Serba-serbi yang Perlu Diketahui Soal Pelaksanaan TKA SD-SMP, Ujian Sebentar Lagi!

ADVERTISEMENT

Serba-serbi yang Perlu Diketahui Soal Pelaksanaan TKA SD-SMP, Ujian Sebentar Lagi!

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 04 Mar 2026 12:03 WIB
SImulasi TKA jenjang SD dan SMP.
Simulasi TKA. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Jakarta -

Pelaksanaan ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) utama jenjang SD dan SMP akan berlangsung dalam 1 bulan ke depan. Dengan begitu, murid masih punya kesempatan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Berdasarkan jadwal resminya, ujian utama TKA murid SD/MI/sederajat akan berlangsung pada 20-30 April 2026, sedangkan jenjang SMP/MTs/sederajat pada 6-16 April 2026. Bila terkendala, Kemendikdasmen menyediakan ujian susulan yang berlangsung pada 11-19 Mei 2026 baik untuk jenjang SD maupun SMP.

Namun, sebelum ujian ada serba-serbi pelaksanaan TKA yang harus peserta ketahui dan pahami. Apa saja? Dirangkum detikEdu dari postingan media sosial Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) dan Badan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (4/3/2026) berikut informasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serba-serbi Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026

1. Hak dan Kewajiban Peserta TKA

Hak

Mendapatkan kartu peserta setelah diterbitkan Daftar Nominasi Tetap (DNT) oleh dinas pendidikan provinsi.
Mengikuti gladi bersih pelaksanaan TKA sesuai dengan jaddwal yang ditetapkan. Untuk jenjang SD-SMP akan berlangsung pada 9-17 Maret 2026.
Mendapatkan kartu login paling lambat sebelum memulai tes pada hari pertama pelaksanaan TKA.
Mengikuti seluruh mata uji sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Mendapatkan hasil TKA berupa Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).

ADVERTISEMENT

Kewajiban

Mendaftar keikutsertaan TKA.
Menyerahkan dokumen digital pas foto terbaru pada saat pendaftaran.
Memverikasi data pribadi pada lembar Daftar Nominasi Sementara (DNS) dengan menandatangani jika sudah sesuai.
Perbaikan data dapat melalui mekanisme vervalpd atau murid dapat melaksanakan secara mandiri melalui laman yang mengelola verifikasi NISN di Kemendikdasmen.

2. Bentuk Soal TKA SD-SMP

Pilihan ganda sederhana: Hanya ada satu pilihan jawaban benar.
Pilihan ganda kompleks/model multiple choice multiple answers (MCMA): Ada kemungkinan lebih dari satu pilihan jawaban benar.
Pilihan ganda kompleks model kategori: Ada beberapa pernyataan yang perlu direspons satu per satu, peserta diminta merespons setiap poin, misalnya dengan pilihan "Benar/Salah" atau "Sesuai/Tidak Sesuai".

3. Kerangka Asesmen Setiap Mata Pelajaran

SD

Matematika

Kerangka asesmen matematika pada jenjang SD adalah:

Bilangan: Pecahan (senilai, desimal, persen), operasi hitung (cacah dan pecahan), KPK, dan FPB.
Geometeri dan pengukuran: Bangun datar, bangun ruang, satuan baku (panjang, berat, waktu, volume), sudut, dan kecepatan.
Data: Membaca dan menyajikan data lewat tabel, piktogram, hingga diagram batang.

Agar fokus, detikers bisa belajar di materi-materi berikut:

Pecahan: Hubungkan pecahan biasa dengan desimal dan persen.
Pengukuran: Hafalkan hubungan antar-satuan (km ke mm, liter ke ml, hingga satuan waktu).
Bangun ruang: Pahami konstruksi kubus, balok, dan cara menghitung volumenya.
Visualisasi spasial: Latih kemampuan melihat bendar dari tampak depan, atas, dan samping.
Analisis data: Pahami informasi di balik diagram.

Bahasa Indonesia

Ada 3 skill utama yang harus dikuasai untuk mengerjakan soal bahasa Indoensia di TKA bagi muris SD, yaitu:

Bisa mengidentifikasi informasi tersurat dan menyusun kembali isi teks dalam bentuk bagan/iktisar.
Menyimpulkan ide pokok, amanat, tokoh, hingga menjelaskan makna ungkapan yang tersembunyi.
Menilai apakah isi teks relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menanggapi perasaan tokoh.

SMP

Matematika

TKA matematika SMP/MTs/Sederajat akan mengujikan 4 materi utama, yakni:

Bilangan: Aritmetika, rasio, skala, hingga perbandingan senilai dan berbalik nilai.
Aljabar: Persamaan dan pertidaksamaan linear, SPLDV, fungsi, serta barisan dan deret.
Geometri dan pengukuran: Pythagoras, sudut, kesebangunan, transformasi, hingga volume bangun ruang.
Data dan peluang: Statistik (mean, median, dan modus) serta peluang kejadian tunggal.

Maksimalkan persiapan TKA di materi-materi berikut:

Bilangan dan Aljabar: Fokus pada rasio (skala dan laju perubahan), perbandingan senilai/berbalik nilai, SPLDV, relasi dan fungsi, serta barisan dan deret bilangan.
Geometeri objek: Hubungan antar sudut, teorema pythagoras, kekongruenan dan kesebangunan, hingga jaring-jaring (prisma, tabung, limas, kerucut).
Transformasi dan pengukuran: Kuasai refleksi, translasi, rotasi, dilatasi, serta perhitungan luas/keliling gabungan volume (prisma, limas, bola).
Data dan peluang: Analisis statistik (mean, median, modus, range), perbandingan penyebaran kelompok data, dan peluang kejadian tunggal.

Bahasa Indonesia

Ujian TKA bahasa Indonesia, akan menguji peserta soal:

Menyimpulkan ide pokok.
Memprediksi kelanjutan cerita.
Menjelaskan makna bahasa kias (metafora/citraan).
Menemukan informasi penting.
Istilah khusus.
Menyusun kembali isi teks menjadi bagan.
Menilai akurasi isi teks.
Membandingkan informasi antarteks.
Memberikan respons emosional terhadap karya.

4. Jadwal Pelaksanaan TKA

Jadwal Pelakansaan TKA jenjang SD dan SMP pada hari ujian yakni sebagai berikut:

Jadwal Umum

Jenjang SD/MI/Sederajat

Gladi bersih: 9-17 Maret 2026

Pelaksanaan Utama: 20-30 April 2026

Pelaksanaan Susulan: 11-19 Mei 2026

Pengolahan hasil: 20-24 Mei 2026

Pengumuman hasil: 26 Mei 2026

Jenjang SMP/MTs/Sederajat

Gladi bersih: 9-17 Maret 2026

Pelaksanaan Utama: 6-16 April 2026

Pelaksanaan Susulan: 11-19 Mei 2026

Pengolahan hasil: 20-24 Mei 2026

Pengumuman hasil: 26 Mei 2026

Jadwal Per Hari Ujian

Hari Pertama

Latihan: 10 menit
Matematika dan Numerasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit.
Survei karakter: 20 menit

Hari Kedua

Latihan: 10 menit
Bahasa Indonesia dan literasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit.
Survei sulingjar: 20 menit

Jadwal Per Sesi Ujian

Sesi I

WIB : 07.00 - 08.45
WITA: 08.00 - 09.45
WIT: 09.00 - 10.45

Sesi II

WIB : 09.15 - 11.00
WITA: 10.15 - 12.00
WIT: 11.15 - 13.00

Sesi III

WIB : 11.30 - 13.15
WITA: 12.30 - 14.15
WIT: 13.30 - 15.15

Sesi IV

WIB : 13.45 - 15.30
WITA: 14.45 - 16.30
WIT: Tidak Dibuka

5. Peserta Bisa Simulasi Ujian TKA Gratis

Untuk memantapkan persiapan, peserta bisa melakukan simulai ujian TKA secara gratis dan berulang. Adapun caranya yaitu:

1. Buka Portal Latihan TKA pada tautan https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/ lalu pilih menu "Ayo Coba TKA".

2. Murid juga bisa langsung menuju laman Ayo Coba TKA pada link https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka.

3. Pilih jenjang pendidikan yang sesuai, baik itu SD/MI/Sederajat atau SMP/MTs/Sederajat.

4. Pilih jenis mata pelajaran menjadi "Mata Pelajaran Wajib".

5. Pilih mata pelajaran, mata pelajaran yang tersedia bagi jenjang SD-SMP hanyalah matematika dan bahasa Indonesia.

6. Klik "Mulai Simulasi".

7. Peserta akan dialihkan ke laman login menggunakan username dan password yang disediakan sistem lalu klik "Login".

8. Isi bagian konfirmasi data peserta, tak perlu sebenarnya tidak masalah.

9. Isi token yang tersedia di bagian kanan atas layar lalu klik "Submit".

10. Peserta akan dialihkan ke laman konfirmasi tes lalu klik "Mulai".

11. Kerjakan seluruh soal yang ada di laman simulasi, berjumlah 30 soal.

12. Jika sudah selesai, sistem akan memberikan pemberitahuan konfirmasi. Peserta bisa klik "Selesai Tes" untuk mengakhiri tes atau "Kembali" untuk kembali ke halaman tes.

13. Ketika tes selesai, sistem akan memberikan reviu hasil simulasi, peserta bisa melihat berapa jawaban yang benar dan salah.

6. TKA Digabung dengan AN

Berbada dengan pelaksanan TKA jenjang SMA/SMK, TKA SD-SMP akan digabung dengan pelaksanaan Asesmen Nasional (AN). Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati menjelaskan penggabungan pelaksanaan TKA dan AN didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas.

Dengan begitu, jumlah tes yang harus diikuti sekolah akan berkurang di masa mendatang. Sebagai informasi, TKA dan AN memiliki fungsi yang berbeda.

TKA berfungsi sebagai alat ukur untuk mengevaluasi capaian belajar tiap murid, sedangkan AN berfungsi untuk mengevaluasi sistem pendidikan. Awalnya, peserta AN bersifat sampling dan ditentukan oleh pemerintah pusat.

Dengan penggabungan ini, peserta AN adalah peserta TKA yang mendaftar dan mengikuti tes. Jadi, siapapun murid yang mendaftar menjadi peserta TKA, maka otomatis menjadi peserta Asesmen Nasional.

Jika sekolah tidak memiliki murid peserta TKA, sekolah tersbeut dipastikan tidak mengikuti AN dan Rapor Pendidikan satuan pendidikan tersebut tak terbit di 2027.

Itulah serba-serbi soal pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP. Yuk manfaatkan waktu tersisa untuk memaksimalkan ujian TKA mendatang detikers!




(det/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads