20 Siswa SMK Siap Bertarung di Olimpiade Keterampilan Vokasi Internasional

ADVERTISEMENT

20 Siswa SMK Siap Bertarung di Olimpiade Keterampilan Vokasi Internasional

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 16 Sep 2026 13:02 WIB
Pelepasan Kontingen RI untuk bertanding di WorldSkills Competition Shanghai 2026.
Pelepasan Kontingen RI untuk bertanding di WorldSkills Competition Shanghai 2026. Foto: Devita Savitri/detikEdu
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kirim 20 siswa SMK untuk bertarung mengikuti Olimpiade Keterampilan Vokasi Internasional 2026. Olimpiade yang bertajuk Worldskills Competition 2026 akan berlangsung di Shanghai, China.

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyebut kontingen Indonesia akan bersaing dengan talenta-talenta muda dari berbagai negara di Worldskills Competition 2026. Bukan pertama, di 2024 lalu, Indonesia juga berlaga di ajang serupa dan berhasil meraih beberapa medali.

"Indonesia punya kesempatan untuk menunjukkan kita punya talenta-talenta terbaik yang tidak kalah kerennya dari negara-negara lain. Kami berharap di ajang tahun ini, di Shanghai prestasi delegasi kita akan meningkat, tidak hanya dilihat dari raihan medali tapi juga dampak yang dibawa kontingen setelah kembali ke Tanah Air," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Fajar usai acara Pelepasan Kontingen RI pada Worldskill Competition 2026 di Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Bidang-bidang yang Diikuti Kontingen Indonesia

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menjelaskan Worldskill Competition 2026 diikuti 90 negara, termasuk Indonesia. Ia menyebut, kompetisi ini adalah panggung keterampilan terbesar di dunia.

"Tidak cukup harus presisi, tapi juga harus cepat, harus kreatif, serta memenuhi standar, dan benchmark dunia," paparnya.

Indonesia mengirimkan 20 kompetitor (peserta lomba) dan 17 expert (pendamping/mentor). Seluruh peserta merupakan murid dan alumni SMK yang telah ditempa di mitra industri selama 6 bulan-1 tahun.

"Teknisnya dilatih, mentalnya dikuatkan, kedisiplinannya dibentuk. Bahkan 1 detik dari 1 mm pun diperhitungkan apalagi untuk bidang welding dan sejenisnya," ucap Tatang.

Tercatat ada 64 bidang kompetisi keahlian yang dilombakan dalam Worldskills Competition 2026. Indonesia sendiri mengikuti 17 bidang kompetisi, dari cooking, web, teknologi, bidang mekatronika dan lainnya.

"Cuma memang tidak semua bidang kompetisi kita ikuti, karena ada beberapa yang kita memang kalau ikut agak berat," sampainya.

Tatang tidak memungkiri, perolehan medali adalah salah satu tujuan yang diharapkan dari olimpiade ini. Namun, ia juga berpesan agar para peserta bisa pulang ke Tanah Air dengan pengalaman dan teknologi standar dunia.

"Karena kemenangan terbesar bukan hanya ketika Merah Putih berkibar di podium, kemenangan terbesar adalah ketika pengalaman dari Shanghai mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan anak SMK di Tanah Air," ungkap Tatang.

Lebih lanjut, Tatang berpesan agar peserta tidak minder dengan kompetitor negara lain. Ia yakin, siswa SMK yang siap bertanding punya kemampuan mumpuni dan telah melalui persiapan yang matang.

"Sekalipun berat jangan minder, kalian tidak berangkat untuk sekedar ikut bertanding, kalian berangkat untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu. Bertandinglah dengan percaya diri, fokus, disiplin, dan yang paling penting lagi sportif dan berikan yang terbaik," tegas Tatang.



(det/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads