Revitalisasi satuan pendidikan menjadi program penting Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang juga bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Sekolah yang menerima bantuan program ini tersebar dari Aceh sampai Papua.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan, Presiden Prabowo bertekad seluruh sekolah di Indonesia diperbaiki dalam kurun waktu lima tahun. Adapun program revitalisasi ini baru berjalan sejak 2025 dengan target 16.167 satuan pendidikan.
Pada 2026, Prabowo meminta agar target program ini ditambah sehingga total menjadi 71.744 sekolah di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika diakumulasikan dengan capaian tahun sebelumnya, maka dua tahun pemerintah menargetkan perbaikan bagi hampir 100 ribu sekolah," tutur Mendikdasmen dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (29/5/2026).
Wilayah Timur Prioritas
Dalam beberapa waktu ke belakang, Mendikdasmen melakukan kunjungan langsung ke dataran Papua. Ia menegaskan wilayah Indonesia Timur merupakan prioritas dalam agenda pembangunan manusia.
"Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T. Sehingga karena itu, kalau ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, kami akan berikan prioritas untuk tahun 2026 ini," beber Mu'ti.
Langkah ini diharapkan sebagai upaya agar Wajib Belajar 13 Tahun bisa segera diterapkan di Papua. Wajib Belajar 13 tahun mengharukan anak belajar sejak jenjang taman kanak-kanak (TK).
Hadir menerima Mendikdasmen, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Bahan Temongmere menilai kunjungan ini menjadi langkah serius pemerintah pusat untuk memajukan pendidikan di wilayah timur Indonesia. Ia meyakini pendidikan adalah fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter.
"Pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok wilayah," jelasnya.
SMA Berbasis Kearifan Lokal di Manokwari
Salah satu sekolah yang menerima bantuan revitalisasi di Papua Barat adalah Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) di Manokwari. Sekolah ini berhasil direvitalisasi dalam waktu 3 bulan dari target 10 bulan.
Murid yang menempuh pendidikan di sekolah ini 60-70 persennya merupakan anak-anak asli Papua dan nonmuslim. Dengan begitu, sekolah ini mencerminkan makna inklusivitas murid.
SMAMCO menjadi salah satu sekolah yang unik. Sekolah ini menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan falsafah pelestarian alam "Igya Ser Hanjop". Apa itu?
Igya Ser Hanjop merupakan sebuah komitmen milik masyarakat Pegunungan Arfak untuk menjaga hutan beserta seluruh isinya. Hutan dan isinya dipandang sebagai satu-satunya sumber kehidupan.
Melalui sinergi utuh antara pusat, daerah, dan kearifan masyarakat lokal, Kemendikdasmen berharap agar seluruh murid dapat meraih cita-citanya. Harapan ini diupayakan sambil menjaga kelestarian bumi tempat mereka berpijak.
