×
Ad

Mendikdasmen Soal Teror Bom di SDN Srengseng Sawah: Tindakan Iseng

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 14 Jul 2026 15:33 WIB
Mendikdasmen. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menanggapi soal ancaman bom di SD Negeri Srengseng Sawah 15, Jakarta yang terjadi pada (13/7/2026) lalu. Ancaman bom tersebut muncul pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mu'ti menegaskan ancaman bom itu tidak terbukti dan hanya merupakan tindakan iseng. Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Mu'ti menyampaikan bahwa situasi sekolah kini sudah aman.

"Alhamdulillah tadi saya ke SD Negeri Srengseng Sawah 15, yang kemarin sempat ada peristiwa ancaman bom. Ternyata setelah dilakukan investigasi oleh kepolisian, itu hanya iseng saja, tidak terbukti," kata Mu'ti saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Pelaku Sudah Ditangkap

Pelaku ancaman bom tersebut saat ini sudah diidentifikasi oleh pihak berwajib. Pelaku berinisial MY dan merupakan orang tua dari siswa di sekolah tersebut.

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami motif di balik tindakan iseng pelaku. Pasalnya pelaku tersebut sudah menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah.

Mu'ti melihat, walaupun ancaman bom sempat mengegerkan, tetapi tak membuat semangat siswa baru surut. Siswa masih mengikuti MPLS dengan tertib.

"Semuanya mengikuti MPLS dengan gembira, mengikuti dengan ceria dan tidak ada sama sekali terkesan rasa takut dan sebagainya di antara para murid, orang tua, dan guru," kata Mu'ti.

MPLS Harus Menyenangkan dan Aman

Lebih lanjut, Mu'ti mengingatkan bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Menurutnya, kejadian ini akan mempertegas bahwa MPLS seharusnya menyenangkan, bukan mengkhawatirkan.

"Pendekatan kami adalah pendekatan yang menyenangkan. Ini adalah momen untuk penelusuran bakat dan minat anak. Kami ingin menjadikan momentum MPLS ini untuk memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying)," kata Mu'ti.

Dari insiden ini, Mu'ti juga menegaskan perlunya penyuluhan soal bahaya ancaman lain seperti perundungan siber (cyberbullying) dan lainnya. Ia berharap kejadian ini tidak akan terulang kembali.



Simak Video "Video Aktivitas KBM di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Normal Usai Ada Teror Bom"

(cyu/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork