Pastikan Kualitas Bangunan, Revitalisasi Sekolah Libatkan Pakar Kampus-Mahasiswa

ADVERTISEMENT

Pastikan Kualitas Bangunan, Revitalisasi Sekolah Libatkan Pakar Kampus-Mahasiswa

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 21 Jul 2026 20:15 WIB
SD Inpres Naimata NTT.
Foto: Cicin Yulianti/detikcom
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memastikan pelaksanaan revitalisasi sekolah berjalan dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melibatkan kampus.

Program revitalisasi sekolah ini menggunakan sistem swakelola. Artinya pembangunan tidak melibatkan kontraktor, melainkan warga setempat sebagai tukang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ajak Kampus Pastikan Kualitas Bangunan

Menariknya, dalam memastikan kualitas bangunan, pemerintah tidak menggunakan jasa kontraktor besar. Pemerintah melibatkan ahli dari kampus hingga mahasiswa.

Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim mengatakan ahli kampus di bidang teknik sipil hingga mahasiswa itu sendiri turut dilibatkan. Hal ini dilakukan hampir di setiap kabupaten/kota.

ADVERTISEMENT

"Para konsultan dari kampus ini mendampingi setiap hari, memastikan mulai dari perencanaan sampai eksekusi pembangunannya. Mereka mengawasi secara ketat sehingga kualitas bangunan tetap terjaga," katanya saat ditemui di SD Inpres Naimata, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Selasa (21/7/2026).

Khamim mengatakan, pihak kampus yang terlibat bertugas memegang kendali pengawasan di beberapa satuan pendidikan sekaligus. Mulai dari perancangan bangunan hingga pemasangan keramik sekalipun.

"Sehingga kualitas bangunan yang teman-teman media lihat, ini 18 ruang kelas yang sudah dibangun ini luar biasa, dari kualitas materialnya juga ini jati-jatinya jati NTT ini ya, juga bagus, dan pemasangan keramiknya ini juga cukup luar biasa," katanya.

Mahasiswa Jadi Mandor Revitalisasi

Dalam revitalisasi SD Inpres Naimata Kupang, seorang mahasiswa juga turut dilibatkan. Namanya Efer Baun, mahasiswa semester 8 dari Universitas Muhammadiyah Kupang yang bertugas sebagai kepala tukang.

"Saya di sini saya bantu sebagai kepala tukang," katanya.

Efer Baun, mahasiswa semester 8 dari Universitas Muhammadiyah KupangEfer Baun, mahasiswa semester 8 dari Universitas Muhammadiyah Kupang Foto: Cicin Yulianti/detikcom

Mulanya, ia mendapat tawaran dari satpam sekolah. Pengalaman cukup banyak Efer dalam pembangunan gedung langsung dipercayai pihak sekolah.

"Di tahun 2020 itu pas ada mau bangun di sini, dapat informasi dari security di sini. Jadi saya minta security langsung arahkan ke Bapak Sis (koordinator), langsung kita konfirmasi di sana, omong harga, terus kesepakatan langsung mulai kerja di sini," tuturnya.

Efer memimpin kelompoknya dan berhasil mengerjakan dua ruangan. Adapun total tukang revitalisasi di sekolah tersebut berjumlah sebanyak 30 orang.

"Yang ikut saya ada 5 orang. Seluruh pekerja di sini ada 6 kelompok. Masing-masing kelompok ada dapat ruangan masing-masing," katanya.

Pengerjaan pembangunan yang dilakukan Efer pun menurutnya lancar. Pengadaan bahan bangunan hingga gaji tukang pun demikian.

"Kalau selama kegiatan pembangunan di sini berjalan, kendalanya saya rasa tidak ada, semua lancar. Bahan lancar juga, gaji tukang juga lancar," ungkapnya.



(cyu/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads