×
Ad

Hadiah OSN 2026 Dinilai Turun Drastis hingga Diprotes, Mendikdasmen Minta Maaf

Cicin Yulianti - detikEdu
Sabtu, 05 Sep 2026 14:00 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Nikita Rosa/detikedu
Jakarta -

Hasil atau daftar juara di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 telah diumumkan. Namun, alih-alih profil para juara yang diperbincangkan, banyak orang yang menyoroti perihal hadiah para pemenang.

Banyak yang menyayangkan nominal hadiah dianggap terlalu kecil bagi para siswa berprestasi. Adapun nilainya disebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti buka suara. Ia mengungkapkan bahwa penurunan nominal hadiah disebabkan oleh adanya pemangkasan anggaran di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

"Iya, karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas," ujar Mu'ti saat ditemui usai acara Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat pada Jumat (4/9/2026) ditulis Sabtu (5/9/2026).

Cari Skema Tambahan Anggaran

Walau demikian, Mu'ti memastikan pihaknya tidak hanya diam. Kemendikdasmen tengah mengupayakan skema baru supaya anggaran Puspresnas bisa ditambah.

"Diusahakan dari sumber-sumber lain sehingga hadiahnya dapat ditambah," tuturnya.

Alih-alih hanya fokus pada nominal, Mu'ti mengajak masyarakat supaya melihat apresiasi lain dari negara. Para pemenang OSN berpeluang besar mendapatkan beasiswa dari negara.

"Tapi jangan dilihat penghargaannya hanya dari sisi hadiahnya ya, karena mereka yang juara juga dapat prioritas untuk beasiswa dari LPDP, yang menurut saya jauh lebih bermakna dari sebatas uang itu," katanya.

Permohonan Maaf Mendikdasmen

Sebelumnya, pengumuman hasil OSN 2026 jenjang SD dan SMP pada Minggu (30/8/2026) viral di media sosial. Berdasarkan data yang diumumkan Puspresnas, rincian hadiah bagi pemenang adalah medali emas Rp 3.000.000, medali perak Rp 2.000.000, medali perunggu Rp 1.000.000.

Nominal ini memicu protes keras dari warganet karena dianggap mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun 2025. Salah satu komentar netizen di kanal YouTube Puspresnas bahkan menyebut hadiah tersebut tidak sebanding dengan biaya persiapan lomba.

Di akhir, Mendikdasmen meminta maaf karena nominal ini sempat jadi perdebatan. Ia menegaskan bukan berarti pihaknya tak mengapresiasi prestasi, tetapi memang karena anggaran terbatas.

"Tentu uang penting, tetapi beasiswa menurut saya jauh lebih penting dan nilainya sangat besar. Sehingga ini memang bukan berarti kami tidak mendukung prestasi, tapi kami berusaha dengan dana yang memang sangat terbatas tetap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk berprestasi, untuk dapat meningkatkan kemampuannya," kata Mu'ti.

"Dan mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan," pungkasnya.



Simak Video "Video: Alasan LPDP Pangkas Penerima Beasiswa di 2025-2026"

(cyu/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork