Buku Pelajaran SD-SMA Bakal Diperbarui, Ini Alasan Pemerintah

ADVERTISEMENT

Buku Pelajaran SD-SMA Bakal Diperbarui, Ini Alasan Pemerintah

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 11 Agu 2026 13:30 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/8/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/8/2026). Foto: (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah akan memperbarui buku pelajaran nasional jenjang SD sampai SMA. Pembaruan ini meliputi aspek kualitas fisik maupun kualitas isi buku.

Dikutip dari laman resmi Presiden RI, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah alasan mengapa buku pelajaran SD-SMA diperbarui. Berikut katanya.

Alasan Buku Pelajaran SD-SMA Bakal Diperbarui

Perbaikan Kualitas Fisik

Dikatakan Teddy, langkah pembaruan buku ajar nasional merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dan sumber daya manusia (SDM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teddy mengatakan, pembaruan buku, khususnya untuk perbaikan kualitas fisik buku, berawal dari hasil tinjauan Prabowo terhadap buku-buku pelajaran di sejumlah sekolah. Salah satunya menyoroti desain buku, ukuran tulisan buku yang kecil, dan bahan yang rentan atau sudah rusak.

Perbaikan kualitas ini diharapkan mendukung penggunaan buku dalam jangka waktu yang lebih panjang, menarik bagi pelajar, dan tidak sulit dibaca.

ADVERTISEMENT

"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat. Kemudian ya kalau dibaca kurang baik, sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," katanya.

"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," ujar Teddy, dikutip dari Antara.

Perbaikan Kualitas Isi Buku

Teddy mengatakan, setelah mempelajari buku pelajaran yang dipakai di dalam negeri, Prabowo juga menginstruksikan perbandingan buku ajar nasional dengan buku ajar dari negara tetangga. Hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi dan peningkatan kemampuan berbahasa asing. Bekal strategis tersebut diharapkan bantu anak muda RI dapat bersaing secara global.

"Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," kata Prasetyo.

Membiasakan Kegemaran Baca Buku

Prasetyo mengatakan, sorotan Prabowo terkait perbaikan buku juga berangkat dari kebiasaan membaca yang ditanamkan keluarganya sejak kecil. Budaya gemar membaca ini rencananya hendak digalakkan lagi di tingkat nasional.

"Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro (Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo) selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua," katanya.

"Itu adalah juga cara mendidik, yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," sambung Prasetyo.



(twu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads