Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban merupakan waktu istimewa dalam Islam. Malam harinya dikenal sebagai malam pengampunan, di mana Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya dan memberikan ampunan bagi mereka yang bersungguh-sungguh.
Mengingat besarnya keutamaan malam ini, banyak umat Islam yang mengisinya dengan berbagai kegiatan ibadah, salah satunya dengan ceramah di majelis taklim atau khutbah Jumat.
Bagi umat Islam yang sedang mencari contoh naskah ceramah, berikut dua naskah ceramah Nisfu Syaban yang penuh keutamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ceramah Nisfu Syaban Singkat
Dikutip dari laman resmi MUI, berikut naskah ceramah tentang keutamaan dan amalan Nisfu Syaban yang ditulis oleh KH Nur Rohmad. Naskah ini bisa disampaikan dalam khutbah Jumat.
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, satu-satunya Tuhan yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu dan berbeda dengan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada tempat dan arah serta Maha Suci dari bentuk dan ukuran.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tidak lama lagi kita akan menyongsong satu malam yang penuh keutamaan, kemuliaan dan keberkahan. Malam itu adalah malam pertengahan bulan Syaban atau biasa disebut malam Nisfu Syaban.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Hajj ayat 77:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ۩
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebaikan, agar kalian beruntung."
Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan amal yang paling utama setelah iman, yaitu sholat. Allah memerintahkan orang-orang beriman agar mendekatkan diri kepada-Nya dengan segala macam ibadah. Allah perintahkan mereka untuk melakukan kebaikan, dan dengan itu mereka akan memperoleh keberuntungan di akhirat.
Allah SWT telah menjadikan bagi hamba-hamba yang beriman pintu-pintu kebaikan yang banyak sebagai rahmat Allah terhadap mereka. Allah juga menjadikan ada waktu-waktu yang diberkahi agar di waktu-waktu tersebut seorang Muslim mencari bekal untuk akhiratnya. QS Al-Hajj ayat 77 adalah dalil umum bahwa kita dianjurkan untuk melakukan berbagai kebaikan kapanpun dan dimanapun termasuk pada malam Nisfu Syaban.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه فِي السُّنَنِ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيْمَانِ)
Artinya: "Apabila tiba malam Nisfu Syaban, maka hidupkan malamnya dan berpuasalah di siang harinya." (HR Ibnu Majah dalam as-Sunah dan Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman)
Yakni bangunlah di sebagian besar malam itu dan isilah dengan sholat, baca surah Yasin atau surah-surah lainnya dalam Al-Qur'an, dzikir, doa dan kebaikan-kebaikan yang lain. Doa di pertengahan malam, lebih-lebih di sepertiga malam terakhir adalah ibadah yang agung dan lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَان نَادَى مُنَادٍ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ (رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ في شُعَبِ الْإِيْمَانِ
Artinya: "Apabila tiba malam Nisfu Syaban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: 'Adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya'." (HR Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman).
Oleh karena itulah, Imam Syafi'i menegaskan dalam kitab al-Umm:
وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya: "Telah sampai berita kepada kami bahwa dulu pernah dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam Idul Fitri, malam satu Rajab dan malam Nisfu Syaban."
Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra mengatakan:
وَالْحَاصِلُ أَنَّ لِهَذِهِ اللَّيْلَةِ فَضْلًا وَأَنَّهُ يَقَعُ فِيْهَا مَغْفِرَةٌ مَخْصُوْصَةٌ وَاسْتِجَابَةٌ مَخْصُوْصَةٌ وَمِنْ ثَمَّ قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْهَا
Artinya: "Kesimpulannya bahwa malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan, dan terjadi pengampunan dosa secara khusus serta pengabulan doa secara khusus. Dari sinilah Imam Syafi'i mengatakan bahwa doa dikabulkan di malam Nisfu Syaban."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita manfaatkan pertengahan Syaban ini dengan sebaik-baiknya. Marilah kita memperbanyak shalat dan berbagai ketaatan yang lain di malam harinya (malam 15 Syaban) dan berpuasa di hari Nisfu Syaban (hari kelima belas Syaban). Karena telah diriwayatkan dalam hadits yang shahih:
يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ والطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ)
Artinya: "Allah merahmati para hamba-Nya (dengan rahmat khusus yang disertai kemuliaan) di malam Nisfu Syaban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan duniawi." (HR Ibnu Hibban, ath-Thabrani dan al-Baihaqi)
Makna hadits ini bahwa Allah mengkhususkan malam Nisfu Syaban dengan sebuah keistimewaan, yaitu Allah merahmati para hamba-Nya yang beriman dengan rahmat yang khusus. Allah mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin sebagian dosa mereka dan mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin semua dosa mereka. Sedangkan orang kafir dan musyrik, maka Allah tidak akan mengampuninya.
Demikian pula musyahin, yakni seorang Muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan dunia. Oleh karenanya, hendaklah masing-masing kita memperbaiki hubungan dengan saudara sesama Muslim. Dan hendaklah masing-masing dari kita memaafkan, berlapang dada dan mengeluarkan serta membuang iri dan kebencian dari hati kita sebelum malam Nisfu Syaban tiba. Dengan itu, semoga Allah merahmati kita dan mengampuni dosa-dosa kita.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita teladani para ulama salaf yang mengagungkan malam Nisfu Syaban dan giat beribadah di malam itu. Ibnu Rajab al-Hanbali menuturkan dalam kitab Latha'if al Ma'arif:
"Para tabi'in dari kalangan penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma'dan, Mak-hul, Luqman bin 'Amir dan lainnya selalu mengagungkan malam Nisfu Syaban dan giat beribadah di malam itu. Dari mereka-lah, umat Islam menyimpulkan keutamaannya dan mengagungkannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh para ahli ibadah di kota Basrah dan lainnya."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Terakhir kami ingin menyinggung sedikit satu permasalahan terkait akidah yang wajib kita yakini. Para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah sepakat menyatakan bahwa takdir dan kehendak Allah tidak berubah karena doanya orang yang berdoa atau sedekah yang dilakukan oleh seseorang, baik pada Nisfu Syaban atau di waktu-waktu yang lain.
Kita diperintah untuk berdoa, tiada lain adalah untuk menampakkan penghambaan kita kepada Allah SWT. Seseorang yang doanya sesuai dengan apa yang Allah takdirkan terjadi, maka apa yang diminta hamba akan terwujud. Dan jika doa seorang hamba tidak sesuai dengan apa yang Allah takdirkan untuknya, maka apa yang diminta hamba pasti tidak terwujud. Akan tetapi hamba itu telah memperoleh pahala dari ibadah yang telah dikerjakannya, yaitu berdoa. Inilah makna firman Allah SWT:
أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya: "Maksudnya, Allah pasti akan memberikan pahala kepada setiap orang yang berdoa dengan tulus ikhlas kepada-Nya".
Hadirin yang dirahmati Allah,
Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua. Amin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ:
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Ceramah Nisfu Syaban Momentum Peneguhan Spiritualitas
Khutbah Pertama
الحمدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيَالِي وَالأَيَّامَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا . أما بعدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ فَأُوصِيكُمْ وَنَفْسِي الْمُقْصِرَةَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ وَاتَّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sepenuh hati, karena hanya melalui ketakwaan kita dapat mencapai kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umat yang setia dalam menegakkan ajaran Islam.
Semoga kita juga termasuk di antara mereka yang berhak mendapatkan syafaat beliau pada hari kiamat kelak.
Hari ini, kita berada di bulan Syaban, bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Di antara malam-malam yang penuh berkah di bulan ini adalah malam Nisfu Syaban, yaitu malam pertengahan bulan Syaban. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: "Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan sesama)." (HR Ibnu Majah)
Hadits ini menunjukkan betapa malam Nisfu Syaban adalah malam penuh maghfirah, di mana Allah membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan tidak memiliki permusuhan dengan sesama. Oleh karena itu, marilah kita menjadikan malam Nisfu Syaban sebagai momentum untuk introspeksi diri, bertobat, serta memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Selain itu, dalam bulan Syaban ini, Rasulullah SAW sering memperbanyak ibadah, terutama puasa. Diriwayatkan dalam hadits dari Aisyah RA:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَكْمِلُ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa lebih banyak daripada bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa bulan Syakban adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa, zikir, doa, serta amal saleh lainnya sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menjelaskan,
إِنَّ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَيْلَةٌ مُبَارَكَةٌ يَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يُكْثِرَ فِيهَا مِنَ الدُّعَاءِ وَالاسْتِغْفَارِ، فَقَدْ كَانَ السَّلَفُ الصَّالِحُ يُحْيُونَهَا بِالصَّلَاةِ والذكر
Bahwa malam Nisfu Syaban termasuk salah satu malam istimewa di mana doa-doa dikabulkan dan dosa-dosa diampuni. Beliau menyebutkan bahwa para salafush shalih senantiasa menghidupkan malam ini dengan memperbanyak istighfar dan qiyamul lail.
Sementara itu, Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif menjelaskan,
وفي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ يَكْتُبُ اللهُ فِيهَا الأَجَالَ وَالأَرْزَاقَ فَيَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يُكْثِرَ فِيهَا مِنَ الطَّاعَةِ وَالدُّعَاءِ
Bahwa malam Nisfu Sya'ban adalah malam di mana Allah mencatat kembali takdir tahunan hamba-Nya, termasuk rezeki, ajal, dan peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi dalam setahun ke depan. Oleh sebab itu, malam ini menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal saleh.
Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,
Malam Nisfu Syaban juga disebut sebagai malam di mana takdir tahunan ditentukan, sebagaimana dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa amal manusia diangkat dan dicatat kembali dalam kitab di Lauhul Mahfuzh. Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta beristighfar sebanyak-banyaknya.
Selain beribadah secara individual, kita juga dianjurkan untuk memperkuat hubungan sosial dengan sesama, karena ampunan Allah pada malam ini tidak diberikan kepada orang yang masih menyimpan permusuhan. Maka, mari kita manfaatkan momen ini untuk membersihkan hati dari dendam dan kebencian, memaafkan saudara-saudara kita, dan mempererat tali silaturahmi.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Bulan Syaban menjadi bulan latihan sebelum Ramadan, sehingga kita harus mulai membiasakan diri untuk memperbanyak ibadah. Jika kita melatih diri dengan puasa sunah di bulan Syaban, maka tubuh dan jiwa kita akan lebih siap menjalankan puasa Ramadan dengan lebih khusyuk. Begitu juga dengan membaca Al-Qur'an dan melakukan sholat malam, hendaknya mulai kita biasakan agar semakin ringan saat memasuki bulan suci.
Malam Nisfu Syaban juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memohon kepada Allah agar dipanjangkan umur dalam ketaatan, diberikan kesehatan untuk bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan baik, serta dijauhkan dari segala fitnah dan keburukan dunia. Doa yang dipanjatkan dengan tulus di malam ini, insya Allah akan dikabulkan oleh-Nya.
Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,
Sebagai penutup, marilah kita menjadikan malam Nisfu Syaban ini sebagai momentum peneguhan spiritualitas diri. Kita tingkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta membersihkan hati dari segala penyakit batin. Semoga Allah memberikan kita keberkahan di bulan Syaban ini, mempertemukan kita dengan Ramadan dalam keadaan terbaik, dan menerima segala amal ibadah kita. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمِ وَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَ بَعدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ . اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيًّا خَاصَّةً وَسَائِرِ البُلْدَانِ المُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ العَالَمِينَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ عِبَادَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبِيَ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Naskah ceramah di atas dikutip dari kumpulan khutbah Kementerian Agama (Kemenag) yang ditulis oleh Subdit Kepustakaan Islam.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Kata-kata Nisfu Syaban 2026 Singkat Penuh Doa, Harapan, dan Ampunan
Hukum Mengambil Barang Temuan di Jalan yang Tidak Diketahui Pemiliknya
Bolehkah Puasa Tanpa Sahur? Ini Penjelasan dan Hukumnya