Sekitar seminggu lagi, murid baru se-Indonesia akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS Ramah 2026. Dalam masa tersebut, akan ada asesmen MPLS di jenjang PAUD hingga SMA.
Asesmen MPLS dilaksanakan saat sosialisasi MPLS, hari kedua, atau hari ketiga sesuai jenjang dan jenis asesmennya. Sebelumnya, simak apa itu asesmen MPLS rangkaian, dan manfaatnya di bawah ini.
Apa Itu Asesmen MPLS 2026?
Asesmen MPLS Ramah 2026 merupakan rangkaian asesmen untuk mengetahui identifikasi kondisi sosial-emosional dan kondisi belajar, kemampuan literasi membaca dan numerasi, bakat dan minat, serta kebugaran. Dengan begitu, guru dan sekolah dapat merancang pembelajaran yang lebih tepat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak sejak hari pertama masuk sekolah.
Asesmen MPLS 2026 bertujuan untuk membantu sekolah dan orang tua memahami kondisi awal, potensi, kebutuhan belajar, dan kebutuhan pendampingan murid baru agar dukungan di sekolah dan di rumah bisa diberikan secara lebih tepat.
Hasil asesmen MPLS akan jadi dasar bagi sekolah dan guru untuk memberikan layanan pendidikan yang aman, menyenangkan, inklusif, dan sesuai kebutuhan setiap murid. Data ini bersifat rahasia dan menjadi dasar pendampingan serta perencanaan belajar.
Perlu digarisbawahi, asesmen MPLS tidak menentukan peringkat dan tidak untuk melabeli anak. Hasil asesmen juga tidak menjadi dasar kenaikan kelas dan dasar kelulusan.
Berikut rangkaian asesmen MPLS per jenjang, seperti dijelaskan Dr Kosasih Ali Abu Bakar S Kom, M Si dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam sosialisasi pelaksanaan MPLS Ramah di Provinsi DKI Jakarta 2026, dikutip dari kanal YouTube Official BPMP Provinsi DKI Jakarta.
Simak Video "Video: Indonesia Inisiasi Negara ASEAN Perkuat PAUD"
(twu/nwk)