Sekolah di Jakarta seringkali dibangun menjulang tinggi. Berbeda dengan daerah lainnya, mengapa sekolah di Jakarta dibangun bertingkat?
Gubernur DKI Jakarta,Pramono Anung Wibowo, mengatakan keterbatasan lahan di ibu kota menjadi alasan sekolah yang baru direnovasi kini terintegrasi dan bertingkat. Salah satu contoh sekolah yang terintegrasi setelah direnovasi adalah SDN 05Pekayon dan SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa Jakarta sekarang ini mengintegrasikan salah satu contoh yang di sini, karena memang persoalan di Jakarta itu lahan paling utama. Dengan semakin mahalnya lahan, maka harus diefektivitaskan supaya anak-anak pilihannya juga semakin banyak," jelas Pramono dalam Antara, dikutip Selasa (13/10/2026).
Dengan mengintegrasikan sekolah, lahan yang bisa dimanfaatkan semakin luas. Pada dua sekolah tersebut, kini semakin banyak fasilitas olahraga yang dimiliki seperti lapangan basket hingga lapangan mini sepak bola.
"Sebab kalau flat (bangunannya), hanya satu lantai, pasti ini (lahannya) terbatas. Sehingga dengan demikian, ketika diusulkan diintegrasikan, ada yang enam tingkat, ada yang lima tingkat, saya menyetujui itu karena pasti lebih efektif dan efisien," ungkapnya.
Sekolah dengan Lift
Dengan bangunan sekolah yang bertingkat, pemerintah juga menyediakan fasilitas lift untuk memudahkan akses siswa dan siswi, khususnya penyandang disabilitas.
Meski membutuhkan penyesuaian pada awal pemakaian,Pramono yakin para siswa dapat menyesuaikan diri dengan fasilitas yang baru.
Daftar Sekolah Jakarta yang Telah Direvitalisasi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merampungkan renovasi 16 gedung sekolah dari 19 gedung dengan total anggaran Rp876,7 miliar. Ke depannya, Pemprov akan terus menggencarkan renovasi dan revitalisasi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern bagi seluruh siswa.
"Tujuannya satu, memastikan setiap anak memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern, sehingga mereka bisa fokus mengukir prestasi terbaik," ujar Pramono.
Program renovasi dan revitalisasi ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Di Jakarta Barat, renovasi dilakukan di SDN Tegal Alur 02/04, SMAN 33 Jakarta, SDN Jati Pulo 07, SMPN 130 Jakarta, SDN Kota Bambu 01/02, dan TKN Meruya Selatan. Program ini juga mencakup alih fungsi SDN Jati Pulo 08 Pagi menjadi unit sekolah baru (USB) SMPN 298.
Di Jakarta Timur, renovasi meliputi SDN Pondok Bambu 01, SDN Cakung Timur 02, SMPN 91, serta SDN Pekayon 05/12. Sementara di Jakarta Selatan, renovasi dilakukan di SDN Cilandak Barat 08, SDN Cipulir 11, SDN Gandaria Selatan 03, SDN Lebak Bulus 04, SDN Tebet Timur 07, dan SMPN 15 Jakarta.
Renovasi di Jakarta Utara dilakukan di SMKN 55 Jakarta. Di Jakarta Pusat, program ini mencakup SDN Petojo Utara 018.
