Soal Ledakan Bom di MAN 3 Padang, Kemenag Akan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

ADVERTISEMENT

Soal Ledakan Bom di MAN 3 Padang, Kemenag Akan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 17 Jul 2026 18:15 WIB
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i beri keterangan soal ledakan bom di MAN 3 Padang. Foto: Hanif Hawari/detikcom
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) angkat bicara soal peristiwa ledakan bom di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang. Apa katanya?

Wamenag Romo Muhammad Syafii menyebut peristiwa ini jadi momentum pihaknya melakukan evaluasi sektor pendidikan secara menyuluruh. Ia menekankan Kemenag berkomitmen dalam memastikan hak belajar anak.

"Kemenag berkomitmen untuk terus memastikan hak para pelajar di lingkungan madrasah untuk belajar dengan tenang dan menyiapkan masa depan yang terukur dapat terjamin sepenuhnya tanpa hambatan," tuturnya dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (17/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minta Publik Jangan Buru-buru Beri Kesimpulan Radikalisme

Dari kejadian tersebut, Wamenag meminta masyarakat atau pengamat tidak buru-buru mengkaitkan dengan isu radikalisme. Ia juga mengajak publik untuk tidak terpancing oleh pihak yang kerap memperkeruh permasalahan.

ADVERTISEMENT

"Kita mengingatkan kepada semua pihak untuk melihat peristiwanya. Untuk memahami seutuhnya, tidak semuanya mengambil kesimpulan dengan dasar perasaan, informasi yang tidak jelas, dan lain sebagainya," tegas Wamenang.

Pelaku Mengalami Masalah Psikologis

Disebutkan saat ini Kemenag tengah berfokus pada proses akurasi penelusuran motif pelaku, sehingga meminta publik tidak buru-buru mengklaim kasus sebagai aksi radikalisme. Romo menyatakan pelaku mengalami persoalan psikologis, sehingga nekat melakukan aksi tersebut.

"Ada persoalan-persoalan psikologi yang dialami pelaku, sehingga kemudian dia nekat melakukan tindakan seperti itu," beber Wamenag.

Hal ini selaras dengan penjelasan dari Polda Sumbar. Kabid Humas Polda Sumbar, Susmelawati Rosya menyatakan pelaku merupakan pelajar berinisial R (17), ia membawa bom rakitan karena kerap jadi korban perundungan dari teman-temannya.

"Iya betul korban bullying karena tekanan psikologi, sering jadi objek ejekan teman-temannya ya, dia berbuat seperti itu," ucapnya dikutip dari detiknews.

Susmelawati juga menegaskan anak tersebut bukan termasuk dalam jaringan terorisme. Saat ini, pelaku sudah diamankan dan diperiksa, selanjutnya akan masuk dalam proses pemulihan.

"Kita fokus pemulihan anak karena si anak melakukan itu bukan jaringan seperti yang kita pikirkan ya. Dan kita melakukan pemulihan-pemulihan ke arah lain, takut terpapar lebih parah, pokoknya mengamankan dulu sambil diperiksa," sambungnya.



(det/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads