Kabar bahagia muncul dari DPR bagi seluruh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Berdasarkan rapat yang digelar pada Selasa (18/8) lalu, para guru berstatus PPPK akan diubah menjadi pegawai penuh waktu. Rencananya, peralihan status ini akan rampung pada 2027 mendatang.
Hal ini juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Atip menyebut jika hal ini merupakan bentuk usaha negara dalam rangka memberikan kepastian status bagi 230 ribu lebih pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
"Pemerintah bersama DPR terus mengusahakan penataan status kepegawaian guru PPPK agar lebih memberikan kepastian dan mendukung keberlanjutan layanan pendidikan," tutur Atip melalui postingan Instagram resminya, dikutip detikEdu Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan ini dinilai menjadi jawaban atas kegelisahan sejumlah pihak tentang munculnya Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 tentang akhir masa penugasan Guru Non Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah pada 31 Desember 2026 mendatang.
Menyusul keputusan ini, pihak Kemendikdasmen saat itu juga memberikan penjelasan. Merangkum detikEdu, usai keputusan tersebut berjalan, pemerintah akan memberikan skema baru terkait penugasan guru non-ASN.
Soal wacana perubahan status ini, sejumlah pihak menyambut baik dan berharap agar prosesnya segera dimulai. Lalu, bagaimana peta jalan proses perubahan status tersebut? Apa saja yang perlu diperhatikan agar skema yang disiapkan dapat berjalan dengan maksimal? Ikuti ulasannya dalam detikSore!
Beralih ke informasi daerah, kejadian tragis dialami oleh seorang wanita di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dirinya tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karena menolak ditawan oleh para pelaku. Buntut dari kejadian itu, sang anak dibuang ke jurang oleh oknum KKB.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Mimika, Selasa (19/8). Penyanderaan terhadap warga terjadi sehari setelah KKB menyerang TNI di Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS, Distrik Jila. Total terdapat 9 orang dibawa paksa KKB ke hutan untuk dijadikan sandera. Saat ini pihak kepolisian Mimika masih melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Seperti apa hasil dari olah TKP tersebut? Barang bukti apa yang ditemukan? Apa langkah yang akan diambil selanjutnya? Simak laporannya bersama detikSulsel.
Jelang matahari terbenam nanti, detikSore akan membahas maraknya aksi warga yang memilih memperbaiki fasilitas publik secara mandiri di berbagai daerah, mulai dari membersihkan halte hingga menangani jalan berlubang. Gerakan ini lahir dari keresahan melihat fasilitas yang seharusnya dinikmati bersama justru tidak terawat. Alih-alih sekadar mengeluh, warga memilih turun tangan dan melakukan aksi nyata.
Di Bekasi, semangat tersebut diwujudkan oleh Generasi Burgeract, sekelompok anak muda yang peduli terhadap kondisi fasilitas publik di lingkungan mereka. Berawal dari keresahan, mereka bergerak membersihkan halte hingga menangani jalan rusak. Aksi yang dilakukan secara mandiri ini pun berkembang dan mendapat perhatian masyarakat.
Lantas, seperti apa aksi Generasi Burgeract di lapangan? Apa saja yang sudah mereka lakukan dan perubahan apa yang dihasilkan dari aksi tersebut? Temukan jawabannya bersama Boim dari Generasi Burgeract dalam segmen Sunsetalk.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)
