Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan mengembalikan penjurusan SMA pada tahun ajaran 2027. Pakar pendidikan, Ki Darmaningtyas, setuju dengan kebijakan tersebut.
Menurutnya, kembalinya penjurusan di tingkat SMA dapat membantu perguruan tinggi dalam menyaring mahasiswa yang sesuai. Ia melihat perguruan tinggi saat ini kesulitan menemukan calon mahasiswa dengan latar keilmuan yang sesuai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi misalnya yang daftar di fakultas-fakultas eksakta sekarang ini sudah sekitar 4% itu berasal dari jurusan yang tidak ber-background IPA misalnya. Tentu ini akan saya menyulitkan dalam proses pembelajaran dan juga akhirnya nanti kualitas pendidikannya juga menjadi kurang bagus," tuturnya kepada detikEdu dikutip Jumat (6/11/2026).
Fasilitas Sekolah akan Lebih Adil
Lebih lanjut, penjurusan SMA juga akan meringankan beban sekolah dalam menyediakan fasilitas. Jika sebelumnya laboratorium dipakai untuk semua siswa, sekarang laboratorium bisa disesuaikan kepada siswa yang akan mengikuti beberapa pelajaran saja.
"Tapi kalau ada penjurusan kan tahu berapa yang akan jurusan IPA, ini mereka semua memerlukan laboratorium IPA," ujarnya.
"Jadi lebih mudah menyiapkan, gurunya juga tahu. Di sekolah itu akan buka jurusanIPA-nya berapa kelas,IPS-nya berapa kelas, bahasanya berapa kelas, itu jauh lebih mudah,"imbuhnya.
Tentang Penjurusan di SMA
Kemendikdasmen akan mengembalikan sistem penjurusan di jenjang pendidikan SMA pada tahun ajaran 2027/2028. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan jurusan yang akan kembali dihidupkan, yakni IPA, IPS, dan bahasa. Namun, ia tidak menutup kemungkinan akan hadirnya penjurusan baru.
"Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan:IPA,IPS, dan juga Bahasa. Mungkin nanti ada modifikasi-modifikasi tertentu," katanya dalam acara Koordinasi dan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSDMBI) di HotelMerlynn Park Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).
Modifikasi penjurusan akan dirancang mengikuti dinamika keilmuan. Mu'ti melihat penjurusan di SMA penting untuk mempersiapkan siswa masuk ke jenjang perguruan tinggi.
"Selama ini kami di perguruan tinggi (merasa) foundational knowledge bagi para mahasiswa baru itu memang rata-rata di bawah yang kita harapkan dan oleh karena itu, maka dengan dibukanya kembali jurusan, kami tentu saja berharap agar para murid, khususnya SLTA, memiliki basis knowledge yang lebih baik, sehingga ketika mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi akan lebih siap lagi sesuai dengan bidang keilmuannya," papar Mu'ti.
Adapun pembukaan jurusan baru selain IPA, IPS, dan bahasa akan dilakukan secara bertahap. Kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi upaya perlahan dalam mengarahkan siswa untuk memilih jurusan.
"Karena tes TKA itu, tes kemampuan akademik, selain ada mata pelajaran yang wajib, juga ada mata pelajaran pilihan yang oleh para murid menjadi pilihan untuk orientasi mereka melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi," jelasnya.
