Unair Pertimbangkan Ada TKA di Seleksi Mandiri, Begini Skemanya

Unair Pertimbangkan Ada TKA di Seleksi Mandiri, Begini Skemanya

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 12 Sep 2022 07:00 WIB
Kampus UNAIR Surabaya
Unair pertimbangkan TKA ada di seleksi mandiri 2023, begini skemanya. Foto: dok. Unair
Jakarta -

Aturan seleksi masuk PTN disesuaikan kembali dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 48 Tahun 2022. Seperti apa gambaran seleksi mandiri di Universitas Airlangga (Unair)?

Rektor Unair Mohammad Nasih menuturkan, kampusnya mempertimbangkan untuk tetap menerapkan Tes Potensi Skolastik (TPS) dan semacam Tes Kompetensi Akademik (TKA) dalam seleksi mandiri Unair.

"Jadi kita tetap akan menggunakan--kurang lebih ya-- sama tesnya, tes potensi skolastiknya tetap kita gunakan. Kemudian untuk yang lain, untuk TKA-nya, kita akan lakukan beberapa modifikasi, yakni tentu aja TKA-nya, Tes Kemampuan Akademik atau Tes Kemampuan Bidang-nya itu, akan kita sesuaikan dengan pilihan masing-masing," kata Nasih pada detikEdu.

"Jadi bayangan kita, sementara, nanti yang memilih (program studi) Farmasi, mereka enggak perlu mendapatkan soal Fisika atau soal yang di luar relevansi, di luar kompetensi yang dibutuhkan di Farmasi," sambungnya.

Berikut gambaran pertimbangan seleksi mandiri Unair tahun depan:

Pertimbangan Gambaran Seleksi Mandiri Unair 2023

Ada TKA, Mapel sesuai Prodi Pilihan

Nasih menuturkan, jika TKA diterapkan di seleksi mandiri Unair tahun depan, kemungkinan materi pelajaran sekolah yang diujikan akan disesuaikan dengan tiap prodi pilihan peserta seleksi.

"Jadi (bagi pemilih prodi Farmasi) mungkin soal untuk TKA-nya khusus hanya untuk Biologi dan Kimia, yang (pelajarannya) sudah diambil di SLTA. Itu akan kita lakukan sehingga tipe soalnya akan berbeda antarprogram studi yang diambil," terang Nasih.

Nasih menjelaskan, potensi skema ini akan membuat soal tiap prodi rumpun soshum akan berbeda, tidak seperti soal tahun-tahun sebelumnya.

"Nah kalau dulu kan sama saja ya, kalau TKA Soshum, sama. Mau (prodi) Sejarah, mau Hukum, mau FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), mau HI (Hubungan Internasional), mau Sastra Inggris, Sastra Indonesia, tesnya sama," kata Nasih.

"Nah, ke depan, masing-masing program studi akan punya soal yang berbeda-beda untuk TKA-nya, tetapi TPS-nya sama dan akan mengacu--terstandarisasi--yang dipakai Kementerian maupun pihak yang lain seperti LTMPT atau lainnya jika masih ada untuk Tes Potensi Skolastiknya," sambungnya.

Fokus Belajar di Sekolah sesuai Minat

Untuk itu, Nasih berpesan agar peserta seleksi mandiri fokus dengan pelajaran yang sesuai dengan minatnya, tidak hanya mempersiapkan diri berlatih TPS yang akan diujian di SBMPTN skema baru dan seleksi mandiri.

Ia mencontohkan, siswa yang berencana masuk Prodi Kedokteran perlu belajar materi di sekolah yang mendukung perkuliahan nanti.

"Okelah Matematikanya bagus, penalarannya bagus, tetapi ditanya reaksi enggak ngerti, nanti enggak bisa lanjut materinya," kata Nasih.

Potensi Jalur Prestasi hingga Nilai TPS SBMPTN

Nasih mengatakan, saat ini pihak Unair belum menentukan jenis-jenis jalur mandiri apa saja yang akan dibuka tahun depan.

"Belum tahu, nanti kita tafsirin peraturannya, yang ada itu prestasi kita pertimbangkan dalam proses dan mekanisme, jadi sangat mungkin ada banyak pertimbangan di samping tes," kata Nasih.

"Bahkan juga kita tetep akan sedapat mungkin menggunakan misalnya nilai-nilai TPS yang diujikan di jalur tes ya, itu untuk kemudian menjadi dasar, tinggal ditambah dengan beberapa prestasi tambahan yang lain. Jadi ada banyak opsi pemikiran ke arah sana," sambungnya.

Nasih menegaskan, khusus di jalur mandiri dengan metode tes atau ujian tulis, pihaknya tetap mempertimbangkan penerapan TKA dengan modifikasi dan penyesuaian.

"Tetapi untuk ujian tulis sendiri, kalau nanti kami menyelenggarakan, untuk TKA-nya akan ada banyak modifikasi dan penyesuaian untuk tuntutan bidang ilmunya karena kawan-kawan di departemen dan prodi sudah wanti-wanti, jangan sampai nanti harus menerima siswa yang tidak punya bekal yang cukup untuk melaksanakan kuliahnya," ucapnya.

Peluang KIP Kuliah dan Jalur Afirmasi

Permendikbud Nomor 48 Tahun 2022 pasal 19 mengatur bahwa PTN wajib mencari dan menjaring 20 persen calon mahasiswa yang berpotensi akademik tinggi tetapi kurang mampu dan atau dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dari total mahasiswa baru yang diterima dan tersebar di semua prodi.

Nasih menuturkan, para peserta kurang mampu dan asal daerah 3T juga bisa mendaftar melalui jalur mandiri.

"Selama ini sudah kita penuhi (ketentuan 20 persen), di SNMPTN juga penerima itu jumlahnya cukup banyak, kemudian di SBMPTN. Di mandiri, selama ini juga kita menerima itu, bahkan kemarin sampai 500 orang sendiri untuk KIP Kuliah jalur mandiri.

Ditanya kemungkinan terbesar untuk masuk Unair bagi peserta kurang mampu dan asal 3T, Nasih menjelaskan peluangnya.

"Kemarin komposisinya rata, tetapi di SNMPTN lebih banyak sepertinya dari hitung-hitungan komposisinya. Tetapi dari segi angka, jumlah orangnya lebih banyak (yang diterima) jalur mandiri daripada dari SNMPTN karena proporsinya berbeda," kata Nasih.



Simak Video "Nadiem Sentil Tes Mandiri PTN, Sebut Tak Ada Standar Transparansi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia