Sabar jadi sifat yang mulia bagi setiap orang, khususnya muslim. Dengan bersabar, seseorang senantiasa menerima dan menjalani setiap ujian dalam hidupnya.
Sabar dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 146. Allah SWT berfirman,
وَكَأَيِّن مِّن نَّبِىٍّ قَٰتَلَ مَعَهُۥ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا۟ لِمَآ أَصَابَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا۟ وَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar."
Meski demikian, menjaga kesabaran bukan perkara yang mudah. Berkaitan dengan itu, Ustaz Abi Azkakia dalam Kajian Roblox detikcom membagikan cara menjaga kesabaran yang bisa diterapkan selama Ramadan ataupun di luar bulan suci.
"Istighfar aja. Kuncinya istighfar," katanya dalam Kajian Roblox detikcom yang tayang pada Jumat (6/3/2026).
Ustaz Abi Azkakia menjelaskan hendaknya seseorang membiasakan diri beristighfar, khususnya di bulan suci. Jika rutin beristighfar, niscaya ia akan terbiasa dan lebih terkontrol emosinya.
Dia juga mencontohkan bagi orang yang sulit menahan kesabaran dan keluar kata-kata kotor, maka kata tersebut bisa diganti dengan istighfar sampai terbiasa. Lama-kelamaan, tak akan ada lagi kata-kata kotor atau kurang baik yang keluar dari mulutnya.
"Orang yang sudah biasa istighfar nanti kalo itu biasanya ngomong kotor, insyaallah kekunci (kalau ingin ngomong kotor). Harus dipaksain (istighfar), lama-lama kebiasa," sambung Ustaz Abi Azkakia.
Selain itu, dia juga menganjurkan jika ada kejadian yang membuat kita marah atau emosi hendaknya tetap sabar dan mengalah. Terlebih, jika di momen tersebut posisi kita tidak salah.
Ia mencontohkan sebuah kejadian lampau ketika mobilnya tergores oleh pengendara motor yang terkena lubang di jalan. Padahal sang ustaz sudah mengendarai mobil dengan hati-hati dan pelan.
Alih-alih turun, emosi, dan meminta ganti rugi, Ustaz Abi Azkakia justru berusaha sabar. Pengendara motor itu marah karena menganggap mobil yang dikendarai sang ustaz melaju terlalu pelan.
"Daripada itu dua-duanya dosa jadi ngalah aja. Orang yang terzalimi biasanya doanya makbul, itu kejadian cukup lama. Jangan sampai mobil kita yang lecet, hati kita (ikutan) tergores," tandasnya.
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan