Cara Sekolah Mengurangi Ketergantungan Gawai Tanpa Melarang Penggunaannya

ADVERTISEMENT

Cara Sekolah Mengurangi Ketergantungan Gawai Tanpa Melarang Penggunaannya

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 31 Jul 2026 09:45 WIB
Ilustrasi ujian di kelas 3 SMP
Ilustrasi sekolah. Foto: Ilustrasi AI diolah oleh ChatGPT
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menegaskan penggunaan gawai di sekolah tidak dilarang, tetapi dibatasi. Teknologi digital dinilai tetap memiliki manfaat sebagai sarana belajar jika digunakan dengan terarah, proporsional, dan bertanggung jawab.

Kemendikdasmen mengimbau kepala sekolah untuk menyesuaikan tata tertib sekolah dengan kebijakan pembatasan gawai. Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikdasmen juga menjelaskan beberapa caranya.

Cara Mengurangi Ketergantungan Gawai di Sekolah

Dikutip dari unggahan Instagram PSKP Kemendikdasmen, berikut ini beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai di sekolah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Mengatur penggunaan gawai seperti telepon seluler, jam tangan pintar, dan alat komunikasi digital lainnya untuk pembelajaran
  • Mengatur pemanfaatan gawai dalam kegiatan belajar berdasarkan pertimbangan profesional pendidik yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan karakteristik pembelajaran
  • Menyusun mekanisme penyimpanan gawai secara aman, mudah diawasi, dan sesuai kondisi serta kemampuan sekoalh
  • Memberi pengecualian pembatasan, yakni gawai boleh digunakan saat kondisi tertentu misalnya sesuai arahan guru, keadaan darurat, kebutuhan aksesibilitas untuk murid disabilitas, kebutuhan medis, atau transportasi
  • Menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang memuat mekanisme pengumpulan, penyimpanan yang aman, penggunaan terbatas untuk belajar, pengecualian, serta pengembalian gawai kepada murid
  • Melakukan sosialisasi kepada siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan komite sekolah
  • Mendorong kegiatan belajar melalui kegiatan literasi, numerasi, olahraga, seni, permainan tradisional, dan interaksi sosial untuk menguatkan keseimbangan aktivitas digital dan nondigital
  • Melaksanakan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pembatasan penggunaan gawai dan melaporkan pelaksanaan serta dampak pembatasan gawai ke dinas pendidikan.

Tujuan Pembatasan Gawai

Menurut Kemendikdasmen, berikut ini beberapa tujuan pembatasan gawai di sekolah:

ADVERTISEMENT
  • Menciptakan budaya belajar yang aman dan nyaman
  • Meningkatkan konsentrasi belajar dan interaksi sosial antarmurid
  • Mendukung Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
  • Melindungi siswa dari dampak negatif penggunaan gawai yang tidak tepat
  • Membentuk budaya digital yang aman, sehat, bijaksana, dan bertanggung jawab
  • Mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran.

Demikian beberapa cara sekolah dalam mengurangi ketergantungan gawai. Bagaimana di sekolah detikers?



(nah/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads