4 Siswa Diutus Ikut Olimpiade Sains Nuklir, dari Yogya dan Serpong

ADVERTISEMENT

4 Siswa Diutus Ikut Olimpiade Sains Nuklir, dari Yogya dan Serpong

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Selasa, 04 Agu 2026 19:30 WIB
Olimpiade Sains Nuklir Internasional (INSO) 2026
Olimpiade Sains Nuklir Internasional (INSO) 2026 Foto: Dok. INSO 2026
Jakarta -

Indonesia mengirim empat pelajar terbaik untuk berlaga dalam (INSO) 2026. Olimpiade Sains Nuklir Internasional edisi ketiga ini digelar pada 2-9 Agustus 2026 di King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi.

Keempat siswa tersebut akan bersaing dengan pelajar dari sekitar 20 negara lainnya dalam kompetisi yang secara khusus menguji kemampuan siswa sekolah menengah atas di bidang sains nuklir.

Dikutip dari laman resminya, INSO merupakan kompetisi utama dalam sains nuklir untuk siswa sekolah menengah atas. INSO bertujuan mendorong keunggulan ilmiah sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi nuklir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kompetisi ini diselenggarakan di bawah naungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), bekerja sama dengan pemerintah tuan rumah dan lembaga mitra. Format kompetisinya mengadopsi model olimpiade sains internasional lain, seperti International Physics Olympiad (IPhO) dan International Chemistry Olympiad (IChO).

ADVERTISEMENT

Penilaian INSO 2026 terbagi menjadi dua bagian utama, yakni tes teori dan praktik atau terapan. Tes teori memiliki porsi terbesar dengan bobot 70 persen, sedangkan komponen praktik/terapan menyumbang 30 persen dari total nilai.

Bagian teori, peserta akan menghadapi lima soal, dengan setiap soal terdiri atas sedikitnya tiga subbagian. Masing-masing soal harus diselesaikan dalam waktu satu jam, sehingga total durasi pengerjaan tes teori mencapai lima jam.

Tingkat kesulitan soal juga disusun secara bertahap. Artinya, peserta akan menghadapi soal dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat dari satu soal ke soal berikutnya. Sementara, tes eksperimen berlangsung maksimal 3,5 jam.

4 Pelajar dari SMA Kesatuan Bangsa dan MAN IC Serpong

Dikutip dari Saudi Press Agency, Sekretaris Jenderal King Abdulaziz and His Companions Foundation for Giftedness and Creativity (Mawhiba), Abdulaziz Al-Karidis, mengatakan INSO 2026 juga menjadi sarana untuk memperkenalkan peran ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir kepada generasi muda.

Menurutnya, ajang tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi nuklir secara damai, termasuk kontribusinya terhadap kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

Keikutsertaan Indonesia dalam INSO 2026 merupakan hasil kolaborasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia serta International Nuclear Agency Indonesia (INuA Indonesia) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) seperti dikutip dari akun resmi Puspresnas.

Pelajar yang terpilih mewakili Indonesia memiliki rekam prestasi di berbagai kompetisi sains nasional maupun internasional.

4 pelajar yang diutus untuk mewakili Indonesia adalah:

1. Gusti Komang Abhika Atmaja SMA Kesatuan Bangsa

  • Medali perak International Physics Olympiad (IPhO) 2026 Kolombia
  • Medali perunggu Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 Busan
  • Medali emas, absolute winner, dan best theory Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2025

2. Aloysius Gonzaga Duta Setiawan SMA Kesatuan Bangsa

  • Medali Perak International Chemistry Olympiad (ICHO) 2026 Uzbekiztan
  • Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia 2025

3. Faris Patria Chariansyah MAN Insan Cendekia Serpong

  • Medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2025

4. Hilmy Lazuardhy Nurramadhan MAN Insan Cendekia Serpong

  • Medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2025


(pal/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads