Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti merespons terkait fenomena sekolah hanya menerima tiga siswa dalam satu kelas pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini.
Kejadian tersebut terjadi di SDN Purwoyoso 01, Kota Semarang yang hanya menerima tiga siswa baru. Fenomena ini tentunya menjadi sorotan masyarakat, mengapa sekolah negeri bisa sampai sepi peminat?
Mu'ti menyatakan Kemendikdasmen kini tengah melakukan pemetaan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia juga mengatakan bahwa persoalan ini akan dibahas lintas kementerian.
"Soal sedikitnya siswa di beberapa SD negeri, ini memang menjadi perhatian kami lintas kementerian. Kami sudah ada pendataan berdasarkan Dapodik, sekolah-sekolah yang muridnya di bawah 100, di bawah 60 orang," ujar Mu'ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Kemendikdasmen Koordinasi dengan Kemendagri
Mu'ti menyatakan penanganan sekolah yang sepi peminat ini tidak bisa dijalankan sendirian oleh Kemendikdasmen saja. Ia sudah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Mu'ti menyebut dalam waktu dekat ini akan mengupayakan menggelar rapat bersama Menteri Dalam Negeri. Menurutnya, perlu rancangan kebijakan untuk sekolah-sekolah semacam ini.
"Kami sudah sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri. Nanti kita akan rapat bersama dengan Pak Mendagri untuk membicarakan arah kebijakan ke depan untuk sekolah-sekolah yang muridnya sangat sedikit," jelasnya.
Akan Buat Kebijakan Bersama
Adapun salah satu rencana solusi bagi sekolah yang sepi peminat ini menurut Mu'ti tidak bisa diputuskan oleh Kemendikdasmen saja. Pihaknya harus membahas bersama dengan Kemendagri.
"Kebijakan ini akan kita buat bersama-sama (dengan pemerintah daerah dan Kemendagri) supaya tidak menimbulkan masalah di masyarakat," kata Mu'ti.
Sebelumnya, viral video yang menayangkan situasi sebuah ruang kelas yang hanya memiliki tiga siswa. Sekolah tersebut adalah SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang.
Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang, Hajar Riatiani mengatakan bahwa mulanya ada lima siswa baru. Namun, dua lainnya tidak melakukan daftar ulang.
"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa saja," katanya dikutip dari detikJateng.
Hajar menyebut minimnya peminat siswa baru di sekolahnya tidak disebabkan oleh fasilitas yang kurang. Akan tetapi, kondisi demografi di sekitar sekolah yang menyebabkan pendaftar minim.
"SDN Purwoyoso 01 itu lengkap semua untuk kelas terpenuhi ada 6 kelas, masing-masing ada lab komputer tidak dompleng kelas, perpustakaan, ruang UKS, musala, lengkap. Halaman juga ada, Smart TV bantuan pemerintah juga ada, terus fasilitas olahraga," urainya.
"Tapi sedikitnya siswa ini karena lingkungan demografi. Di sekitar sekolah ini sudah tidak ada perumahan yang produktif. Rata-rata penduduknya sudah lansia, tidak punya anak usia masuk SD," lanjut Hajar.
Simak Video "Video Nasib Taman Siswa Bandung, Sekolahnya Taufik Hidayat Kini Sepi Peminat"
(cyu/twu)