Siswa SMA Wajib Kerjakan 4 Hari TKA Beruntun, Bagaimana Jika Sakit?

ADVERTISEMENT

Siswa SMA Wajib Kerjakan 4 Hari TKA Beruntun, Bagaimana Jika Sakit?

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 27 Agu 2026 19:00 WIB
TKA SMA hingga SLB di seluruh Indonesia
TKA SMA hingga SLB di seluruh Indonesia. Foto: (Dokumentasi Kemendikdasmen)
Jakarta -

Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/sederajat dilaksanakan selama 4 hari untuk setiap gelombang. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menegaskan setiap siswa wajib mengerjakan TKA selama 4 hari dan secara berurutan.

Lalu, bagaimana jika siswa sakit di tengah-tengah selama 4 hari tersebut? Menurut Pengembang Penilaian Pendidikan Ahli Pertama, Suryo Atmojo, jika siswa sakit di tengah pekan TKA, maka tidak bisa ikut di gelombang selanjutnya, tetapi harus ikut susulan.

"Satu siswa itu wajib mengerjakan di 4 hari urutan ya, sesuai dengan gelombang yang telah diatur ya Bapak Ibu ya. Jadi tidak bisa lompat, misalnya satu siswa sudah dipilihkan di gelombang satu semua untuk mengerjakannya. Kemudian di pelaksanaan utama hari Senin, Selasa bisa mengerjakan di waktu yang sesuai," kata Suryo dalam webinar Sapa Pendidikan-Pendaftaran TKA Jenjang SMA/Sederajat pada Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian Rabu, Kamisnya ternyata siswanya ini sakit, ya sudah otomatis langsung nanti ikut di susulan. Jadi tidak bisa mengikuti di gelombang selanjutnya," jelasnya.

Ia juga memaparkan terkait gelombang khusus yang disediakan oleh Kemendikdasmen. Siswa pendidikan kesetaraan bisa memilih ikut TKA di gelombang satu atau dua di gelombang khusus.

ADVERTISEMENT

Suryo menyampaikan, gelombang khusus disediakan untuk siswa pendidikan kesetaraan memang hanya bisa aktif belajar pada akhir pekan.

Jadwal TKA 2026 Per Gelombang

1. Gelombang 1 (26-29 Oktober 2026)

  • Senin, 26 Oktober: Latihan 5 menit, bahasa Indonesia wajib dan literasi membaca 75 menit, survei karakter 25 menit
  • Selasa, 27 Oktober: Latihan 5 menit, bahasa Inggris wajib 75 menit, survei lingkungan belajar 25 menit
  • Rabu, 28 Oktober: Latihan 5 menit, matematika wajib dan numerasi 75 menit
  • Kamis, 29 Oktober: Latihan 5 menit, mata pelajaran pilihan pertama 60 menit, mata pelajaran pilihan kedua 60 menit

2. Gelombang 2 (2-5 November 2026)

  • Senin, 2 November: Latihan 5 menit, bahasa Indonesia wajib dan literasi membaca 75 menit, survei karakter 25 menit
  • Selasa, 3 November: Latihan 5 menit, bahasa Inggris wajib 75 menit, survei lingkungan belajar 25 menit
  • Rabu, 4 November: Latihan 5 menit, matematika wajib dan numerasi 75 menit
  • Kamis, 5 November: Latihan 5 emnit, mata pelajaran pilihan pertama 60 menit, mata pelajaran pilihan kedua 60 menit

3. Gelombang Khusus Pekan 1 (31 Oktober-1 November)

  • Sabtu, 31 Oktober: Latihan 5 menit, bahasa Indonesia wajib dan literasi membaca 75 menit, survei karakter 25 menit
  • Minggu, 1 November: Latihan 5 menit, bahasa Inggris wajib 75 menit, survei lingkungan belajar 25 menit

4. Gelombang Khusus Pekan 2 (7-8 November)

  • Sabtu, 7 November: Latihan 5 menit, matematika wajib dan numerasi 75 menit
  • Minggu, 8 November: Latihan 5 menit, mata pelajaran pilihan pertama 60 menit, mata pelajaran pilihan kedua 60 menit.


(nah/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads