata Cara Sholat Taubat
Dalam buku Diary Wanita-Wanita Hebat karya Widi Oktapiani dijelaskan sholat taubat dikerjakan sebanyak 2 rakaat dengan tata cara yang sama persis seperti sholat fardhu, perbedaannya hanya terletak pada niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli sunnatat taubati rok'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah."
Berikut tata cara sholat taubat:
- Membaca niat sholat taubat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca surah pendek dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangun dari sujud dan melanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama
- Tasyahud akhir
- Salam
- Membaca doa setelah sholat taubat
Adapun bacaan doa setelah sholat taubat adalah sebagai berikut:
اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمُ الَّذِي لا إله إلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةً عَبْدٍ ظَالِم لا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مونا وَلاحَيَاةَ وَلَا نُشُورًا
Astaghfirullaahal azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihii dharraw wa laa naf' an wa laa mawtan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa.
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Hidup dan terus Terjaga. Aku bertaubat kepada-Nya, taubatnya seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat, untuk mati, atau hidup, atau bangkit nanti."
Setelah itu, doa bisa dilanjutkan dengan bacaan berikut,
اِلٰهِىْ عَبْدُكَ الْاٰ بِقُ رَجَعَ اِلٰى بَابِكَ. عَبْدُكَ الْعَاصِىْ رَجَعَ اِلَى الصُّلْحِ. عَبْدُكَ الْمُذْنِبِ اَتَاكَ بِالْعُذْرِفَاعْفُ عَنِّىْ بِجُوْدِكَ وَتَقَبَّلْ مِنِّىْ بِفَضْلِكَ وَانْظُرْاِلَىَّ بِرَحْمَتِكَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ مَاسَلَفَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَاعْصِمْنِىْ فِيْمَابَقِىَ مِنَ الْاَ جَلِ فَاِنَّ الْخَيْرَكُلَّهُ بِيَدِكَ وَاَنْتَ بِنَارَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Ilaahii 'abdukal aabiqu raja'a ilaa baabika, 'abdukal 'aashii raja'a ilash-shulhi 'abdukal mudznibu ataaka bil'udzri fa'fu 'anniii bijuudika wataqabbal minnii bifadhlika wandzhur ilayya birahmatika. Allaahummagh firlii maa salafa minadz-dzunuubi wa'shimnii fiimaa baqiya minal ajali fainnal khaira kullaahu biyadika wa anta binaa ra-uufurrahiimun.
Artinya: "Tuhanku, Hamba-Mu yang melarikan diri telah kembali ke pintu-Mu. Hamba-Mu yang telah berbuat maksiat telah kembali kepada perbaikan. Hamba-Mu yang berdosa telah datang kepada-Mu memohon maaf. Oleh karena itu maafkanlah aku dengan kemurahan-Mu, terimalah permohonanku dengan keutamaan-Mu, dan pandanglah aku dengan rahmat-Mu. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau, dan peliharalah sisa-sisa umurku, karena sesungguhnya semua kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu dan Engkau Maha Pengasih dan Penyayang terhadap kami."
Setelah itu, dilanjutkan dengan memperbanyak membaca Sayyidul Istighfar,
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ أَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtnii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fa innahu laa yagfirudzdzunuuba illa anta
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan."
(inf/inf)
