Profil STAN: Syarat Masuk 2021, Biaya Pendidikan, dan Tokoh Alumni

Rosmha Widiyani - detikEdu
Senin, 05 Apr 2021 09:01 WIB
Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Tahun Anggaran 2019. Puluhan peserta yang reaktif mengikuti ujian di bilik khusus.
Foto: Deny Prastyo Utomo/Profil STAN: Syarat Masuk 2021, Biaya Pendidikan, Tokoh Alumni
Jakarta -

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menjadi salah satu sekolah kedinasan yang paling populer. Sekolah kedinasan yang dikenal juga sebagai Politeknik Keuangan Negara atau PKN STAN ini, kembali membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2021

PKN STAN tidak membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2020. Namun pada pendaftaran PKN STAN 2019, sekolah kedinasan ini menjadi salah satu dengan jumlah pendaftar terbanyak. Total pendaftar mencapai 128.987 orang untuk mengisi 3.000 kursi.

Pendaftaran PKN STAN 2019 tersedia untuk program DI spesialisasi kebendaharaan negara, pajak, serta kepabeanan dan cukai. Pendaftaran juga dibuka untuk program DIII spesialisasi kebendaharaan negara, pajak, serta kepabeanan dan cukai, manajemen aset, dan akuntansi.

Bagi yang ingin lolos seleksi PKN STAN 2021 tentu tidak ada salahnya mengetahui profil sekolah kedinasan ini. Info dan updatenya bisa dilihat di laman PKN STAN https://www.pknstan.ac.id.

A. Syarat masuk PKN STAN 2021

PKN STAN memutuskan adanya syarat baru dalam proses seleksi tahun ajaran 2021. Peserta wajib punya nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK 2021 yang diselenggarakan LTMPT.

"Dengan pertimbangan meminimalkan dampak pandemi COVID-19 tahapan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru atau SPMB PKN STAN 2021 menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK 2021," tulis PKN STAN dalam rilisnya.

Untuk syarat lain, calon peserta bisa mempertimbangkan ketentuan saat seleksi PKN STAN 2019:

1. Syarat nilai yang bukan hasil pembulatan:

a. Lulusan tahun 2018 dan sebelumnya dengan rata-rata nilai ujian pada ijazah minimal 70 skala 100

b. Calon lulusan tahun 2019 dengan nilai rata-rata rapor untuk komponen pengetahuan pada 5 semester minimal 70 skala 100 atau 2,8 skala 4.

Saat daftar ulang, peserta dinyatakan telah lulus sekolah dengan rata-rata nilai ujian pada ijazah kurang dari 70 skala 100.

2. Syarat usia:

  • Usia maksimal pada 1 September 2019 adalah 20 tahun
  • Usia minimal pada 1 September 2017 adalah 17 tahun pada peserta yang memilih program DI dan 15 tahun untuk DIII

3. Sehat jasmani dan kejiwaan dan bebas dari napza

4. Memenuhi syarat sehat jasmani lainnya yaitu:

  • Mampu melihat, mendengar, dan berbicara baik
  • Mampu melakukan tugas seperti menganalisis, mengetik, menyampaikan buah pikiran, dan berdiskusi
  • Mampu bergerak tanpa menggunakan alat bantu

5. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama mengikuti pendidikan

6. Untuk program spesialisasi DI, DIII, dan cukai ditambah syarat berikut :

a. Jenis kelamin dan tinggi badan :

Spesialisasi DI

  • Laki-laki tinggi badan minimal 165 cm
  • Perempuan tinggi badan minimal 155 cm

Spesialisasi DIII

  • Laki-laki dengan tinggi badan minimal 165 cm.

b. Tidak cacat badan

c. Tidak buta warna

d. Diberikan toleransi maksimal dua dioptri untuk pengguna kacamata/lensa kontak minus, plus, dan atau silindris

7. Khusus program afirmasi, berikut syarat tambahan yang harus dipenuhi:

a. Telah menyelesaikan SD atau sederajat, SMP/SLTP atau sederajat, dan SMA/SLTA atau sederajat di provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur

b. Memiliki garis keturunan orang tua (ayah atau ibu kandung) asli provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur

8. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 300 ribu berdasarkan PP Nomor 63/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Badan Kepegawaian Negara (BKN)

9. Tidak pernah dinyatakan lulus pada seleksi PKN STAN tahun-tahun sebelumnya.

B. Biaya pendidikan PKN STAN 2021

PKN STAN saat ini menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Dengan pola ini, PKN STAN melalui kewenangan direktur memiliki otonomi dalam pengelolaan keuangannya.

"Penyelenggaraan pendidikan tinggi PKN STAN dibiayai sepenuhnya dengan dana APBN, yang meliputi rupiah murni dan PNBP. Untuk penyelenggaraan pendidikan ini, mahasiswa tidak dikenai biaya selain untuk mengikuti ujian saringan masuk. Biaya tersebut digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan seleksi pendaftaran.

C. Tokoh alumni PKN STAN

PKN STAN memiliki sejarah yang panjang, sejak kali pertama berdiri pada 31 Juli 1952 sebagai Kursus Djabatan Ajun Akuntan (KDAA). Nama STAN digunakan mulai tahun 1975 hingga berubah menjadi PKN STAN pada 15 Juli 2015.

Dengan sejarah yang panjang, PKN STAN telah melahirkan berbagai figur yang akrab dengan masyarakat umum. Para alumni aktif sebagai pengusaha hingga pengambil keputusan di berbagai tataran pemerintahan.

Berikut beberapa alumni PKN STAN:

  • Helmy Yahya
  • Chairal Tanjung
  • Sudirman Said
  • Alexander Marwata
  • Ito Warsito.


Simak Video "KPK: Dugaan Kasus Suap Ditjen Pajak Bukan dari OTT"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia