Tangis Siswa SR di Pelukan Seskab Teddy: Belum Pernah Sekolah

ADVERTISEMENT

Tangis Siswa SR di Pelukan Seskab Teddy: Belum Pernah Sekolah

Brigitta Belia Permata Sari - detikEdu
Rabu, 22 Apr 2026 20:48 WIB
Momen haru calon siswa Sekolah Rakyat yang curhat ke Seskab Teddy Indra Wijaya saat berkunjung. (Brigitta Belia/detikcom)
Foto: Momen haru calon siswa Sekolah Rakyat yang curhat ke Seskab Teddy Indra Wijaya saat berkunjung. (Brigitta Belia/detikcom)
Jakarta -

Ada sebuah momen menyentuh yang terjadi saat kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat di Pejompongan, Jakarta Pusat. Terlihat calon siswa menangis di pelukan Teddy.

Alasan calon siswa tersebut menangis lantaran dirinya belum pernah sekolah. Calon siswa bernama Aljabar Nur itu sedih karena tidak bisa merasakan bangku sekolah seperti anak seusianya.

Mulanya, Aljabar diminta ke depan untuk menceritakan latar belakang pendidikan. Ia terdiam hingga air matanya pecah karena sedih tak bisa bercerita tentang pengalaman sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perkenalkan nama saya Aljabar, dipanggil Al. Saya asli Jakarta Timur. Saya..," kata Aljabar sembari menangis, dikutip dari detikNews, Rabu (22/4/2026).

ADVERTISEMENT

Seskab Teddy Langsung Tenangkan Aljabar

Air mata Aljabar mengalir, dan Seskab Teddy pun memeluknya. Ia mencoba menenangkan Aljabar.

"Nggak apa-apa, jangan nangis. Di sini tidak boleh sedih lagi ya," ucap Teddy.

Kemudian Teddy menjamin bahwa Aljabar dapat bersekolah. Ia menyebut Sekolah Rakyat hadir dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa yang kehilangan akses pendidikan.

"Di sini nanti adik-adik semua belajar yang baik, diberi penginapan yang baik, diberi gizi yang baik. Insyaallah bisa membanggakan keluarga," tutur Teddy.

Bercita-cita Jadi Polisi

Setelah kondisinya sudah mulai tenang, Aljabar bercerita bahwa ia ingin menjadi seorang polisi. Aljabar sendiri merupakan putra ke-5 dari enam bersaudara.

Aljabar juga merupakan seorang anak yatim. Ibunya bekerja sebagai seorang buruh harian.

Karena kesulitan secara ekonomi, Aljabar tidak bisa merasakan sekolah. Meski tak sekolah, Aljabar bisa membaca karena belajar otodidak.

Momen ini memicu haru dan simpati hadirin yang ada. Calon siswa lain turut menyemangati Aljabar dengan memberikan tepuk tangan.

"Saya tangkap di sini semuanya berani. Berani maju, berani bicara, tidak malu. Ini modal penting untuk masa depan," kata Teddy.




(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads