Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menyoroti kekurangan guru yang masih menjadi masalah pemerintah Indonesia. Ia menyebut Indonesia kekurangan 464.856 guru dan kekosongan guru mencapai 224.545 orang.
"Kita ini memang kekurangan gurunya banyak banget, ada kurang guru 464.856 seluruh Indonesia, sementara kekosongan gurunya 254.454. Mohon ini menjadi perhatian kita bagaimana kita harus menyelesaikan kekurangan guru yang 464 ribu lebih ini," tuturnya.
Hal itu disampaikan Esti dalam Raker Komisi X DPR RI dengan Mendikdasmen, dikutip dari tayangan ulang TVR Parlemen, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7,1 Persen Lulusan S1 Pengangguran dari Prodi Pendidikan
Lebih lanjut, Esti menilai dari data 1 juta pengangguran yang merupakan lulusan S1, sebanyak 7,1 persennya atau 71.000 lulusan sarjana berasal dari program studi (prodi) pendidikan. Dengan demikian, pemerintah perlu melakukan survei atau kajian lebih lanjut terkait hal ini.
"Nah, bagaimana dengan 71 ribu lulusan sarjana pendidikan ini? S1 pendidikan di saat kita kurang guru yang sekian, maka kita berharap betul ada roadmap (peta jalan) untuk perencanaan mengisi kekosongan guru ini," paparnya.
Jika tidak ditindaklanjuti, Esti menyebut hal ini akan menjadi bahaya baru bagi dunia pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) perlu mulai memetakan di mana letak kekosongan guru tersebut.
"Sekian banyak kekosongan 224 ribu itu harus mulai dipetakan di mana, mata pelajaran apa, tingkatan apa, dan yang lain sebagainya," ungkap Esti.
Data ini menurutnya penting untuk proses perencanaan tambahan anggaran Kemendikdasmen ke depan. Baginya, permasalahan guru tidak sekadar tentang perubahan status dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu atau PNS melalui seleksi.
Tapi, masalah kejelasan terkait pemenuhan guru dan anggarannya juga perlu diperhatikan.
Seleksi PNS Boleh Diikuti Fresh Graduate
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan tanggapan terkait pernyataan MY Esti Wijayanti. Ia menegaskan bahwa kebutuhan jumlah guru sudah dibahas berulang kali bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Jadi, insya Allah datanya itu sudah kami padankan dan sudah rapat berulang kali," tegas Mu'ti.
Mu'ti juga menyebut sudah memiliki data terkait kebutuhan 464 ribu guru di Indonesia. Data tersebut disusun berdasarkan jenis mata pelajaran dan per sekolah.
Terkait rekrutmen CPNS yang akan dibuka pada 2027, Menteri Mu'ti menyebut, rekrutmen itu tidak hanya untuk guru honorer dan guru PPPK. Ia menegaskan seleksi ini juga terbuka untuk lulusan baru atau fresh graduate.
"Jadi kami terbuka tapi semuanya berbasis seleksi, sehingga yang disampaikan pimpinan InsyaAllah akan dapat bisa dipenuhi melalui seleksi terbuka tersebut," imbuhnya.
Roadmap Pengangkatan Guru PNS
Masih di kesempatan yang sama, Menteri Mu'ti menegaskan pihaknya sudah mengusulkan roadmap pengangkatan guru kepada Pimpinan DPR RI dan Kementerian Keuangan. Pengangkatan guru PNS memang akan dilakukan secara bertahap.
"Memang nanti roadmap-nya itu, 2027 kita akan mengangkat 30% dari kebutuhan 464 ribu (kebutuhan guru), kemudian 30% lagi di tahun 2028, dan 2029 (sebanyak) 40%," ungkapnya.
Sekum PP Muhammadiyah itu menekankan bahwa angka ini masih dinamis karena setiap tahun ada guru yang pensiun. Ia berharap pemenuhan jumlah guru akan diselesaikan meski secara bertahap.
"Di sinilah kemudian data itu kami buat secara dinamis yang mudah-mudahan nanti secara bertahap dapat kami lakukan pemenuhan jumlah guru," kata Menteri Mu'ti lagi.
