Menyambut Idul Fitri dengan Jiwa Fitri dan Digital Ethics

detikKultum Ramadan Bersama Prof. Nasaruddin Umar

Menyambut Idul Fitri dengan Jiwa Fitri dan Digital Ethics

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 20 Mar 2026 17:45 WIB
detikkultum eps 30
detikKultum Ramadan bersama Prof Nasaruddin Umar, Jumat (20/3/2026). Foto: 20detik
Jakarta -

Bulan suci Ramadan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap umat Islam. Namun seperti semua yang bernyawa dan berproses, Ramadan pun akan meninggalkan kita.

"Akhirnya Ramadan akan meninggalkan kita. Kita berharap semoga Ramadan melaporkan kebaikan-kebaikan kita, amaliah amaliah, kebaikan kita selama Ramadan," ucap Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Jumat (20/3/2026).

Prof Nasaruddin mengingatkan, berakhirnya Ramadan menjadi momentum untuk merenungkan perjalanan spiritual selama sebulan penuh. Setiap amalan, setiap kebaikan, dan setiap usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah menjadi "laporan" yang akan dipertanggungjawabkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wahai Ramadan seandainya kami bisa menitip, jangan melaporkan kemalasan kami dalam bulan Ramadan, jangan melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang kami lakukan selama Ramadan, laporkanlah yang baik-baik," lanjutnya.

Doa ini bukan sekadar permohonan, tetapi refleksi kesadaran diri: bahwa selama bulan Ramadan, kita mungkin belum sempurna dalam beramal. Namun kita tetap berharap rahmat Allah menutupi kekurangan kita.

ADVERTISEMENT

"Ramadan perasaan kami belum cukup untuk mengamalkan sesuatu yang baik di dalam bulan suci ini, kami mohon ya Allah pertemukanlah kembali bulan suci Ramadan untuk membersihkan sisa-sisa dosa yang belum pernah kami tobatkan selama Ramadan ini," harap Prof Nasaruddin.

Inilah tantangan sesungguhnya, menjaga kualitas ibadah yang telah dibangun selama Ramadan agar tidak kembali padam begitu bulan suci berakhir. Salah satu cara untuk memelihara semangat ini adalah dengan melanjutkan ibadah puasa setelah Ramadan, yaitu puasa Syawal.

"Mari kita memelihara Ramadan dengan cara melanjutkan berpuasa Syawal. Kita bisa mulai dari lebaran kedua tiga empat lima enam hari berpuasa Syawal. Barang siapa yang mengamalkannya maka sama dengan berpuasa sepanjang masa," ujar Menteri Agama ini.

Sebagai penutup, Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat hari raya dan doa agar kita mampu terus bertemu dengan Ramadan berikutnya, dalam kondisi iman yang lebih kuat.

"Saya pribadi mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, semoga kita berjumpa lagi pada kesempatan yang akan datang dalam suasana keimanan yang lebih tangguh," tutupnya.

Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Menyambut Idul Fitri dengan Jiwa Fitri dan Digital Ethics tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!

Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).

(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads