Alumni SMA Unggulan CTARSA Deli Serdang Lakukan Pengabdian di Pidie Jaya Aceh

ADVERTISEMENT

Alumni SMA Unggulan CTARSA Deli Serdang Lakukan Pengabdian di Pidie Jaya Aceh

Tim detikEdu - detikEdu
Rabu, 18 Feb 2026 17:15 WIB
Alumni SMA Unggulan CTARSA Deli Serdang Lakukan Pengabdian di Pidie Jaya Aceh
Foto: (Dokumentasi CT Arsa Foundation)
Jakarta -

Alumni SMA Unggulan CTARSA Foundation Deli Serdang yang tergabung dalam 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) lintas fakultas menggelar Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Pemeriksaan Tumbuh Kembang bagi balita di Posyandu Teratai, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Nur Sakinah Panggabean, alumni Angkatan 11 Andromeda SMAU CTARSA Deli Serdang yang saat ini menempuh Pendidikan semester 6 dan kini turut serta sebagai perawat, bersama 32 rekannya dan 4 mahasiswa Psikologi, 9 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta 4 mahasiswa Fakultas Pertanian.

Sakinah merupakan mahasiswi asal Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) yang mendapatkan beasiswa penuh selama tiga tahun dari SMA Unggulan CTARSA Foundation. Keluarganya sempat menjadi korban banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa bulan lalu. Bencana yang melanda kampung halamannya, semakin meningkatkan rasa kepedulian dan empatinya terhadap sesama. Melalui program PMT, Sakinah berharap bisa terus menginspirasi, bahwa duka yang dirasakan tidak menghalangi dirinya untuk tetap menjadi manfaat bagi orang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadi salah satu program unggulan dalam rangka pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan pemantauan gizi anak. Program dilaksanakan di meunasah desa mulai pukul 08.00 WIB dan melibatkan kolaborasi multipihak, yakni bidan desa, tenaga kesehatan Puskesmas, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Pidie Jaya yang membina Posyandu Teratai sejak dua tahun terakhir.

Keuchik Desa Manyang Cut, Asnidar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini membantu masyarakat, terutama para ibu dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Perwakilan Kejaksaan Negeri Pidie Jaya menjelaskan bahwa pembinaan posyandu merupakan bagian dari program kerja sosial dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pidie Jaya dalam mendukung kesehatan masyarakat desa. Menurutnya, antusiasme warga yang tinggi menjadi indikator meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Dalam pelaksanaannya, balita mengikuti lima tahapan yang berbeda. Tahapan-tahapan tersebut meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, pemberian vitamin dan suplemen, pemberian makanan dan snack tambahan bergizi, pemeriksaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), serta edukasi. Sakinah menyebutkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membantu masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung bagi mahasiswa dalam mendukung isu kesehatan anak.

"Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa, dari yang semula hanya teori di kelas, sekarang mendapat pengalaman langsung". ujarnya.

Sakinah juga berharap agar Program Pemberian Makanan Tambahan dan Pemeriksaan Tumbuh Kembang ini terus berlanjut, karena menurutnya perkembangan para balita di desa Manyang Cut harus tetap terpantau dan terpenuhi gizinya.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads