Pada suatu hari dikisahkan, Qarun memanggil seorang perempuan nakal. Qarun memberikan kepada perempuan itu sejumlah emas, berlian, dan aneka pakaian. Kemudian Qarun membisikkan untuk mengakui bahwa Nabi Musa telah berkali-kali datang ke rumahnya, merayu, dan berzina dengannya. Qarun sengaja memberikan pakaisn yang indah dan perhiasan sebagai imbalan atas perbuatannya. Disisi lsin,ia mengancam akan membunuhnya jika membuka cerita yang sebenarnya.
Qarun mengumpulkan orang-orang dalam jumlah yang sangat besar. Kemudian mereka menemui Nabi Musa yang sedang memberikan nasihat, dan saat itu banyak yang hadir di forum Nabi Musa, Qarun menuduh Nabi Musa telah menodai kehormatan seorang wanita, kemudian memanggil wanita tersebut untuk bersaksi seperti yang diomongkan (dituduhkan).
Qarun berkata," Wahai Perempuan, banyak di antara kami yang mengenalmu, sekarang ceritakan kepada semua yang hadir di sini tentang perbuatan Nabi Musa kepadamu. Bagaimana dia merayumu untuk berbuat mesum? Termasuk juga tentang perhiasan dan permata yang ada di dada dan pergelanganmu itu, untuk apa dia memberikannya kepadamu?"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Nabi Musa dan orang-orang mukmin yang ada di situ mencium gelagat tak baik Qarun yang ingin menjelek-jelekkan Nabi Musa di hadapan kaumnya. Maka Nabi Musa berdoa kepada Allah SWT. agar dibebaskan dari keburukan. Ia pun memohon agar lisan perempuan itu dibuat mengutarakan yang sebenarnya. Dengan demikian, akan terbuka fakta yang sebenarnya didepan khalayak ramai.
Saat Qarun bertepuk tangan gembira sambil memelototi wanita tersebut penuh ancaman agar tidak mengkhianatinya. Kemudian wanita itu maju dengan langkah yang gontai. Begitu berhadapan dengan Nabi Musa, hilang semua kata (kalimat) yang telah didiktekan Qarun. Kemudian wanita itu betkata," Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi Musa terbebas dari semua yang dituduhkan Qarun kepadanya. Kuakui, aku belum pernah berjumpa sama sekali dengan Nabi Musa. Baru hari ini aku berjumpa dengannya. Sesungguhnya Qarunlah yang memberikan semua perhiasan dan pakaian ini. Dialah yang mendiktekan untuk menuduh Nabi Musa macam-macam. Sungguh, ia sama sekali tidak seperti yang dituduhkan!"
Setelah berkata begitu, perempuan itu langsung melepas semua perhiasan dan ia lemparkan dihadapan Qarun sambil berkata," Adapun pakaian ini yang engkau berikan kepadaku, akan aku bakar. Haram bagiku mengenakan pada tubuhku, setelah aku bertobat dari semua kesalahan. Kunyatakan kepada Nabi Musa tobatku atas semua kesalahan di masa lalu. Sungguh itu adalah tobat yang tulus."
Perempuan itu berbalik arah dan menghadap Qarun seraya berkata," Wahai Qarun, sesungguhnya semalang-malangnya manusia adalah yang menyimpan kebencian kepada orang lain."
Wajah Qarun mendadak pucat. Dan tanah yang dipijak terasa berguncang hebat. Kemudian ia berbalik dan meninggalkan tempat.
Kemudian Allah SWT. membersihkan Nabi Musa dari tuduhan-tuduhan Qarun berfirman dalam Surah sl-Ahzab ayat 69 yang terjemahannya," Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang (dari Bani Israil) yang menyakiti Musa, lalu Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah."
Maknanya : Usai menyebutkan penyesalan orang-orang kafir ketika merasakan siksa neraka, Allah SWT. pada ayat-ayat berikut beralih menjelaskan larangan menyakiti orang lain dengan tuduhan palsu dan perkataan bohong. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang dari Bani Israil yang menyakiti hati Nabi Musa dengan berkata dusta. Nabi Musa sangat jauh dari tuduhan dusta tersebut, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah SWT.
Azab apakah yang menimpa Qarun?
Tiba-tiba tanah melunak di istana Qarun. Dalam sekejap bumi menelan Qarun dan istananya tidak terkecuali termasuk harta dan perhiasannya. Inilah yang menjadikan ia terpedaya dan congkak terhadap orang lain. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surah al-Qashash ayat 81.
Berikut ini adalah poin-poin utama keburukan Qarun.
Sombong dan Angkuh. Qarun merasa dirinya lebih mulia dan hebat karena kekayaannya, serta memandang rendah orang lain yang kurang beruntung.
Kufur Nikmat dan Kikir. Qarun tidak bersyukur kepada Allah atas kekayaan yang diberikan, dan enggan mengeluarkan zakat atau sedekah, bahkan sangat pelit.
Mengaku Harta Hasil Sendiri. Ia sombong dengan menyatakan bahwa harta tersebut diperoleh karena ilmu dan kerja kerasnya, melupakan bahwa semua berasal dari Allah.
Pamer Kekayaan (Flexing). Ia gemar memamerkan harta dan pengawalnya kepada masyarakat untuk menunjukkan kehebatannya.
Menentang Dakwah Nabi Musa AS. Qarun menolak nasihat dan perintah agama yang disampaikan oleh Nabi Musa AS.
Cinta Dunia Berlebihan. Harta menjadikannya "tuhan" baru, sehingga ia melupakan akhirat dan ibadah.
Inilah pola sikap Qarun, yang kondisi saat ini ada beberapa yang mencontohnya, semoga kita semua menghindari dan melempar jauh-jauh sikap seperti itu.
Aunur Rofiq
Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).
(erd/erd)












































Komentar Terbanyak
Apakah Haji Bisa Tidak Mabrur? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi
Nabi-nabi dari Kalangan Bani Israil, Ini Daftar Lengkapnya