Di Washington Prabowo Bicara soal Curhatan Anak-anak hingga MBG

Di Washington Prabowo Bicara soal Curhatan Anak-anak hingga MBG

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 20 Feb 2026 15:30 WIB
Prabowo di Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026).
Prabowo di Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026). Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Prabowo menghadiri sesi roundtable pada Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washnigton DC pada Rabu (18/2/2026). Pada kunjungannya ini ia menyebutkan soal curhatan anak-anak di media sosial, digitalisasi di sekolah, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo mengatakan akses informasi di Indonesia sekarang ini mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya ini bermanfaat, tetapi baginya terkadang membuat stres.

"Semua orang memiliki gadget dan informasi berjalan sangat cepat dan menurut saya bermanfaat, tetapi terkadang juga membuat stres, di mana anak-anak di desa banyak yang berbicara langsung ke saya lewat TiiTok dan melalui pesan langsung ke akun Presiden," kata dia, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Presiden, kami tidak punya jembatan di sungai kami. Kami jadi basah setiap pergi ke sekolah," ujar Prabowo menceritakan salah satu pesan yang didapat.

ADVERTISEMENT

Sebut soal Cita-cita pada Akhir Jabatan

Pada kesempatan ini ia juga menceritakan smart interactive screen yang dikirimkan ke Papua serta berbagai wilayah lain di Indonesia. Prabowo menyebut pihakya sudah megirimkan lebih dari 280 ribu smart interactive screen pada akhir Desember 2025.

"Jadi hampir semua sekolah di Indonsia memiliki satu (smart interactive) screen di setiap sekolah. Namun, tahun ini saya berencana menambah tiga lagi ke setiap sekolah. Sehingga, akan ada empat screen di setiap sekolah," jelasnya.

Ia mengatakan, targetnya pada akhir jabatan adalah semua sekolah di Indonesia akan punya smart interactive screen dengan semua silabus belajar ada di dalamnya dan bisa diakses kapan saja. Prabowo mengatakan dengan smart screen ini, sekolah yang ada di lokasi terisolasi sekalipun bisa mengakses pembelajaran.

Ceritakan Terkait Kampanye Dulu dan MBG

Prabowo sempat menyinggung ketika berkeliling Indonesia pada masa kampanye, ia melihat ada banyak anak di desa memiliki tubuh yang sangat kecil. Ia menyebut, kemudian tahu 25% anak di Indonesia mengalami stunting.

"Saya menanyakan berapa umur mereka. Anak-anak yang saya kira berusia 4, 5, 6 tahun mengatakan umur mereka 10, 11, 12," ujarnya.

"Jadi sel otak mereka tidak optimal, sel tulang (dan) otot (juga). Oleh sebab itu mereka akan sangat lemah ketika tumbuh secara fisik," imbuhnya.

Prabowo mengatakan ia melihat adanya gap antara orang-orang kaya dan orang miskin di Indonesia. Ia memaparkan maka dari itu melakukan efisiensi, yang seandainya tidak dilakukan, maka akan menguap karena dikorupsi.

"Inilah uang yang saya gunakan untuk mengalokasikan kembali ke program-program ini. Jadi saya dituduh menghabiskan secara sembrono dan sebagainya. Tidak, tidak, ini adalah pengalokasian kembali sumber daya," ucapnya.

"Setelah beberapa bulan program saya berjalan, saya bertemu beberapa pemimpin dari Rockefeller Institute dari AS yang datang ke Jakarta untuk mempelajari program makan siang gratis kami. mereka mengatakan program ini adalah pilihan paling bijak, investasi terbaik yang bisa dilakukan negara mana pun," ungkapnya.

"Karena setiap dollar yang dihabiskan di makan gratis untuk anak-anak, keuntungannya sesuai dengan catatan Reckefeller Institute, keuntungannya setidaknya $7. Namun, dalam jangka panjang bisa memberikan keuntungan hingga 35 kali lipat," lanjutnya.

Prabowo menyebut sekarang ini ada 23 ribu dapur MBG dengan 50 orang dari desa yang dipekerjakan di setiap dapur.




(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads