Bolehkah Murid Tidak Ikut TKA? Ini Jawaban Kemendikdasmen

ADVERTISEMENT

Bolehkah Murid Tidak Ikut TKA? Ini Jawaban Kemendikdasmen

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 20 Agu 2026 12:01 WIB
Informasi pendaftaran TKA 2026.
Informasi pendaftaran TKA 2026. Foto: BKPDM Kemendikdasmen
Jakarta -

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK/sederajat masih dibuka hingga 27 September 2026. Namun, jika murid tidak ingin ikut TKA, apakah boleh?

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM Kemendikdasmen) beri jawaban. Mereka menyatakan TKA merupakan salah satu bagian dalam perjalanan belajar peserta didik.

"Lewat TKA peserta didik dapat mengetahui gambaran kemampuan akademiknya pada mata pelajaran yang diujikan," tuturnya dalam postingan Instagram dikutip Kamis (20/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Murid Boleh Tak Ikut TKA

BKPDM menegaskan TKA bersifat opsional dan bukan penentu kelulusan. Dengan begitu, murid bisa memilih tidak mengikuti TKA jika belum siap.

ADVERTISEMENT

"Jadi, buat kamu yang merasa masih belum siap, nggak perlu dipaksakan daftar dan ikut," tegas BKPDM.

Untuk peserta didik yang memutuskan ikut TKA, BKPDM mengingatkan untuk melakukan persiapan sebaik mungkin. Nantinya, hasil TKA SMA/MA/SMK/sederajat bisa digunakan untuk masuk perguruan tinggi, baik melalui jalur SNBP maupun mandiri.

"Namun, perlu diingat kalau kamu memilih ikut, persiapkan dirimu dengan sebaik-baiknya ya! TKA ini hadir untuk memotivasi kamu meningkatkan capaian akademik," lanjut BKPDM.

TKA Digabung AN, Ada Dampaknya

Sebagai catatan, TKA jenjang SMA/MA/SMK/sederajat akan digabung dengan Asesmen Nasional (AN). Sebelumnya, Kepala Pusat Asemen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati menjelaskan penggabungan TKA-AN didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas.

Dengan begitu, jumlah tes yang harus diikuti sekolah dan murid berkurang. Murid cukup mengikuti TKA dan AN dalam satu waktu tes yang sama.

Sebelumnya, peserta AN bersifat sampling dan ditentukan oleh pemerintah pusat. Dengan penggabungan ini, peserta AN adalah peserta TKA yang mendaftar dan mengikuti tes.

"Jadi siapa pun murid yang mendaftar menjadi peserta TKA, maka otomatis menjadi peserta Asesmen Nasional. Artinya, tidak ada lagi sampel Asesmen Nasional dari pusat, melainkan siswa kelas 6, 9, dan 12 yang mendaftar TKA," ujar Rahmawati dikutip dari arsip detikEdu.

AN menghasilkan Rapor Pendidikan yang bermanfaat bagi sekolah. Memang, keputusan untuk tidak mengikuti TKA adalah hak dan pilihan murid.

Akan tetapi, jika satuan pendidikan atau sekolah tidak memiliki murid peserta TKA akan ada hal yang merugikan. Sekolah tersebut akan masuk kategori tidak mengikuti AN dan Rapor Pendidikan satuan pendidikan tersebut tak terbit di 2027.

Untuk itu, sekolah perlu memperhatikan jumlah murid yang mendaftar sebagai peserta TKA. Jika jumlahnya di bawah standar sampel AN, maka Rapor Pendidikan di 2027 berstatus tidak memadai pada 2027.

Dengan dampak yang ada, sekolah tetap tidak diperbolehkan memaksa murid mengikuti TKA. Rahmawati menegaskan keputusan mengikuti TKA atau tidak tetap menjadi hak murid.

"Namun ingat, tetap ini tidak menjadikan TKA wajib diikuti di level murid," tegas Rahmawati.

Jadwal TKA SMA/MA/SMK/Sederajat 2026

  • Pendaftaran: 27 Juli-27 September 2026
  • Simulasi: 21-27 September 2026
  • Gladi bersih: 5-18 Oktober 2026
  • Pelaksanaan utama: 26 Oktober-8 November 2026
  • Pelaksanaan susulan: 16-29 November 2026
  • Pengumuman hasil: 23 Desember 2026.


(det/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads