Gagal SNBP Bisa Ikut UTBK SNBT, Cek Lagi Ketentuan Terbarunya

ADVERTISEMENT

Gagal SNBP Bisa Ikut UTBK SNBT, Cek Lagi Ketentuan Terbarunya

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 01 Apr 2026 06:00 WIB
Pelaksanaan UTBK di UB
UTBK SNBT di Universitas Brawijaya. Foto: Istimewa (Dok Humas UB)
Jakarta -

Siswa yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 masih bisa mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT). Pendaftaran sedang dibuka sampai 7 April 2026 pukul 15.00 WIB.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Prof Eduart Wolok mengatakan, sisa kuota SNBP 2026 akan sepenuhnya dialihkan ke kuota SNBT 2026.

"Sisa kuota itu otomatis akan ditambahkan di kuota SNBP. Jadi kuota 100 persen itu tetap terjaga gitu," kata Eduart usai konferensi pers hasil SNBP dan KIP Kuliah di Kantor Kemdiktisaintek, Jl Pintu I Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mencontohkan, sebuah prodi memiliki total daya tampung atau kuota 100 mahasiswa, dengan rincian kuota SNBP 30 dan SNBT 40. Jika yang terisi dari jalur SNBP hanya 25 mahasiswa, maka sisa kuota 5 mahasiswa dialihkan ke jalur SNBT, dari 40 menjadi 45 mahasiswa.

"Otomatis akan jadi 45. Sisa di SNBT pun, misalnya kalau ada yang tidak terisi, itu baru akan ditambahkan di (jalur) mandiri. Jadi tidak akan mungkin penambahannya lebih dari 100," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Ketentuan Terbaru SNBT 2026

Kota/Wilayah UTBK

Pada pendaftaran SNBT 2026, calon pendaftar hanya dapat memilih kota/wilayah UTBK. Ketentuan ini berbeda dari SNBT tahun lalu, yang mana calon peserta bisa memilih pusat UTBK langsung.

"Nanti H-10 akan ketahuan, dia di hari apa, sesi berapa," ucap Eduart.

"Otomatis kan akan kita bagikan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi kecurangan lewat perjokian. Berdasarkan analisis pada UTBK SNBT tahun lalu, ia menyebut modus kecurangan joki relatif berada pada tempat pusat UTBK yang sudah ditentukan dan pada sesi yang sama.

"Ini yang ingin kami hindari," ucapnya.

Ia mengatakan, jika kuota suatu kota/wilayah UTBK penuh, pihaknya akan menambah kuotanya. Cara ini salah satunya untuk memastikan peserta bisa tetap ujian di kota/ wilayah UTBK pilihannya.

Terpisah, Panitia SNPMB Rizky Yanuar mengatakan, pendaftar SNBT tidak perlu panik dan langsung memilih kota/wilayah lain yang tidak sesuai domisili jika kuota kota/wilayah UTBK pilihan awalnya berstatus 'Penuh'.

"(Keterangan) tersedia ini bisa dipilih gitu ya. Kalau (keterangan) 'Penuh' tidak bisa dipilih, diklik tidak bisa. Tetapi kalau penuh gini jangan panik dulu, lalu memilih kota/wilayah lain, tetapi silakan kontak Call Center dulu untuk memastikan apakah karena belum dibuka, belum ditambah ruangannya, atau seperti apa," kata Rizky dalam Sosialisasi UTBK SNBT 2026, disiarkan di kanal YouTube SNPMB, Jumat (27/3/2026).

Sementara itu, jika terlanjur memilih kota/wilayah UTBK yang tidak diinginkan, peserta masih bisa menggantinya selama belum bayar biaya pendaftaran UTBK SNBT.

Cara mengganti kota/wilayah UTBK yaitu dengan menunggu slip bayar UTBK kedaluwarsa 2 x 24 jam. Pastikan penggantian tidak mepet dari batas waktu pendaftaran SNBT.

"Saya sarankan kalau masih awal-awal seperti ini masih bisa mengganti prodi, masih bisa ganti kota/wilayah UTBK, selama belum dibayar ya, ditunggu kedaluwarsa," ucap Rizky.

KIP Kuliah 2026

Mulai 2026, tidak ada lagi kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah per perguruan tinggi.

"Sepanjang dia lolos SNPMB dan dia masuk ke dalam kriteria desil 1 dan (hingga) 4, itu dipastikan akan dapat. Jadi ini akan memberikan kepastian kepada mereka lebih dini," kata Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan (PPAPT) Kemdiktisaintek Prof Sandro Mihradi pada konferensi pers.

Sandro menggarisbawahi, pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNPMB tetap akan menjalani verifikasi dan validasi berdasarkan dokumen ekonomi dan lainnya yang disertakan pada sistem KIP Kuliah. Tujuannya agar bantuan pendidikan ini tepat sasaran.

"Jadi bagi para calon penerima, tidak perlu khawatir sepanjang memang apa adanya, karena kita akan sesuaikan dengan berdasarkan data yang memang ada. Jadi tinggal ikuti saja nanti proses verifikasi atau validasi yang dilakukan dari masing-masing PTN. Boleh jadi nanti ada proses wawancara, atau ada visitasi dan sebagainya," ucapnya.



(twu/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads