Kemenag Akan Tes Kemampuan Membaca Kitab Suci Calon Guru Sekolah Rakyat

ADVERTISEMENT

Kemenag Akan Tes Kemampuan Membaca Kitab Suci Calon Guru Sekolah Rakyat

Nikita Rosa - detikEdu
Jumat, 16 Okt 2026 12:00 WIB
Dua siswa bermain di selasar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). Pemprov Jawa Tengah menyebutkan bahwa sebanyak 10 Sekolah Rakyat permanen yang ada di wilayah tersebut siap beroperasi untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran tahun ajaran 2026/2027 mulai 31 Juli 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU
Potret Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Kementerian Agama akan melakukan tes kemampuan membaca kitab suci pada calon guru agama Sekolah Rakyat. Skema ini akan menjadi salah satu rangkaian dalam tahap wawacara Seleksi Calon Guru Agama Sekolah Rakyat.

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi di kantor pusat Kementerian Agama Jakarta yang diikuti utusan Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Hindu, Ditjen Bimas Budha, Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu, dan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenag, Senin (12/10/2026) lalu. Pertemuan tersebut ini juga diikuti tim dari Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2 Tahap Seleksi Guru Sekolah Rakyat

Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag M Munir mengatakan seleksi calon guru agama Sekolah Rakyat terdiri dari seleksi administrasi, CAT (Computer-Assisted Test) dan wawancara. Ada dua hal yang diuji dalam tes wawancara, yakni kemampuan baca kitab suci dan pemahaman keagamaan serta komitmen kebangsaan.

"Guru agama ASN pada sekolah harus diuji kemampuan baca kitab sucinya. Kalau Islam, ya harus bisa baca Al-Qur'an. Survey yang kita lakukan tahun lalu menunjukkan bahwa hanya 12% dari toral guru PAI se-Indonesia yang mahir membaca Al-Qur'an. Untuk Sekolah Rakyat, kita jangan sampai kecolongan lagi," jelas M. Munir dalam laman Kemenag dikutip Jumat (16/10/2026).

ADVERTISEMENT

Calon guru agama juga harus memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan komitmen kebangsaan yang kuat. M Munir juga memastikan agar secara teknis, tes wawancara bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala. Mulai dari instrumen wawancara, tim penguji dan sistem aplikasinya, terutama terkait dengan sistem pendataan antara BKN, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SIAGA, serta jaringan server antara pengembang IT dan Pusdatin Kemenag.

Gaji Guru PPPK Sekolah Rakyat 2026

Pendaftar yang berhasil diterima sebagai guru Sekolah Rakyat akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Gaji PPPK sendiri telah diatur dalam Peraturan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2024. Besaran gaji pokok guru PPPK adalah sebagai berikut:

Golongan I: Rp 1.938.500-Rp 2.900.900
Golongan II: Rp 2.116.900-Rp 3.071.200
Golongan III: Rp 2.206.500-Rp 3.201.200
Golongan IV: Rp 2.299.800-Rp 3.336.600
Golongan V: Rp 2.511.500-Rp 4.189.900
Golongan VI: Rp 2.742.800-Rp 4.367.100
Golongan VII: Rp 2.858.800-Rp 4.551.100
Golongan VIII: Rp 2.979.700-Rp 4.744.400
Golongan IX: Rp 3.203.600-Rp 5.261.500
Golongan X: Rp 3.339.600-Rp 5.484.000
Golongan XI: Rp 3.480.300-Rp 5.716.000
Golongan XII: Rp 3.627.500-Rp 5.957.800
Golongan XIII: Rp 3.781.000-Rp 6.209.800
Golongan XIV: Rp 3.940.900-Rp 6.472.500
Golongan XV: Rp 4.107.600-Rp 6.746.200
Golongan XVI: Rp 4.281.400-Rp 7.031.600
Golongan XVII: Rp 4.462.500-Rp 7.329.900.

Tunjangan Guru PPPK Sekolah Rakyat 2026

Selain gaji pokok, guru PPPK juga akan menerima tunjangan selama masa kerjanya. Berdasarkan aturan yang berlaku, tunjangan ini akan dikenai potongan pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak penghasilan dan tidak ditanggung oleh pemerintah.

Cakupan tunjangan PPPK termasuk:

1. Tunjangan keluarga

2. Tunjangan pangan

3. Tunjangan jabatan struktural

4. Tunjangan jabatan fungsional

5. Tunjangan lainnya



(nir/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads