Kemendikdasmen Gercep Revitalisasi SDN Tanggirejo yang Atapnya Ambruk

ADVERTISEMENT

Kemendikdasmen Gercep Revitalisasi SDN Tanggirejo yang Atapnya Ambruk

Tim detikEdu - detikEdu
Sabtu, 25 Jul 2026 10:38 WIB
Penampakan ruangan di SDN Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan yang atapnya ambrol, Selasa (14/7/2026).
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merespons cepat informasi mengenai kondisi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang rusak sejak Januari 2026. telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta pihak sekolah untuk merevitalisasi bangunan sekolah tersebut.

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, dalam keterangannya, Jumat (24/7), ditulis Sabtu (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, Kemendikdasmen akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi. Gogot menegaskan program revitalisasi sekolah merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Pemerintah berkomitmen memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar anak-anak dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

ADVERTISEMENT

Pada tahun ini, program revitalisasi difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.

"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot.

Sebelumnya diberitakan, atap dua ruangan di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, ambrol sejak awal tahun 2026. Proses belajar mengajar dipindah ke musala demi keselamatan siswa.

"(Sampai ambrol karena penyangga atap) Dimakan rayap itu, nek dirungokke iki 'krekes krekes krekes' suarane ngoten," ujar Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah, saat dihubungi detikJateng, Selasa (14/7/2026) lalu.

Juwariyah mengatakan, ambruknya atap sekolahnya terjadi di malam hari sehingga tidak melukai siswa dan warga sekolah lainnya.

"Alhamdulillahnya itu (kejadian) malam hari, paling selatan ruang guru itu (ambrol) Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," ujar Juwariyah.

Sementara ruangan kedua yang mengalami nasib serupa yakni ruang kelas enam. Menurut Juwariyah, atap ruang kelas itu ambrol pada April lalu.

"Ruang kelas VI, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," ucap Juwariyah.

Akibat peristiwa ini, Juwariyah terpaksa memindahkan aktivitas belajar mengajar siswa ke musala. Sementara guru dan kepala sekolah berkantor di ruangan perpustakaan.

"Kelas VI-nya tak sendirikan, kelas V-nya tak taruh di musala. Terus ruang gurunya tak tempatkan nggone perpustakaan," tutur Juwariyah.

Sementara ruangan kedua yang mengalami nasib serupa yakni ruang kelas enam. Menurut Juwariyah, atap ruang kelas itu ambrol pada April lalu.

"Ruang kelas VI, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," ucap Juwariyah.

Akibat peristiwa ini, Juwariyah terpaksa memindahkan aktivitas belajar mengajar siswa ke musala. Sementara guru dan kepala sekolah berkantor di ruangan perpustakaan.

"Kelas VI-nya tak sendirikan, kelas V-nya tak taruh di musala. Terus ruang gurunya tak tempatkan nggone perpustakaan," tutur Juwariyah.



(nwk/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads