Daerah-daerah Ini Punya Angka DO Sekolah Tertinggi, Terbanyak di Jawa?

ADVERTISEMENT

Daerah-daerah Ini Punya Angka DO Sekolah Tertinggi, Terbanyak di Jawa?

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 30 Jul 2026 18:45 WIB
Ilustrasi ruang kelas sekolah terbaik.
Ilustrasi DO sekolah Foto: Istimewa/ Unsplash.com
Jakarta -

Dropout (DO) menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mengapa seorang anak bisa tidak sekolah. Alasannya beragam, termasuk harus menjadi tulang punggung keluarga.

Diketahui, dari 3,9 juta ATS yang ada di Indonesia, sebanyak 967.269 anak mengalami DO dari sekolah. Data ini diambil berdasarkan dashboard ATS Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diakses, Kamis (30/7/2026).

Terkait jumlah tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen Tatang Mutaqin membenarkan memang ada daerah-daerah yang memiliki tingkat DO tinggi. Tatang menemukan hal itu berada di daerah yang berbasis industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi ada daerah-daerah juga yang dropout-nya tinggi. Kalau dropout-nya tinggi ini saya temukan di daerah-daerah yang basis industri," sampainya dalam Taklimat Media Pendidikan Jarak Jauh di Sunyi Coffee Jakarta, Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

Daerah dengan Tingkat Dropout Tinggi

Disampaikan Tatang DO banyak terjadi ketika siswa berada di kelas 2 SMA. Lantaran sudah memiliki umur yang cukup, mereka lebih memilih untuk bekerja dan membantu ekonomi keluarga.

"Jadi tadi ketika selesai SMP, dia menimbang antara menjadi kerja informal atau melanjutkan sekolah, atau dia ketika kelas 2 SMA sudah cukup usianya, dia mendapatkan pekerjaan-pekerjaan," sampai Tatang.

Adapun daerah yang memiliki tingkat DO tinggi menurut Tatang adalah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sidoarjo, Surabaya, hingga Semarang. Tak hanya industri, anak-anak di wilayah tambang seperti Bangka juga memiliki tingkat DO tinggi.

Selain itu, dashboard ATS juga merilis data besaran tingkat DO berdasarkan provinsi. Dikutip detikEdu, 10 provinsi dengan jumlah ATS karena DO terbanyak yakni:

  1. Jawa Barat: 169.142 anak
  2. Jawa Timur: 97.847 anak
  3. Jawa Tengah: 97.831 anak
  4. Sumatera Utara: 56.132 anak
  5. Banten: 39.126 anak
  6. Sumatera Selatan: 36.711 anak
  7. Kalimantan Barat: 36.360 anak
  8. Sumatera Barat: 36.711 anak
  9. Sulawesi Selatan: 29.654 anak
  10. Nusa Tenggara Timur: 29.607 anak

Data lainnya bisa dicek melalui dashboard ATS pada tautan https://ats.data.kemendikdasmen.go.id/index.php/dashboard-ats

PJJ Jadi Solusi

Untuk menurunkan tingkat DO ini, Kemendikdasmen menghadirkan kebijakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). PJJ memungkinkan siswa belajar dengan waktu yang fleksibel dan bisa disesuaikan jika mereka harus bekerja.

Proses belajar PJJ bisa dilakukan di hari libur siswa. Mereka akan belajar menggunakan modul yang disiapkan oleh Kemendikdasmen.

"Maka hari kerja mereka bekerja, tapi hari mereka istirahat dia bisa baca modul-modul yang tersedia. Mereka bisa memanfaatkan hari Sabtu, Minggunya untuk membaca dan menyimak apa yang ada di modul tadi," beber Tatang.

Modul ini berisikan materi-materi pelajaran yang paling penting. Setelah membaca modul, murid juga akan menjalani asesmen daring oleh guru dari sekolah induk atau sekolah tempat mereka menjalani PJJ.

"Dalam waktu tertentu, katakanlah seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali, mereka bisa di asesmen oleh para gurunya secara online," sambungnya.

Model PJJ disebut Tatang tidak hanya mengakomodir ATS, tapi juga anak pekerja migran yang di negaranya tidak ada Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), anak diplomat, anak yang bekerja di dunia hiburan, hingga atlet.

"Jadi ada opsi-opsi yang tersedia untuk banyak anak. Apalagi tadi anak-anak yang di pulau. Ketika anak di pulau mereka kesulitan akses internet, dengan modul mereka bisa mempelajari bahan-bahan secara sistematis dan lebih mudah," tandasnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Tanpa Libatkan Kontraktor, Revitalisasi Sekolah di NTT Libatkan Perguruan Tinggi"
[Gambas:Video 20detik] (det/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads