Kemenag Buka Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Timur Tengah 2021, Siapa Mau?

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 10 Apr 2021 16:30 WIB
ilustrasi kelulusan
Foto: thinkstock/Kemenag Buka Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Timur Tengah 2021, Siapa Mau?
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali membuka seleksi bagi calon mahasiswa baru di Timur Tengah. Pendaftaran seleksi tahun ini akan dibuka pada pertengahan atau akhir April.

Teknis seleksi calon Mahasiswa Baru Timur Tengah tahun 2021 ini dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bersama dengan Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Rakor berlangsung di Jakarta selama dua hari, 6-7 April 2021.

Hadir dalam rakor tersebut utusan Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Timur Tengah dan Afrika Kemenlu, OIAA, Lembaga Konsultasi Pendidikan Timur Tengah, dan Pusat Bahasa PTKIN.

Ada dua negara pilihan kuliah yang ikut seleksi masuk perguruan tinggi di Timur Tengah 2021, yaitu Mesir dan Maroko. Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi http://diktis.kemenag.go.id.

Direktur Timur Tengah dan Afrika, Bagus Hendraning Kobarsyih menyampaikan bahwa peluang kerjasama dengan negara-negara Arab terbuka luas. Indonesia perlu membekali para siswa dengan kemampuan bahasa Arab dan Inggris.

"Negara-negara Arab lain seperti Yaman, Syria juga sangat bagus untuk studi keislaman. Namun saat ini kondisi politik di negara tersebut masih rawan," kata Bagus seperti dikutip dari situs Kemenag, Sabtu (10/4/2021).

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Adib Abdushomad, menyatakan, seleksi calon mahasiswa baru (CAMABA) Timur Tengah ini sekaligus menjadi saran membangun jaringan dan kerjasama yang lebih luas dengan negara-negara Timur Tengah.

"Di sisi lain, PTKIN kita harus bekerja keras agar mampu menarik mahasiswa-mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Inilah tantangan ke depan PTKIN, bagaimana menjadikan PTKIN kita sebagai destinasi pendidikan dunia," ujar Adib.

Pada pertemuan ini dibahas juga kesiapan aplikasi pendaftaran dan aplikasi tes CBT secara online. Rakor juga melakukan simulasi penyelenggaraan tes di 15 lokasi yang bertempat di UIN. Secara umum pelaksanaan uji coba tes berjalan dengan baik.

Cara ini merupakan seleksi pertama yang akan dilaksanakan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN melalui CBT. Sistem aplikasi ini dibangun oleh Konsossium PPB UIN.

Soal ujian CBT dibuat berdasarkan standar Lughoh Mesir hasil kolaborasi antara Pusat Pengembangan Bahasa UIN dan Ikatan Alumni Al Azhar Cabang Indonesia.

Dalam laporannya, TIM Pengembang aplikasi CBT online menyatakan secara sistem, semua sudah siap. Namun, simulasi uji coba tetap harus dilakukan agar pada saat pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar.

Zulfakhri selaku Kasi Kerjasama menambahkan, seleksi Timur Tengah tahun ini merupakan ujian pertama bagi Pusat Pengembangan Bahasa untuk memastikan seleksi berjalan lancar.

"Demi kelancaran seleksi tahun ini, kami melibatkan dari PPB, OIAA, PUSIBA, dan Forum Konsultasi Pendidikan Timur Tengah untuk secara bersama-sama mensukseskan seleksi Timur Tengah ini," kata Zulfakhri yang juga merupakan alumni Alexandria Univ, Egypt.

Kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk informasi yang tidak bertanggung jawab. Seluruh informasi terkait seleksi masuk perguruan tinggi Timur Tengah 2021 ini diinfokan melalui website http://diktis.kemenag.go.id.



Simak Video "Kemenag: Hilal Sudah Ada, Tinggi 3,59 Derajat"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia