Mendikdasmen Mu'ti Respons Guru Minta Naik Gaji: InsyaAllah, Menkeu Sudah Oke

ADVERTISEMENT

Mendikdasmen Mu'ti Respons Guru Minta Naik Gaji: InsyaAllah, Menkeu Sudah Oke

Devita Savitri - detikEdu
Sabtu, 26 Sep 2026 19:00 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti menyebut ekstrakurikuler selain pramuka sifatnya sukarela dan tidak wajib. (Adrial/detikcom)
Foto: Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut ekstrakurikuler selain pramuka sifatnya sukarela dan tidak wajib. (Adrial/detikcom)
Jakarta -

Ada satu kejadian unik yang terjadi ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pidato di hadapan hampir 1.000 guru dan dosen di acara Wardah Inspiring Educators 2026, Sabtu (26/9/2026). Di kesempatan itu, Menteri Mu'ti sempat menyinggung masalah gaji dan tunjangan guru.

Masalah tersebut langsung disambut meriah dengan para guru yang hadir. Dengan gemuruh, para guru langsung meminta kenaikan gaji kepada Menteri Mu'ti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengarnya, Mu'ti bergurau dan menganggapnya sebagai 'haji'. Ia menyebut, saat ini masyarakat tak bisa lagi naik haji karena sudah melewati bulan haji.

"Tahu saya (usai guru protes naik gaji). Emang bisa haji di bulan Rabiul Akhir? Haji ya di bulan haji," ungkap Mu'ti di acara Wardah Inspiring Educators 2026 di Jakarta Concert Hall, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

ADVERTISEMENT

Kembali sempat bergurau dengan bertanya sedang membicarakan topik apa, Menteri Mu'ti kembali dijawab dengan keinginan naik gaji oleh para guru. Merespons hal tersebut, Menteri Mu'ti mengalah dan menyebut sudah menyampaikan ke Menteri Keuangan serta mendapat lampu hijau.

"Insya Allah, Insya Allah (gaji guru naik). Pak Menteri Keuangan sudah oke kok," jawab Mendikdasmen.

Jawaban itu kemudian diiringi dengan tepukan riuh dari para guru yang ada di ruangan tersebut.

Ajak Guru Jadi Teladan yang Cinta Murid

Dikesempatan yang sama, Mendikdasmen mengajak agar guru menjadi orang yang cinta dengan murid dan ilmu. Selain itu, Mu'ti juga mengajak guru menjadi pengemban misi kenabian dan profetik.

"Karena Bapak-Ibu lah yang mengajarkan anak-anak dari tidak tahu menjadi tahu, dari keliru menjadi benar, dari biadab menjadi beradab.. Itulah misi profetik. Di situlah sebenarnya kuncinya Bapak-Ibu menjadi guru," ujarnya.

Dengan misi ini, guru harus bisa menerima setiap murid sebagai utusan Tuhan yang akan membukakan pintu-pintu surga. Untuk itu, Mendikdasmen berpesan agar guru bisa sabar dengan segala kesulitan dan biasa menjadi sosok pembuka jalan bagi murid yang ingin berkembang dalam hidupnya.

"Dan itu tidak bisa diukur dengan berapapun gaji Bapak-Ibu sekalian. This is my way to God. Mungkin ini terlalu indah, tapi hidup itu kadang-kadang memang perlu keindahan-keindahan yang tidak selalu berupa materi dan gemerlap harta," pesannya.



(det/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads