Orang berilmu itu ditempatkan oleh Allah SWT. dengan derajat yang tinggi, akan sempurna jika keilmuannya disanding dengan akhlak yang baik. Golongan orang-orang ini tentu akan mempergunakan ilmunya untuk mengakui kebesaran-Nya, kebaikan dalam kehidupan masyarakat. Orang beriman yang berilmu dan telah menemukan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan misalnya, benih buah yang unggul. Penemuannya disebarkan dan membantu edukasi agar masyarakat bisa menggapai hasil yang optimal.
Penulis mengelompokkan orang berilmu, berakhlak dalam kehidupan masyarakat sebagai berikut :
1. Orang berilmu dan berakhlak
Golongan ini merupakan kelompok yang ideal. Ia menggunakan ilmunya untuk berbuat amal di masyarakat. Dalam Islam, orang yang berilmu dan berakhlak baik sangat dihormati dan memiliki kedudukan tinggi. Ilmu yang dipadukan dengan akhlak mulia akan menjadi lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, bahkan di akhirat kelak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya surah Mujadilah ayat 11 yang terjemahannya, "Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, "Berdirilah," (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Makna ayat diatas adalah : Wahai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu, dalam berbagai forum atau kesempatan, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, agar orang-orang bisa masuk ke dalam ruangan itu," maka lapangkanlah jalan menuju majelis tersebut, niscaya Allah SWT. akan memberi kelapangan untukmu dalam berbagai kesempatan, forum, atau majelis. Dan apabila dikatakan kepada kamu dalam berbagai tempat, "Berdirilah kamu untuk memberi penghormatan," maka berdirilah sebagai tanda kerendahan hati, niscaya Allah SWT. akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu karena keyakinannya yang benar, dan Allah SWT. pun akan mengangkat orang-orang yang diberi ilmu, karena ilmunya menjadi hujah yang menerangi umat, beberapa derajat dibandingkan orang-orang yang tidak berilmu. Dan Allah Mahateliti terhadap niat, cara, dan tujuan dari apa yang kamu kerjakan, baik persoalan dunia maupun akhirat.
2. Ilmunya rendah dan berakhlak baik
Golongan orang-orang ini melakukan perbuatan baik ( amalan ) karena tuntunan akhlaknya. Dalam pandangan Islam, akhlak baik sangat dihargai, bahkan lebih utama daripada ilmu yang banyak. Seorang muslim dengan akhlak terpuji, meskipun ilmunya rendah, tetap bisa mencapai derajat tinggi di akhirat dan mendapatkan kebaikan di dunia.
Allah SWT. dalam firman-Nya memberikan contoh kisah Nabi Ayub pada surah al-Anbiya ayat 83 yang terjemahannya, "Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, '(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang'."
Ayat ini menekankan kesabaran dan keimanan Nabi Ayub meskipun dalam kondisi yang sangat sulit. Doa Nabi Ayyub ini menunjukkan kesabaran dan keimanan yang sangat kuat, serta keyakinan bahwa Allah SWT. akan memberikan rahmat dan pertolongan.Allah SWT. kemudian menjawab doa Nabi Ayyub dengan menyembuhkan penyakitnya, mengembalikan keluarganya, dan memberikan rezeki yang lebih besar.
3. Rendah ilmu dan kurang berakhlak
Golongan orang-orang ini termasuk yang merugikan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Islam, ilmu dan akhlak (tingkah laku) adalah dua hal yang saling berkaitan dan sama-sama penting. Ilmu yang tidak didukung akhlak yang baik dapat menjadi sia-sia dan merugikan. Bisa jadi ilmu yang baik menjadi tidak bermanfaat bagi masyarakat karena tidak diamalkan.
Hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Nabi bersabda, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan (pahala) seorang mukmin di hari kiamat dibandingkan akhlak yang mulia," itulah peranan akhlak dalam Islam merupakan faktor yang penting.
4. Tinggi ilmu dan kurang berakhlak
Golongan orang-orang ini akan sangat berbahaya dalam masyarakat. Mereka bisa menjadi penjahat yang berilmu tinggi, sehingga pihak-pihak yang dirugikan maupun penegak hukum bisa dikelabui dengan mudah. Mereka jika inginkan sesuatu, segala cara akan ditempuh meskipun melanggar yang diajarkan Islam. Dalam kehidupan bernegara, golongan ini harus ditekan agar tidak memberikan kontribusi negatif karena akan mengganggu dan merepotkan jalannya pemerintahan.
Dalam Islam, ilmu dan akhlak sangatlah penting. Ilmu yang tidak didukung akhlak yang baik dapat menyebabkan kesombongan dan disalahgunakan. Kerugian yang disebabkan golongan ini sangat besar karena kegiatan mereka menggunakan ilmu dan perbuatannya bersifat negatif.
Ingatlah bahwa Ilmu dan akhlak saling melengkapi. Ilmu menjadi sarana untuk menunaikan kewajiban, sedangkan akhlak adalah perhiasan yang membuat ilmu menjadi bermanfaat dan tidak disalahgunakan. Firman Allah SWT. dalam surah al-Qalam ayat 4, mengatakan bahwa Rasulullah SAW. memiliki akhlak yang agung.
Adapun manfaat ilmu dan akhlak adalah : 1. Memperbaiki diri : Ilmu dan akhlak membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.2. Memperoleh keberkahan : Ilmu yang disertai akhlak akan memberikan keberkahan dan manfaat yang lebih besar.3. Meningkatkan derajat : Orang yang berilmu dan berakhlak mulia akan terangkat derajatnya di dunia dan akhirat.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang selalu menuntut ilmu dan berakhlak baik. Lindungilah kami dari bisikan setan dan kendali hawa nafsu. Dan kuatkanlah iman agar tidak tergoda atas pesona dunia.
Aunur Rofiq
Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi)
(erd/erd)












































Komentar Terbanyak
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji